
Karena kapal yang mereka tumpangi sudah rusak Zi Wan menteleportasikan mereka langsung ke benua Jiyan, Zi Wan Muncul di sebuah hutan yang jaraknya tidak jauh dari kota di benua Jiyan.
Sementara itu di laut terlihat seorang pemuda dengan beberapa pengawalnya, pemuda itu tak lain adalah wang hui yang bergegas mencari Zi Wan setelah mengetahui informasi dari sistem jika bawahanya telah di bunuh oleh seseorang.
Melihat jejak pertarungan disana membuat Wang Hui tidak percaya karena terlihat disana laut membeku hingga beberapa km bahkan langit kuga terlihat telah terbelah.
"Sistem sebenarnya apa yang terjadi." Ucapnyayang terlihat ngeri dengan pertarungan ini.
Mendengar Itu sistem langsunh mengeluarkan suara khasnya.
[ Ding..!! Tuan ini adalah akibat pertempuran antara Orang itu dan Bai Yang. ]."
Wang Hui yang mendengar jawaban dari sistem ia bergidik ngeri, sebagai pria yang masih menginjak masa remaja tentunya Wang Hui merasa ketakutan. Sebenarnya Wang Hui adalah sosok pemuda yang pengecut, jika ia memiliki lawan yang lebih kuat darinya ia akan mengandalkan bawahanya untuk melawan, jika lawanya lebih lemah darinya ia akan membantainya sendiri, tapi saat ini ia menyadari jika pertarungan ini lebih dari apa yang ia mampu lakukan. Walaupun kekuatan Wang Hui sudah sangat kuat dan melampaui ranah di dunia ini tapi karena ia belum bisa mengendalikan kekuatanya maka ia tidak bisa menggunakan potensi kekuatan maksimalnya meski ia memiliki seorang sistem yang membantu.
Sistem bisa saja terus meningkatkan kekuatan Wang Hui dengan mudah tetapi jika ia melakukan ini sama saja ia membuat Wang Hui ketergantungan terhadapnya dan membuat dirinya tidak bisa mengeluarkan potensi terbesar dalam dirinya sendiri.
Kadan Sistem sedikit menyesal karena para dewa telah memilih tuan yang salah terhadapnya, tapi bagaimana lagi ini sudah terjadi dan ia hanya bisa menjalaninya saja, jika ia memberontak ingin keluar dari tubuh Wang Hui ia akan mendapat hukuman dari para dewa dan itu alasan kenapa ia tidak keluar dari jiwa wang Hui.
"Sungguh mengesankan, jika aku bisa merekrut orang itu untuk menjadi pengawalku maka aku tidak perlu takut lagi dengan siapapun di dunia ini, bahkan mungkin para penguasa setiap benua dan lautan akan tunduk padaku..." Ucapnya menyeringai.
"Sistem bisakah kau membantuku bernegosiasi dengan orang itu." Tanya Wang Hui.
[ Ding..!! Maaf tuan kali ini saya tidak bisa membantu tuan, karena orang ini sebenarnya mungkin lebih kuat dari para dewa sendiri, karena aku tidak bisa mendeteksi ataupun melihat takdir masa depan dan masa lalunya ]
"Cih.. Jika tidak mau kau jangan beralasan yang tidak tidak, kupikir aku percaya dengan apa yang kau katakan, bagaimana orang yang hidup di dunia ini bisa lebih kuat dari dewa..Cih alasan yang bodoh." Kata Wang Hui memaki Sistemnya sendiri, sedangkan sistem miliknya hanya diam.
"Ao Liang cari orang itu jika kau menemukanya bunuh dan bawa kepalanya padaku, Jika berhasil aku akan berikan hadiah padamu." Ujar Wang Hui pada Ao Liang yang merupakan bawahan terkuat keduanya setelah baiyang yang sudah mati di bunuh oleh Zi Wan.
"Baik siap laksanakan Tuan." Ao Liang menunduk dengan hormat.
"Ju Xian kau ikutlah denhan Ao Liang, dan untuk Bi Lao ikutlah denganku ayo kita tangkap wanita cantik di samudra Lo Yang." ujar Wang Hui pada Ju Xian Dan Bi Lao.
"Siap laksanakan tuan."
__ADS_1
Mereka bertiga dan para bawahan mereka mengangguk lalu melesat melakukan tugas dari Wang Hui.
Sementara itu Wang Hui Dan Bi Lao melesat bersama dengan para bawahanya ke arah samudra Lo Yang.
Wang Hui menuju Samudra Lo Yang karena ia ingin menangkap Leluhur Siren atau Cun Ying yang merupakan wanita dengan kecantikan yang tiada tara meskipun leluhur siren sudah memiliki umur yang cukup tua tapi Wang hui tidak peduli selama itu adalah wanita cantik ia harus memilikinya karena ia berpikir selama ada sistem salam dirinya tidak ada yang tidak bisa ia dapatkan didunia ini.
.........
"Guru ini...!! apakah kita sudah sampai?." tanya salah satu murid Zi Wan.
"Ya kita sudah sampai di benua JiYan."Jawab Zi Wan sambil mengusap kepala salah satu muridnya itu.
Melihat perlakuan Zi Wan padanya ia menjadi sangat senang.
Zi Wan dan Lainya lalu berjalan ke arah Kota Yang berada di dekat sana, kebetulan sekali pada saat dalam perjalanan tiba tiba mereka berpapasan dengan rombongam kaisar yan jadi mereka memutuskan untuk menumpang.
Zi Wan akhirnya mengambil nafas lega karena terbebas dari kedua wanita pengganggu itu.
"Tuan Wan jika saya boleh tahu, bagaimana anda mendidik para murid anda hingga semua murid anda bisa berada pada ranah alam naga hanya dalam beberapa bulan ini." Tanya kaisar yan yang ingin tahu.
"Hehe apakah kaisar Yan ingin menjadi muridku." Tanya Zi wan menyeringai yang sudah menangkap maksud dari kaisar yan.
"Hehe Tuan Wan memang bijak, aku bahkan tidak mengatakan itu tapi tuan Wan sudah tahu apa niatku." Ucap Kaisar yan.
"Tapi Sepertinya saya menolak kaisar yan, karena saya hanya mengangkat anak muda sebagai murid bukan orang tua." Ucap Zi Wan menusuk Kaisar Yan.
"Huh sepertinya aku harus bereinkarnasi terlebih dahulu agar bisa menjadi muridmu."
Mendengar Itu Zi Wan hanya tersenyum.
"Tuan Wan sepertinya kita sudah sampai." Ucap Kaisar Yan melihat dari jendela kereta kudanya.
Mengangguk..
__ADS_1
Rombongan mereka dihadang oleh penjaga gerbang kota Wuhan, Kedua penjaga yang menghadang mereka memintai token identitas.
"Maaf Tuan Untuk memasuki Kota ini tuan harap memberikan kartu identitas dan juga membayar 20 koin emas per orang."Ucap penjaga itu yang sedang membawa senjata berupa tombak di tanhan kananya.
"Apa... 50 koin emas kalian mau merampok kami." Ujar Zi Wan Marah, Walaupun uang miliknya sangat banyak tetapi ia tak mau mengalami kerugian.
Kaisar Yan mendengar itu kedua matanya melotot karena terkejut, padahal biasanya masuk ke kota hanya memakan biaya beberapa koin perak saja tetapi di sini bisa mencapai 50 koin emas, jika ini bukan perampokan lalu apa.
"Maaf tuan kami tidak merampok tapi ini memang peraturan dari kaisar Benua jiyan sendiri." ujar Penjaga itu dengan perasaan yang merasa bersalah.
"Kaisar...?? apakah Sua Liang yang memberi harga ini." Kata Kaisar Yan.
"Maaf tuan kaisar Sua Liang sudah mati dan sekarang kaisar benua jiyan sudah berganti kaisar Wang Hui." Jawab penjaga gerbang.
"Apa Sua Liang sudah mati...!!! Siapa yang telah berani membunuhnya??." Kaisar Yang terkejut.
.........
"Guru....!! Ada apa kenapa lama sekali." Ucap murid murid Zi Wan yang masih berada di kereta mereka.
"Tidak hanya ada sedikit gangguan saja, tidak perlu khawatir." Ucap Zi Wan.
"Baiklah..."
Dengan berat hati Zi Wan dan Kaisar Yan Patungan untuk membayar biaya masuk mereka.
Mereka telah kehilangan sebanyak 1500 koin emas saja.
"Hah kita harus berhemat." Ucap Zi Wan melihat 800 koin emasnya yang hilang di depan matanya, walaupun itu hanya sebagian kecil dari harta miliknya tetapi tetap saja sesak saat melihat hartanya hilang hanya untuk membayar masuk ke dalam kota.
..........
BERSAMBUNGG...
__ADS_1