
"Apakah ada yang ingin anda pesan tuan." Tanya pelayan Di kedai itu dengan Sopan sambil memberikan beberapa menu makanan pada Zi Wan.
"Berikan makanan terbaik di kedai ini." Kata Zi Wan.
"Baiklah tuan, mohon anda tunggu sebentar." Pelayan itu mengundurkan diri untuk mengambil makanan yang di pesan oleh Zi Wan.
"Oke." Jawab Zi Wan sembari melihat pengunjung yang mulai ramai.
"Hei, sobat apakah kau sendirian." Tanya salah seorang pria kepada Zi Wan.
"Sepertinya matamu harus di periksa, jelas jelas aku sendirian tapi kau masih bertanya." Ucap Zi Wan melihat pemuda yang bertanya padanya.
"Tenang sobat, aku hanya bercanda. Oh ya perkenalkan aku adalah Bu Zhao pemilik dari kedai kecil ini." Ucap Bu Zhao memperkenalkan dirinya.
"Aku sudah tahu." Jawab Zi Wan datar.
"Kau sudah tahu, bagaimana kau mengetahuinya." Tanya Bu Zhao terkejut.
"Bukankah barusan kau yang mengatakanya."
"Sobat, kau suka sekali bercanda." Ucap Bu Zhao.
"Salah, aku adalah orang yang jarang bercanda."
"Sudahlah, apa urusanmu menemuiku, aku tahu kau bukan orang biasa." Tanya Zi Wan menatap serius.
"Haha..., Tuan memang pintar." Kata Bu Zhao memuji.
"Kau kira aku tadi orang bodoh." Ucap Zi Wan sedikit emosi.
Melihat Zi Wan kesal Bu Zhao sedikit takut.
"Hahaha... tuan aku hanya bercanda." Kata Bu Zhao.
"Aku juga hanya bercanda." Ucap Zi Wan.
" Baiklah Tuan, Oh Ya nama tuan siapa."Tanya Bu Zhao.
"Maaf, kau belum berhak untuk mengetahui namaku." Ucap Zi Wan.
"Baiklah, karena tuan tidak ingin memberitahukan nama tuan maka aku akan..."
"Akan menyerangku, membunuhku, mencincangku atau apa." Ucap Zi Wan penasaram.
"Tuan tunggu dulu, aku belum selesai berbicara."
"Baiklah lanjutkan."Ucap Zi Wan.
__ADS_1
"Maka aku akan langsung pada intinya saja." Ucap Bu Zhao.
"Aku sebenarnya adalah putra mahkota dari benua ini, ayahku adalah Sua Ling dan ibuku adalah Bu Yang dan mereka semua adalah para pengikut yang masih setia padaku." Ucap Bu Zhao.
"Jadi apakah kau ingin meminta bantuanku untuk menyerang orang yang telah membunuh ayah dan ibumu." Tanya Zi Wan.
"Benar tuan, aku tahu tuan adalah orang hebat, dan aku yakin tuan bisa mengalahkan Wang Hui itu dengan mudah." Ucap Bu Zhao yakin.
"Dari mana kau tahu kalau akau hebat."
"Tentu saja dari salah satu bawahanku, kebetulan kemarin salah satu bawahanku melihat tuan sedang bertarung dengan bawahan Wang Hui dan tuan mengalahkan mereka dengan mudah." Ucap Bu Zhao.
"Lantas apa yang aku dapatkan jika aku menbantumu." Tanya Zi wan.
"Tuan bisa meminta apapun yang tuan minta."Ucap Bu Zhao.
"Huh... sebenarnya aku tidak ingin ikut campur dalam masalahmu, tetapi karena dia sudah berani memalak uangku maka aku akan membantumu." Ucap Zi Wan menyeringai.
"Benarkah itu tuan." tanya Bu Zhao memastikan.
"Tidak aku hanya bercanda." Ucap Zi Wan seketika senyum senang di wajah Bu Zhao menghilang.
"Tuan benar tidak ingin membantuku."
"Diamlah, aku akan membantumu tapi tidak sekarang mungkin saja setelah tournamen antar negara dan benua berakhir." Ucap Zi Wan.
"Tuan terima kasih, karena tuan sudah berjanji maka makanan di sini semuanya gratis untuk tuan." Ucap Bu Zhao.
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi." Ucap Zi Wan.
Setelah beberapa saat akhirnya pesanan Zi Wan telah datang.
"Tuan sialahkan dimakan." Ucap pelayan itu membungkuk ke arah Zi wan dan juga Bu Zhao.
ZI Wan melihat makanan itu ia langsung melahapnya dalam sekejap.
"Tuan apakah enak." Tanya Bu Zhao.
"Ya lumayan, ini adalah makanan terenak di dunia ini yang pernah kumakan selain buatanku sendiri." Puji Zi Wan.
"Memangnya tuan bisa masak." tanya Bu Zhao.
"Kau meremehkanku."
"Tidak Tuan, hanya saja penampilan tuan tidak terlihat jika tuan bisa masak." Ucap Bu Zhao ragu.
"Ya terserah kau saja." Ucap Zi Wan melanjutkan melahap makananya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat ia selesai melahap semua makanan yang telah di hidangkan.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, Jika kau ingin meminta bantuanku untuk menyerang Wang Hui kau bisa menemuiku setelah tournamen ini berakhir." ucap Zi Wan pergi dari kedai itu.
"Lebih baik sekarang aku kembali." Ucap Zi Wan melesat ke arah penginapanya.
Beberapa saat kemudian akhirnya ia sampai di penginapan, setelah itu ia masuk kedalam penginapan melihat bahwa tempat itu cukup sepi padahal tadinya sangat ramai.
"Mungkin mereka sedang keluar." Ucap Zi Wan lalu memasuki kamarnya.
Melihat ranjang besar di depanya Zi Wan langsung merebahkan tubuhnya di sana, dan ia mulai memejamkan matanya.
Tapi pada saat ia ingin memejamkan matanya ia merasa sesuatu yang sedang mendekat ke kamarnya, merasakan itu ia hanya tersenyum.
"Orang bodoh mana yang ingin memata mataiku" Gumam Zi wan.
"Keluarlah, apakah kau akan terus bersembunyi seperti itu." tanya Zi Wan.
"Hahahaha... Teman kecil, akhirnya aku melihatmu." Ucap orang tua yang memata matai Zi Wan.
"Siapa kau." tanya Zi Wan.
"Oh, apakah kau melupakanku, bukan kau memang tidak ingat denganku, baiklah kalau begitu aku akan memperkenalkan diriku padamu, aku adalah utusan dari orang tuamu, orang tuamu mengutusku untuk melihatmu dengan tujuan untuk melihat kondisimu saat ini." Ucap pria tua itu pada Zi Wan.
" Orang tuaku, apakah kau tahu dimana mereka." Tanya Zi Wan.
"Aku tahu dimana orang tuamu, tapi kau masih belum cukup untuk memasuki tempat orang tuamu berada, walaupun kau membuka semua segel kekuatanmu itu." Ucap Pria tua itu pada Zi Wan.
"Bukankah ranahku merupakan ranah tertinggi." Tanya Zi Wan Bingung.
"Hahahaha, ranahmu memang ranah tertinggi dari keempat alam semesta, tapi tidak di luar keempat semesta ini." Ucap Pria tua itu membuat Zi wan sedikit terkejut.
"Apakah ada alam semesta lain selain empat alam semesta ini." tanya Zi Wan.
"Ada, bahkan sangat banyak, keempat alam semesta ini hanya salah satu dari jutaan alam semesta di luar sana. ucap Pria tua itu pada Zi Wan.
"Jadi selama ini aku hanya katak yang berada di dalam sumur." ucap Zi Wan.
"Teman kecil kau tidak perlu berkecil hati seperti itu, karena selain dirimu sebenarnya tidak ada yang mengetahui hal ini." ucap pria tua itu pada Zi Wan.
"Lagi pula dengan kau membentuk pasukan kecilmu itu di masa depan kau bisa membantu orang tuamu dalam mengurus alam semesta." Ucap Pria tua itu pada Zi Wan.
"Orang tua ya, Hahaha.. apakah mereka menganggapku sebagai anaknya, bahkan mereka saja sama sekali tidak pernah menemuiku dan tiba tiba saja mereka menyuruhmu untuk menemuiku dan hanya menyampaikan bahwa aku harus lebih kuat dan membantunya dalam mengurus semesta, Hahaha apakah itu yang di anggap orang tua yang hanya suka memanfaatkan anak mereka saja, jika kau kembali katakan pada mereka jika mereka ingin meminta tolong padaku mereka harus menemuiku. dasar orang tua bodoh, mereka hanya mengklaim bahwa aku anaknya tapi mereka bahkan tidak pernah menemuiku." Ucap Zi Wan sedikit terisak.
"Kau sekarang boleh pergi dan juga, katakan pada mereka bahwa aku tidak memerlukan perhatian mereka, di masa depan aku yang akan memerintah seluruh alam semesta ini sendiri dan jangan ganggu aku lagi, atau kalian akan menjadi musuhku." Ucap Zi Wan yang mengeluarkan aura kematianya yang sangat kuat dari tubuhnya.
...............
__ADS_1
BERSAMBUNGGG......