
Setelah beberapa saat, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalananya menuju dermaga untuk menumpang sebuah kapal. seperti biasa Zi Wan selalu di temani oleh kedua wanita itu, tapi Zi Wan kali ini tidak marah dengan mereka, dan juga entah kenapa mereka berdua sekarang memiliki sifat yag berbeda dari sebelumnya, yang tadinya mereka sangat cerewet tiba tiba saja tidak ada angin tidak ada hujan mereka menjadi sangat penurut pada Zi Wan.
Sedangkan untuk murid laki lakinya tidak bisa dikatakan lagi, mereka benar benar babak belur karena di hajar oleh adik perempuan mereka.
Mereka amat sangat menyesal karena menyinggung adik perempuan mereka, Semua orang menyalahkan Bou Lu karena berani terang terangan mengejek monter wanita seperti adik adik perempuanya ini.
Bou Lu yang merasa dia di pojokan oleh saudara saudaranya hanya terdiam tanpa bicara apapun seolah olah ia juga korban dari para adik perempuanya.
"Ughk... apa salahku." Gumam Bou Lu yang tidak merasa bersalah.
...........
Sekitar 30 menit berada di dalam kereta akhirnya mereka sampai juga di pelabuhan dermaga, Melihat Itu Zi Wan dan lainya turun dari kereta kudanya, di sana mereka melihat kapal kapal besar yang sedang berjejer di sana.
Zi Wan dan Rombonganya pergi kesebuah kapal layar yang cukup besar, sebelum memasuki kapal itu ia melakukan teransaksi terlebih dahulu kepada pemilik kapal, yang merupakan seorang pria tua dengan mata satu seperti seorang bajak laut.
Tetapi walaupun tampang pria itu cukup seram dia adalah pria yang baik, ya setidaknya dari luar pria itu memang terlihat baik.
Zi Wan dan Rombonganya hanya membayar sekitar 20 tael Koin emas saja, biaya seperti ini cukup murah bagi seorang pengusaha kuliner seperti Zi Wan.
Zi Wan dan para muridnya langsung menaiki kapal itu, Setelah itu kapal itu menaikan jangkarnya dan melaju ke arah kebenua jiyan yang dituju oleh Zi Wan dan lainya.
Di kapal Zi Wan dan lainya di tuntun oleh pelayan kapal untuk menunjukan kamar penginapan mereka, setelah menunjukan kamar penginapan mereka, pelayan itu mengajak mereka untuk makan bersama di aula khusus tamu.
__ADS_1
Hidangan makanan ini terlihat mewah, berbagai jenis makanan laut berjejer rapi di meja, para murid Zi Wan yang sudah kelaparan mereka langsung duduk di kursi masing masing.
Sementara itu Zi Wan melihat makanan itu ia hanya tersenyum tipis, lalu dengan tenang ia duduk lalu memakan makanannya.
"Sepertinya ada yang mencoba bermain main denganku." Gumamnya tersenyum sinis.
Zi Wan mengatakan itu karena ia melihat bahwa makanan itu telah di beri racun oleh mereka, mungkin orang lain jika melihat makanan itu tidak akan bisa mengetahuinya jika makanan itu telah di beri racun karena makanan itu memang terlihat bersih tanpa adanya cacat bahkan bau racunnya saja tidak tercium, jika karena bukan indra spiritual Zi Wan sangat hebat ia tidak akan mengetahuinya jika makanan tersebut telah di beri racun.
Dengan tubuh abadinya tentunya ia tidak akan terpengaruh oleh racun apapun di semesta ini, tapi tidak dengan murid muridnya jadi ia langsung menyerap racun itu tanpa sepengetahuan siapapun.
"Tuan dan nona selamat menikmati makananya." Ucap pelayan dengan senyuman yang penuh arti.
Mendengar itu semuanya mengangguk dan tanpa basa basi lagi menyerbu makanan itu hingga habis tanpa sisa, bahkan tulang belulang ikan tidak mereka sisakan karena memang makananya sangat lembut hingga tulang ikanya terasa menyerupai daging ikanya yang terasa lembut dan lumer.
Sebelum pergi kekamar mereka masing masing Zi Wan membisikan sesuatu di telinga mereka dengan kekuatan spiritualnya, saat mendengar itu ekspresi di wajah mereka seketika berubah, menjadi penuh kebencian, tapi kemudian mereka mengangguk mengikuti rencana yang Zi wan berikan.
Perjalanan mereka kali ini sudah seperempat jalan sebelum mereka sampai ke benua Jiyan, benua jiyan memang cukup dekat dengan benua Holing, jarak keduanya mungkin hanya 10000 km saja, untuk ukuran laut di dunia ini bisa di bilang cukup dekat karena keliling dunia ini cukup besar, yaitu 1 juta km, dan 10000 km hanya satu persenya saja, layaknya di bumi air juga merupakan penghuni terbesar di dunia ini dari pada wilayah daratanya, bahkan jika di bandingkan bisa 1 banding 20, ya memang daratan di dunia ini sangat kecil, jadi tidak heran jika makhluk laut di dunia ini lebih unggul dari pada makhluk darat.
Semua orang sudah mengetahui rencana Zi Wan, setelah pergi ke kemar mereka semua langsung berpura pura pingsan, para kru kapal melihat itu mereka tersenyum senang karena rencana mereka berhasil, karena rencana mereka berhasil pemimpin kapal itu yang merupakan pria dengan satu mata langsung menghubungi atasanya.
"Tuan.... kami telah berhasil tuan bisa keluar sekarang." Ujar pria dengan mata yang salah satunya ditutup layakanya seorang bajak laut.
Setelah mengatakan itu tiba tiba gelombang laut naik hingga beberapa meter, sebuah ikan paus besar muncul dari sana dengan satu manusia yang menunggaginya.
__ADS_1
"Hahahaha, bagus..., ketika aku pulang nanti aku akan bicarakan kepada Tuanku tentang jasamu itu." Ucap pria itu yang tidak lain adalah suruhan dari Wang Hui.
"Terima kasih tuan, jika tuan berkenan tuan bisa masuk dan memeriksa mereka." Ucap pria bermata satu membawa Orang Itu kesebuah aula yang terdapat beberapa orang yang sudah di ikat.
Melihat itu bawahan dari Wang Hui merasa sangat senang dan puas tentang kinerja bajak laut itu, Kemarin saat ia membuat pengumumman tentang penangkapan Zi Wan dan lainya ia pikir membutuhkan waktu yang lama, ia tidak menyangka hanya satu hari saja sudah menemukanya, Bawahan Wang Hui mengamati semua sosok yang telah di ikat dengan tali dan kemudian tatapanya berhenti ke dua wanita cantik dengan tubuh yang sangat indah.
"Hahahaha, jika tuan melihat kedua wanita cantik ini pasti ia akan sangat senang." Ujar bawahan Wang hui melihat Yan Li dan arthena.
"Kalian semua bunuh semuanya kecuali pria itu dan kedua wanita itu." Perintah bawahan Wang Hui.
Mendengar itu bajak laut mata satu dan semua bawahnya mengambil pedang katana dari sarung pedang lalu menebas semua orang kecuali Zi Wan, arteha dan Yan Li.
Ketika mereka menebas kelompok Zi Wan tiba tiba tubuh mereka berubah menjadi kayu.
Semua orang terdiam melihat itu, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana semua orang itu tiba tiba menjadi batang kayu.
"Sial mereka menipu kita." Ujar bawahan Wang Hui yang tiba tiba merasakan bahaya dari belakangnya, dan saat ia melihat bahaya itu sebuah pedang dengan kecepatan tinggi mengarah padanya.
Secara reflek ia langsung menghindarinya, dan pedang itu meledet mengenai dinding kayu kapal.
.........
BERSAMBUNGGG...
__ADS_1