
Patriak sekte sembilan Surga melihat para bawahanya terpukul mundur oleh murid murid Zi Wan ia menjadi sangat marah.
"Bocah Brengsek berani sekali kalian merusak rencanaku."Patriak sekte ular sembilan surga berteriak marah.
Aura alam naga seketika melonjak dari tubuh patriak sekte ular sembilan surga,aura alam naga terus naik hingga berhenti di ranah alam naga tingkat 6,semua pasukan dari kubu kekaisaran Yan langsung terpukul mundur karena aura itu,kekuatan itu sangat dashyat hingga dapat mengubah alam sekitar menjadi mendung.
Aura berwarna Hitam tiba tiba berkumpul mengitari Patriak sekte Ular sembilan surga.
"Tekhnik tranformasi ular iblis."Gumam Patriak sekte ular sembilan Surga.
Aura yang tadinya hanya berhenti di ranah alam naga tingkat 6 tiba tiba melonjak hingga alam naga tingkat puncak.
Aura Hitam yang mengitari tubuh patriak sekte ular sembilan Surga menjadi sosok ular yang sangat besar dengan sembilan kepala di belakang tubuh patriak sekte ular sembilan surga.
Melihat perubahan itu,Zi Wan sedikit tertarik untuk bertarung denganya.
"Hihi,tak heran pak tua ini begitu sombong ternyata ia memiliki tekhnik hebat seperti ini."Gumam Zi Wan berdiri dari tempat duduknya.
"Hahahahaha,dengan kekuatanku ini kalian semua hanya semut di hadapanku."Ucap patriak sekte ular sembilan surga berteriak bangga.
Kaisar Yan menoleh ke arah patriak sekte ular sembilan surga.
Bommmm...
"Hehe,Kakak sebaiknya jika bertarung fokus dulu pada musuhmu."Ucap Yan Gu mengelap tinjunya yang habis mengenai perut kaisar Yan.
"Kau Bedebah beraninya kau memukulku secara diam diam."Kaisar Yan mengelap darah yang mengalir di mulutnya.
"Siapa yang memukulmu secara diam diam,kau saja yang memang tidak memperhatikan musuhmu saat sedang bertarung."Balas Yan Gu.
Kaisar Yan bangkit dari tempatnya terjatuh,ia lalu berlari ke arah Yan Gu dengan pukulan yang mengandung semua kekuatanya.
"Hyatt..."
Bommm......
Yan Gu terpental sangat jauh,Hingga menabrak beberapa bangunan di sana.
Kedua tulang tanganya mengalami retak,tetapi karena ia seorang kultivator tulangnya beregenerasi dengan cepat.
__ADS_1
..........
"Pak Tua Xing,Apakah Kau butuh bantuan."seorang darah serigala muncul di samping patriak sekte ular sembilan surga yang tak lain adalah Jendral utama penguasa darah serigala.
"Hahaha,Saudara Ju apakah kau meremehkanku,hanya semut semut seperti mereka tidak ada apa apanya bagiku Cukup dengan satu seranganku ini,aku pastikan mereka akan mati dengan tubuh tak tersisa."Ucap Pak Tua Xing.
"Baiklah,jika kau mengatakan seperti itu,maka tunjukan kemampuanmu itu."Ucap jendral Ju.
Pak Tua Xing mengangguk,ia menggerakan tanganya seketika ular sembilan kepala di belakangnya bergerak ke langit,setiap kepala sembilan kepala membuka mulutnya membuat sebuah bola berwarna hitam yang mengandung energi jahat yang terbentuk,setelah cukup mengumpulkan energi jahat ular berkepala sembilan menembakan energi hitam ke arah Kubu kekaisaran.
Melihat itu disisi lain Zi Wan menghilang dari tempat ia berdiri lalu ia muncul tepat di tengah tengah tembakan energi hitam milik ular berkepala sembilan.
Zi Wan mengangkat tanganya kedepan seketika sebuah pelindung muncul di depanya.
Bommmm....
Energi jahat itu menabrak pelindung milik Zi Wan sehingga terjadi ledakan yang begitu Dahsyat.
Pak tua Xing menjadi sangat senang ketika ledakan itu terjadi,ia berpikir Jika mereka semua telah mati karena ledakanya,tapi kesenanganya itu langsung kandas saat melihat seorang pemuda yang berdiri di tengah tengah ledakan tanpa adanya luka sedikitpun.
"Pak tua,seranganmu terlalu lemah."Zi Wan berkata sambil menepuk tanganya dari debu ledakan.
"Kau sama sekali tidak layak mengetahui siapa aku."Zi Wan menatap pak tua Xing dengan tatapan tajam.
"Sombong,Hanya Bocah sepertimu berani sekali berkata tidak sopan terhadapku."Teriak pak tua Xing Marah.
"Hahaha,pak tua memangnya kau siapa sampai aku tidak boleh berkata tidak sopan padamu,Bahkan jika itu adalah dewa aku berani memaki mereka apalagi hanya orang lemah sepertimu."Balas Zi wan dengan tatapan Sinis.
"Aku adalah...."Sebelum pak tua Xing memperkenalkan namanya Zi wan sudah melesat terlebih dahulu lalu is memukul wajahnya hingga ia terpental cukup jauh.
"Benar benar lemah."Ejek Zi Wan melihat pak tua Xing yang tergeletak di tanah dengan tanganya yang terentang.
"Kau,berani sekali kau menyerangku secara diam diam."Ucap pak tua Xing.
"Hei,pak tua dari tadi kau selalu menyombongkan dirimu sendiri tetapi kau sendiri sebenarnya sangat lemah."Balas Zi wan dengan ejekan.
"Cih,Akan kutunjukan kekuatanku yang sebenarnya padamu."Pak Tua Xing bangkit dari ia terjatuh,dengan kecepatanya yang melebihi kecepatan suara Ia menghilang dari tempatnya,Menuju ke arah Zi Wan yang berada di udara.
Zi Wan melihat itu juga tidak tinggal diam,ia juga melesat menuju pak tua Xing dengan mengepalkan tinjunya.
__ADS_1
"Bommmm...."
Kedua pukulan itu berbenturan dengan sangat hebat hingga gelombang dari pukulan keduanya membuat langit terbelah menjadi dua.
Tangan Kanan Pak Tua Xing Langsung retak membuatnya terpukul mundur.
Sedangkan Zi Wan masih baik baik saja tanpa luka sedikitpun di tubuhnya.
"Pak tua kekuatan sebenarnya milikimu ternyata sangat lemah,hanya terkena satu pukulan dariku tanganmu langsung patah."Ejek Zi Wan meremehkan.
"Siapa kau sebenarnya?,bagaimana ada orang sepertimu di dunia ini."Tanya Pak tua Xing.
"Pak tua sudah kubilang kau tidak layak untuk mengetahui siapa namaku dan di mana tempatku berasal,Tapi jika kau memang ingin tahu hanya ada satu cara untuk itu apakah kau mau."Ucap Zi Wan.
"Pak tua Xing Jangan dengarkan dia,Dia hanya ingin menipumu,orang ini biar aku yang menghadapinya."Jendral Ju menepuk pundak pak tua Xing sambil menatap ke arah Zi Wan.
"Baiklah,kau hati hati orang ini sangat kuat."peringat pak tua Xing.
Jendral ju mengangguk ia langsung melesat ke arah Zi Wan dengan sebuah belati yang berada di kedua tanganya.
"Oh,cukup cepat tapi masih belum cukup jika untuk menggores pakaianku."Ucap Zin Wan menganalisis kecepatan jendral Ju.
Zi wan menghindari setiap ayunan belatinya,ia menghilang dari satu sisi kesisi lain.
Kecepatan keduanya di udara memang benar benar sangat cepat,hingga hanya beberapa orang saja yang bisa melihat kecepatan keduanya.
"Lambat."Zi Wan berhenti menghindari serangan belati dari jendral Ju,ia menangkap tangan dari jendral Ju.
"Apa yang kau lakukan."Tanya jendral Ju melihat tanganya di pegang Oleh Zi Wan.
"Kau ingin tahu apa yang akan ku lakukan."Ucap Zi Wan misterius.
Jendral ju tetap diam tidak menjawab sambil mencoba menarik tanganyak kembali,tetapi semua itu sia sia.
"Baiklah,karena kau diam aku anggap iti sebagai anggukan."Zi Wan lalu memelintir tangan jendral Ju,setelah itu ia mengangkat tangan jendral ju ke atas lalu membantingnya ke arah Bukit yang jaraknya cukup jauh dari mereka bertarung.
"Bommmmm....."Bukit itu seketika langsung hancur.
...............
__ADS_1
BERSAMBUNGG.....