
Kesepuluh tetua masih memandangi Zi Wan dengan aneh,Mereka merasa Zi Wan adalah orang yang tidak bisa di singungg karena kaisar sendiri bahkan tidak berani denganya apalagi mereka yang hanya tetua sekte pinus gembira.
Seorang wanita paruh baya terlihat terbang di atas kediaman Zi Wan,wanita paruh baya itu adalah orang yang sama dengan orang yang menjual rumah ini waktu itu,yang tak lain adalah ketua sekte pinus gembira.
ia sebenarnya dari tadi sudah berada di atas langit mengamati pertarungan antara Zi Wan,kaisar Yan dan para tetuanya.
"He kau apakah kau hanya akan bersembunyi di sana."Zi Wan menoleh ke atas dan bisa melihat Wanita paruh baya yang mengamatinya dari tadi.
Menyadari Zi Wan sudah mengetahui keberadaanya,wanita tua itu turun dan memberikan hormat kepada Zi Wan,dengan sedikit membungkuk ke arahanya.
"Matriak....,Salam Matriak."Kesepuluh tetua itu terkejut dan memberikan salam ke arahnya.
"He..he ternyata kau adalah matriak sekte pinus gembira."Ucap Zi Wan yang baru menyadarinya.
Wanita tua itu mengangguk ke arah Zi Wan.
"Jadi apa yang ingin kau lakukan disini?,apakah kau juga akan menyerangku seperti mereka."Tanya Zi Wan.
"Tidak tuan,saya hanya ingin melihat pertarungan tuan tadi jadi saya pergi kesini."Jawab Wanita tua itu jujur takut kalau ia berbohong ia akan menyinggung Zi Wan dan itu bisa berdampak pada sektenya.
"Oh..apakah kau menikmatinya."Tanya Zi Wan membuat Wanita tua itu menunduk tak berani menjawabnya.
"Ah sudahlah,kalian pergilah,aku ingin bersantai sambil menunggu malam tiba."Ucap Zi Wan acuh lalu ia masuk ke dalam rumahnya.
"Baik tuan."Mereka semua membungkuk ke arah Zi Wan lalu melesat kembali ke sekte mereka.
Di dalam sekte kesepuluh tetua terkena omelan dari ketua sekte,membuat mereka hanya bisa mengangguk dan menunduk merasa bersalah,Untungnya Zi Wan bukan orang yang berpikiran sempit sehingga mereka bisa selamat,jika Zi Wan adalah oranga mudah tersinggung Mungkin Sektenya akan di hapus dari sejarah.
"Sudahlah,tidak ada gunanya juga aku memarahi kalian,sekarang lebih baik kalian jangan pernah menyinggungnya atau kalian bisa keluar dari sekte ini."Ketua Sekte memutuskan bahwa siapa saja yang menyinggung Zi Wan akan di usir keluar dari Sini,karena ia bisa merasakan bahkan Zi Wan ini lebih kuat dari sang kaisar sendiri,dan ia tadi melihat Zi Wan hanya menggunakan sedikit kekuatanya tetapi ia sudah bisa membuat mereka semua kewalahan,jadi sebaiknya menjadi temanya dari pada musuhnya.
"Baik Matriak."Kesepuluh tetua membunggkuk ke arah matriak sekte.
"Baiklah sekarang kalian pergilah,dan lakukan pekerjaan kalian masing masing.
Mereka semua mengangguk dan lalu pergi meninggalkan aula pertemuan.
.......
Zi Wan terlihat seperti biasanya,ia sedang menyesap teh di lantai ke dua sambil mengamati pekerjaan para prajurit kekaisaran yang sedang melakukan tugasnya masing masing.
"Ah..bernar benar nikmat."Ucapnya menikmati teh yang ia sesap.
Tak terasa pagi sudah berganti sore,Zi Wan terlihat baru saja selesai membersihkan tubuhnya yang gerah,ia memakai baju berwarna hitam dengan motif pheonik berwarna merah.
Zi Wan berjalan menuruni tangga Dengan wajah cerahnya,hal itu dikarenakan ia akan menghasilkan uang yang banyak malam ini.
__ADS_1
"Tuan,pakah saya perlu mengantar tuan."Tanya Sin Lang melihat Zi Wan yang hendak pergi.
"Tidak perlu,kau jaga rumah saja."Zi Wan berbicara sekilas lalu ia keluar dari kediaman,dan ia bisa melihat kalau matahari sudah berada di ufuk barat,Yang berarti akan segera tenggelam dan akan berganti malam penuh Bintang.
Zi Wan dengan langkah pasti ia menghentakan kakinya dari tanah melompat dari atap satu ke atap yang lainya dengan kecepatan di luar nalar manusia,yang bahkan berkali kali lebih cepat dari kecepatan suara.
Tak sampai 10 detik ia sudah mencapai tempat tujuanya,yaitu pelelangan Bulan suci.
Di sana Terlihat sangat ramai,walaupun hari masih sore,karena mereka tidak ingin ketinggalan untuk mendapatkan tempat,mereka takut jika akan kehabisan tempat apalagi banyaknya keluarga besar kali ini yang akan datang,dan rumor yang tersebar tentang kedatangan kaisar yan pada malam hari ini,sehingga itu menambah keantusiasan mereka untuk datang ke pelelangan bulan suci lebih cepat.
Zi Wan memperhatikan kepadatan pengunjung ia dapat mengetahuinya,ini pasti karena kedatangan kaisar malam ini,dan juga mungkin banyak benda berharga yang akan di lelang nanti.
Zi Wan menerobos kepadatan di sana,dan langsung menuju ke tempat penjagaan yang kebetulan masih belum ada yang mengantri di sana.
Melihat kedatangan Zi Wan,kedua penjaga itu langsung menyambutnya dengan ramah.
"Tuan,apakah anda akan melelang barang."Tanya Kedua penjaga itu,karena tempat yang sepi itu ternyata adalah tempat untuk melelang barang.
"Hmm...."mengangguk.
"Bisakah kalian berdua antarkan aku pada pemilik tempat lelang ini."Tanya Zi Wan.
"Bisa Tuan,mohon anda ikuti saya."Penjaga itu membungkuk dan berjalan kedalam dengan di ikuti Zi Wan dari belakang.
beberapa saat kemudian akhirnya merek berdua sampai di ruangan pemilik pelelangan bulan suci.
penjaga itu mengetuk pintu,dan bisa terdengar suara seorang wanita,yang menjawab dari dalam ruangan itu.
"Masuklah....."Ucap suara itu.
Penjaga itu membuka pintu ruangan itu,dan dapat terlihat seorang wanita yang di kenal oleh Zi Wan sedang mengurus berkas berkas di sana.
"Kau!!aku tak menyangka dunia ini begitu sempit,juga aku tak tahu jika sebenarnya kaulah pemilik pelelangan ini."Ucap Zi Wan melihat seorang wanita cantik yang tak lain adalah Yan Li.
Yan Li mendengar itu ia menoleh dan bia melihat bahwa yang di bawa penjaga itu adalah Zi Wan,Ia memasang senyum paling manisnya ke arah Zi Wan.
"Hehe...tuan Wan kita bertemu lagi."Yan Li memperlihatkan sepasang gigi putihnya yang terlihat sangat Cantik.
"Ya..,langsung ke intinya saja,aku ingin melelang 2000 inti hewan iblis dan juga pisahkan dua inti hewan iblis yang ini lelang secara terpisah."Zi Wan menunjuk kedua inti hewan iblis milik kaisar harimau dan penguasa naga.
Yan Li mengangguk dan memberikan sejumblah besar platinum,ke arah Zi Wan.
"Tuan,sementara ini aku akan membayarmu 10000 koin platinum terlebih dahulu,sisanya akan saya berikan ketika lelang selesai.
10000 koin platinum\=100000 koin emas dan 1000000 koin perak.
__ADS_1
"Baiklah terserah kau saja."Zi Wan duduk berhadapan dengan yan Li.
"Jadi nona Li,karena kau bermarga Yan,apakah kau termasuk keluarga kekaisaran."Tanya Zi Wan.
"Ya,aku merupakan bagian keluarga kekaisaran,Apakah tuan terkejut dengan identitasku."Jelas Yan Li dengan bangga berharap Zi Wan akan lebih menghormatinya.
"tidak..."Jawab Zi Wan datar.
"Kapan pelelangan akan dimulai."tanya Zi Wan tak sabar ingin segera mendapatkan uang.
"Tuan,anda terlalu awal datang kemari,pelelangan akan di mulai pada tengah malam."Jawab Yan Li membuat Zi Wan lesu,Jika ia membuka segel kekuatanya ia bisa mempercepat waktu dunia ini tetapi karena ia tak ingin membukanya Zi Wan hanya bisa bersabar.
"Tuan..sambil menunggu pelelangan di mulai,bagaimana kalau kita pergi ke restoran terlebih dahulu,aku tahu restoran terenak di sini."
"Oh..apakah itu lebih enak dari masakanku."Tany Zi Wan ragu.
"itu....,jika dibandingkan dengan masakan tuan,aku yakin jika semua masakan di dunia ini walaupun di gabungkan tidak akan pernah bisa menyaingi masakan tuan."ucap yan li.
Yan Li menatap Zi Wan dengan penuh harapan.
"Ada apa."Zi Wan bisa menebak apa yang di diinginkan Yan Li.
"Tuan,bisakah anda buatkan makanan untuku."Ucap Yan Li penuh harap sambil memasang mukai imutnya yang bisa membuat siapapun luluh.
"Huuhh...baiklah,aku akan buatkan untukmu.
Yan Li mendengar itu merasa senang,Hingga karena kesenanganya ia memeluk Zi Wan dengan erat,membuat Zi Wan susah untuk bergerak,tetapi Ia juga tersenyum karena bisa menikmati keempukan gunung kembar milik Yan Li.
"Hehe aku tak menyangka,Miliknya begitu besar."Ucap Zi Wan tertawa di dalam hatinya.
Merasa bahwa ia terlalu berlebihan,Yan Li melepaskan pelukanya dengan merona malu.
"Kenapa kamu melepaskannya begitu cepat."Tanya Zi Wan.
"Oh,apakah tuan ingin di peluk lagi."Ucap Yan Li malu malu.
"Hehe..."ucap Zi Wan tertawa mesum,sambil memandangi dada yan li,menyadari itu Yan Li berbalik sambil menutupi dadanya.
"Tuan,apa yang kau lakukan."Yan Li berbalik dengan wajah malunya sekaligus bahagia,entah kenapa tetapi ia selalu merasa bahagia jika ia berada di dekat Zi Wan.
"Haha....Aku hanya bercanda."Ucap Zi Wan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah tunjukan Dimana dapurmu."Tanya Zi Wan.
..............
__ADS_1
BERSAMBUNGG....