
Setelah hantaman itu debu terlihat mengepul di udara menutupi tubuh Xian Di.
"Hahaha... inilah akibatnya jika kau berani melawanku." Ucap penguasa darah serigala.
"Hoe...Hoe.. kau sepertinya sangat senang." Ujar suara yang berada di dalam kepulan debu.
"Apa..!! bagaimana kau bisa belum mati." Ucap Penguasa darah serigala terkejut.
"Mati, bagaimana aku bisa mati jika hanya bertarung dengan serigala jadi jadian sepertimu." Ucap Xian Di menghilangkan debu yang berterbangan menutupi dirinya memeperlihatkan sebuah tangan hitam yang menahan gerakan tangan dari penguasa darah serigala.
Tangan hitam yang berada di belakang Xian Di menggenggam tangan dari serigala bulan merah milik Penguasa darah serigala dengan sangat erat membuat tangan dari serigala bulan merah retak dan setelah itu hancur seperti pecahan kaca.
"Krak... Pyarr...
"Ini bagaimana mungkin." ucap penguasa darah serigala terkejut.
Sebuah siluet iblis dengan dua tsnduk di kepalanya terlihat jelas di belakang Xian Di, Gambar iblis di belakangnya merupakan gambaran dari dewa iblis tertinggi Lucifer yang merupakan bawahan langsung dari dewa Asura.
"Hebat.. aku tidak menyangka dia memiliki jiwa beladiri dewa iblis seperti Lucifer." Ucap Zi Wan yang sedang memangku Huang Li.
"Tapi masalahnya adalah walaupun ia memiliki jiwa beladiri dewa Iblis ia belum bisa mengendalikanya sehingga ia menjadi akan kehilangan kendali atas dirinya sendiri." Ucap Zi Wan melihat perubahan pada mata Xian Di yang mulai menghitam seiring jiwa beladiri iblis menguasai dirinya.
.....
"Apa itu." Ucap penguasa darah serigala yang merasa tertekan.
"Serigala jadi jadian mati." Ucap Xian Di yang mulai kehilangan kendali atas dirinya.
Melihat Itu Penguasa darah serigala melindungi tubuhnya dengan jiwa beladiri serigala bulan merah, tapi walaupun begitu jiwa beladirinya tidak sebanding dengan jiwa beladiri iblis milik Xian Di sehingga dengan satu kali serang jiwa beladiri serigala bulan merah langsung hancur.
" Bommm...." Tangan jiwa beladiri iblis menghantam Penguasa darah serigala hingga hancur tanpa sisa.
.......
"Baiklah sekarang saatnya untuk menghentikanya." Ucap Zi Wan meletakan Huang Li di dahan pohon besar lalu ia melesat ke arah Xian Di.
"Mati...." Teriak Xian Di melihat pergerakan Zi Wan yang mendekat kke arahnya.
"Bocah ini memang terlalu bersemangat." Ucap Zi Wan mengeluarkan jiwa beladirinya yang berwujud seorang dewa dengan pakaian emas dan mahkota di kepalanya yang melambangkan kekuasaan tertinggi.
__ADS_1
Ketika Zi Wan mengeluarkan itu jiwa beladiri itu, Jiwa beladiri milik Xian Di tiba tiba saja melunak, tatapan ganas miliknya berubah menjadi tatapan menyembah. Tak hanya jiwa beladiri Xian Di saja tetapi alam sekitar terlihat menyembah Zi Wan seperti Zi Wan adalah seorang sang pencipta.
"Kelihatanya ini terlalu berlebihan." Ucap Zi Wan yang kembali menarik jiwa beladirinya.
Setelah menarik kembali jiwa beladirinya ia menangkap Xian Di yang telah hilang kesadaranya, setelah itu ia membawa kaduanya dan para penduduk yang tak sadarkan diri kembali kekediaman mereka, Tak lupa ia juga menghapus ingatan para penduduk di sana agar tidak mengalami trauma atas kejadian ini.
.......
Pagipun tiba, Zi Wan sedang duduk di meja makan bersama rombonganya, Rombongan mereka banyak menarik perhatian karena pakaian dan wajah mereka yang cantik dan juga tampan, Tak jarang pemuda maupun pemudi yang ingin berkenalan dengan mereka, tetapi mereka selalu menolaknya.
"Baiklah hari ini sudah cukup, kalau begitu kita lanjutkan perjalanan lagi." Ucap Zi Wan di beri persetujuan oleh semuanya.
...........
Di samudra Lo yang terlihat seorang pemuda dengan pengawalnya sedang mengamati samudra tersebut, Pemuda itu tak lain dan tak bukan adalah Wang Hui.
[ Ding..!! peringatan Huan Luan telah tiada ] Terdengar suara sistem di kepala Wang Hui.
"Apa... siapa yang telah membunuhnya." Ucap Wang Hui sangat marah.
[ Ding, Tuan yang membunuhnya adalah seorang gadis kecil dan saya merasa gadis kecil itu berhubungan dengan orang yang telah membunuh Bai Yang."
"Ding... Tuan Lokasi terakhir kematian Huan Luan berada di hutan dekat dengan kota Wuhan." Jawab Sistem.
"Kalau begitu kirim informasi pada Ao Liang dan Ju Xian suruh mereka untuk bergegas ke tempat itu." Perintah Wang hui pada sistem miliknya.
"Ding.. baik tuan." Jawab Sistem.
Kemudian Sistem milik Wang Hui memerintahkan Ao Lian dan Ju Xia untuk menuju ke arah kota Wuhan.
Ao Liang dan Ju Xian serta beberapa perajuritnya sedang mencari jejak Zi Wan di kota Dai Wang yang merupakan kota terbesar di benua JiYan serta merupakan ibu kota benua JiYan.
"Tuan menyuruh kita untuk pergi kekota Wuhan, Ayo kita pergi kesana." ucap Ao Liang pada Ju Xian.
"Hm..." Ju Xian menganggguk.
Sementara itu disebuah tempat dengan kelompok ras darah serigala.
"Tuan lampu kehidupan dari Sang penguasa telah hancur, apa yang harus kita lakukan." Tanya seorang prajurit kepada seorang panglima darah serigala.
__ADS_1
"Apa... bagaimana bisa..?? siapa yang telah membunuhnya.?." Ucap panglima itu yang bernama Lang Gang.
"Saya tidak tahu tuan." Jawab prajurit itu yang sedang membungkuk.
"Ini sangat gawat, jika para kaisar darah serigala mengetahuinya maka ras darah serigala akan hancur karena perebutan Tahkta penguasa." Ucap panglima itu yang mulai bingung.
"Apa yang harus kita lakukan." ucap panglima itu memegang kepalanya dan seketika ia teringat sesuatu.
"Oh ya.. ambilkan ke enam pecahan batu yang di kumpulkan oleh penguasa." ucap Lang Gang pada prajurit di bawahnya.
"Baik panglima." ucap prajurit itu lalu pergi ke kamar penguasa darah serigalan.
Setelah beberapa saat kemudian Prajurit itu telah membawakan keenam batu yang di kumpulak oleh penguasa darah serigala lalu memberikanya pada Lang Gang.
"Batu ini kurang satu batu lagi dan untuk memanggil leluhur penguasa darah serigala selain mengumpulkan batu adalah dengan darah naga ardez yang berada di pegunungan linfan." Ucap panglima darah serigala.
"Tapi satu hambatanya untuk kesana adalah medannya yang sangat sulit bahkan untuk kultivator puncak alam naga sekalipun." Ucap panglima itu membelai dagu.
"Oh ya, tentang kematian penguasa jangan sebarkan dulu, supaya tidak ada kekacauan di ras kita." Ucap panglima darah serigala pada prajuritnya.
"Baik panglima." Jawab prajurit itu lalu pergi dari sana.
Setelah prajurit itu pergi panglima darah serigala yang awalnya dengan wajah sedih tiba tiba berubah menjadi menyeringai.
"Hahahaha.. akhirnya orang bodoh itu mati juga, aku harus berterima kasih kepada yang membuhnya dengan dia menghilang aku bisa menguasai seluruh ras ini." Ucapnya tertawa lepas.
"Hmm untuk sekarang lebih baik aku pergi ke pegunungan LinFan untuk mengambil darah naga ardez." Ucap panglima darah serigala.
........
Disisi lain terlihat Zi Wan dan beberapa rombonganya telah jauh meninggalkan kota WuHan, sedangkan Ao Liang dan Ji Xuan baru sampai di kota Wuhan.
"Apakah kau merasakan jejak orang yang membunuh Huan Luan." Tanya Ji Xuan.
"Tidak... orang itu sangat hebat pasti mereka menyadarinya dan menghapus aura mereka, tapi yang pasti mereka belum jauh dari sini, ayo kita cari di luar kota ini." Ucap Ao Liang.
.........
BERSAMBUNGG....
__ADS_1