
"Bajingan berani sekali kau mempermalukanku." Ucap Ao Liang menutupi burumg kecil miliknya.
"Ju Xian bunuh dia." Perintah Ao Liang.
"Cih walaupun tak kau suruh aku juga akan menghabisinya." Ju Xian memegang gagang pedangnya dan mulai melesat ke arah Qin San dengan kecepatan tinggi.
"Tekhnik langkah awan petir." JU Xian menggunakan langkah zig Zag dengan setiap langkahnya di barengi dengan kilatan kecil.
"Tekhnik Naga petir." Ucap Ju Xian seketika tercipta sebuah naga petir yang menyelimuti tubuh naga petir itu.
"Sring... " siluet naga petir itu menuju ke arah Zi Wan. Melihat itu Zi Wan mengepalkan tanganya dan memukul naga petir itu hingga hancur lalu ia menghentikan pedang yang mengarah padanya dengan dua jarinya.
"Ck.... ck....ck... lambat sekali, bahkan siput lebih cepat dari ini." Ejek Zi Wan.
"Omong kosong rasakan ini."
"Tekhnik Petir hukuman dunia." Ucap Ju Xian seketika langit yang cerah menjadi mendung dan petir mulai bergemuruh di langit.
"Duar... duar..." Suara petir menyambar terdengar di sana.
"Mati..." Ucap Ju Xian mengarahkan tanganya ke atas lalu kebawah.
Sekitar seratus baut petir tiba tjba jatuh dan menyambar Zi Wan.
Duar..... Bommm....
Suara petir itu terus bergema menyambar Zi Wan.
"Hahaha tidak ada yang bisa selamat dari tekhnik petirku ini."Ucap Ju Xian tertawa lepas mengira bahwa Zi Wan sudah mati.
"Oh... berarti aku adalah orang pertama yang selamat dari petir lemahmu ini." Ucap Zi Wan keluar dari baut baut petir yang menyerangnya.
"Apa.... bagaimana bisa kau tidak mengalami apa apa di tubuhmu." Ucap Ju Xian terkejut.
"Kau ingin tahu." Ucap Qin San menyeringai.
"Tidak perlu, aku hanya sedikit terkejut saja." Kata Ju Xian.
"Oh...Kalau kalian sudah selesai dengan tekhnik bodoh kalian ini, maka sekarang giliranku untuk menyerang kalian." Ucap Zi Wan.
"Huh.... sepertinya kita akan berakhir disini." Ucap Ao Liang pasrah.
"Tekhnik pedang angin." Ucap Zi Wan mengayunkan tanganya ke pada Ju Xian dan Ao Liang.
__ADS_1
Seketika sebuah siluet bulan sabit transparan melaju dengan cepat menebas kepala keduanya.
Crat...
Darah menyembur dari leher yang terputus mereka dengan kepala mereka yang hancur.
Setelah membunuh keduanya Zi Wan membakar keduanya.
Keduanya terbakar menjadi abu.
"Baiklah mari kita lanjutkan perjalananya kembali."
" Ding..!! peringatan tuan, Ju Xian dan Ao Liang Sudah mati di bunuh oleh orang misterius." Ucap sistem yang berdengung di kepala Wang Hui.
"Cih... benar benar bodoh, bahkan menyelesaikan hal sepele seperti itu mereka harus mati, Setelah aku mendapatkan wanita cantik yang menguasai samudra ini aku akan datang dan membalaskan dendam pada orang itu." Ucap Wang Hui.
.......
Beberapa hari kemudian..
Zi Wan dan rombonganya sudah berada di pusat kota benua jiyan,di pusat kota ini pembayaranya lebih mahal dari pada di kota sebelumnya.
Zi Wan di pusat kota ini harus mengeluarkan sekitar 5000 koin emas lebih, Untung saja dia kaya jika tidak dia mungkin bisa menjadi pengemis jalanan setelah ini.
"Siapa sih kaisar di benua ini, jika aku bertemu denganya aku akan meminta kembali semua uangku yang hilang." Ucap Zi Wan kesal.
"Sudahlah, sekarang yang harus kita lakukan adalah memesan penginapan terlebih dahulu, setelah itu kalian bebas akan melakukan apa." Ucap Zi Wan lalu memerintah Sin Lang memebawanya mencari sebuah penginapan.
"Benarkah Guru, kalau begitu ayo cepat, setelah ini aku akan membeli makanan di kota ini, sepertinya makanan di kota ini sangat lezat walaupun tidak selevel masakan buatan guru." Ucap Shi kecil.
"Baiklah, tapi untuk Shi kecil tidak boleh keluar, karena Guru akan memberikan bimbingan Khusus pada Shi kecil." Ucap Zi Wan menggodanya.
"Guru... Jangan.. aku mohon guru tunda terlebih dahulu, apakah guru tidak kasihan dengan perutku ini, jika aku kelaparan aku akan kurus dan jika aku kurus aku tidak imut." Ucap Shi kecil.
"Tidak, Guru tidak bisa menundanya."
"Guru... ayolah, sekali ini saja tunda bimbingan itu ake." Ucap Shi kecil memohon.
"Hahahaha.... baiklah guru mengijinkanmu." Zi Wan tertawa terbahak bahak.
"Yeay aku sayang guru." Ucap Shi kecil memeluk Zi Wan sebentar lalu ia kembali ke dalam kereta kudanya.
Setelah beberapa saat mencari akhirnya mereka mendapat sebuah penginapan yang sangat besar yang cukup untuk menampung semua rombongan Zi Wan.
__ADS_1
Zi Wan sekarang berada di dalam kamar penginapanya, ia di sana hanya merenung bingung dengan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
"Sebaiknya aku jalan jalan saja." ujarnya lalu keluar dari penginapanya.
Di perjalanan Zi Wan hanya mengamati keramaian kota ini, banyak sekali lalu lalang di kota ini karena sekitar 2 hari lagi di kota akan ada Tournamen antar negara dan benua.
Di sana ia melihat sebuah keramaian, melihat itu Zi Wan menghampirinya, di sana terlihat pertarungan antar guru.
"Sepertinya menarik." Ucap Zi Wan menyaksikan pertarungan itu.
Pertarungan ini memang selalu di adakan ketika menjelang suatu Tournamen para murid sekte, tujuan Tournamen antar guru ini adalah untuk menemukan siapa Guru terbaik sebuah sekte.
Yang bertarung kali ini adalah sekte Dewa Langit dan sekte api kegelapan.
Kedua guru dari kedua sekte itu terlihat imbang, guru sekte dewa langit menggunakan keterampilan pedang sedangkan sekte api kegelapan menggunakan keterampilan belati.
Keduanya sama sama kuat sehingga pertarungan itu terlihat menegangkan bagi sebagian orang.
Zi Wan melihat pertarungan itu ia sudah tahu siapa pemenang di antara keduanya.
"Xua Ying matilah kau." Ucap salah satu tetua dari Sekte Dewa Langit.
"Kau ternyata terlalu meremehkanku, kalau begitu terima ini." Ucap Xua Ying yang merupakan tetua sekaligus guru di sekte api kegelapan.
"Belati bayangan hitam." Xua Ying melesat dengan sangat cepat yang hanya terlihat bayangan miliknya saja.
"Pedang dewa pembelah langit." Wuhi Fang menebas secara lurus ke depan tapu tebasanya sama sekali tidak mengenai Xua Ying.
"Haha apakah hanya segini saja tekhnik milikmu." Wuhi Fang mengejek lalu menebas dengan kecepatan penuh ketitik fatal bagian leher.
"Sring....
Sebuah belati mengiris tepat di leher Xua Ying, menbuat Xua Ying mengerang kesakitan.
Juri meluhat itu ia langsung mengumumkan pemenangnya lalu menyembuhkan Xua Ying yang tergeletak bersimpah darah.
Untung saja Wuhi Fang hanya memberikan sedikit goresan saja walaun goresanya memang cukup dalam.
"Huh tapi membosankan." Ucap Zi Wan lalu pergi dari sana.
Ia berjalan kembali dan menjumpai sebuah kedai makan kecil di pinggir jalan, ia ke kedai ini karena ia melihat kedai ini cukup menarik baginya, banyak orang yang tidak mengetahuinya bahwa kedai kecil sederhana di pinggir jalan memiliki seorang koki yang memiliki ranah alam naga puncak bahkan para pelayanya rata rata berada di ranah Kaisar, yang paling kuat berada di alam naga awal.
"Kedai yang menarik" Ucap Zi Wan menilai kedai kecil itu.
__ADS_1
.......
BERSAMBUNGH......