
"Upss... Meleset." Ucap Bou Lu yang baru saja melempar sebuah pedang ke arah salah satu bajak laut itu.
"Cih... beraninya kalian menyerangku secara diam diam." Teriak bajak laut itu marah.
"Hahaha, menyerangmu secara diam diam, bukankah kau juga melakukan hal yang sama pada kami , kau pikir kami tidak tahu tentang racun yang kau sembunyikan di makanan tadi." Ujar Bou Lu menimpali.
"Sekarang cepat beritahu apa alasanmu meracuni kami atau..." Ujar Xian Di menyeringai lebar sambil memgeluarkan aura alam naganya.
Semua orang yang menjadi bajak laut itu terkejut sekaligus tertekan karena aura alam naga yang di lepaskan oleh Xian Di.
"Ini.... bagaimana bocah seperti dia sudah berada di alam naga." Ujar pemimpin mereka mengeluarkan seteguk darahnya.
Bai Yang yang merupakan bawahan dari Yang Bu melihat itu ia mengernyitkan dahinya, lalu mengeluarkan sebuah kekuatan yang melebihi alam naga sehingga membuat aura yang di pancarkan oleh Xian Di tertekan dan menghilang.
Zi Wan melihat itu ia tersenyum tipis, lalu ia juga mengeluarkan auranya untuk menghentikan aura milik Bai Yang.
"Hehe, lumayan.... kau cukup kuat untuk menjadi tandinganku, tapi bila untuk mengalahkanku kau masih belum cukup." Ujarnya berjalan ke depan dengan tatapan tajam.
"Ikutlah denganku, aku bisa memberikan kalian kekuasaan dan apapun yang kalian minta selama kalian mengikuti tuanku." ajak Bai Yang.
"Haha... sungguh bodoh....!! menurutmu aku percaya denganmu." Setelah mengatakan itu Zi Wan melesat dengan kecepatan penuhnya.
Ia mengayunkan tanganya kedepan untuk meraih kerah dari Bai Yang, tapi karena kekuatan Bau Yang yang lebih kuat darinya Bai Yang hanya menghindarinya dengan mudah, sehingga Zi Wan tida mengenai apa apa.
"Cukup cepat, tapi masih sangat lambat jika berhadapan denganku." Ucap Bai Yang memandang remeh Zi Wan.
"Tenang, itu tadi hanya pemanasan untuk meregangkan tubuhku ini." Ucap Zi Wan mengeluarkan sebuah pedang dari Cincin penyimpananya.
"Tarian pedang musim semi." Ujar Zi Wan yang bergerak dengan anggun ke arah Bai Yang.
Bai Yang melihat itu ia bingung sekaligus terkejut saat melihat gerakan pedang yang sangat halus dan sangat mematikan. Walaupun Zi Wan tidak terlalu menguasai pedang tapi jika ia berhadapan dengan dewa pedang dari 3 semesta ini ia masih bisa mengalahkan mereka.
Pedang Zi Wan meliak liuk seperti seekor naga yang hendak menerkam mangsanya, Setiap gerakan yang Zi Wan mainkan mengandung niat pedang yang sangat menakutkan, sehingga membuat Bai Yang merasa tertekan.
"Ini niat pedang...!! Bagaimana di dunia sempit ini ada orang yang menguasai niat pedang sekuat ini." Bai Yang menggertakan giginya saat melihat Zi Ean yang semakin mendekat ke arahnya.
__ADS_1
Pedang Zi Wan mengayun ke arah jantung Bai Yang, Bai Yang melihat itu langsung menghindarinya.
"Sudah cukup sampai disini aku akan membunuhmu." Teriak Bai Yang mengeluarkan sebuah belati kecil yang ia pegang di kedua tanganya.
Dengan gerakan secepat kilat ia menebas ke arah Zi Wan, layaknya seorang assasinn. Zi Wan di sisi lain masih tampak cukup tenang dengan pedangnya yang mengarah kedepan.
Dengan indra spiritualnya ia bisa merasakan setiap gerakan yang di buat oleh Bai Yang.
Kapal itu sudah beberapa kali hancur karena pertarungan keduanya, sehingga menyebabkan kapal itu sudah mulai tenggelam karena ada beberapa yang bocor.
Zi Wan sekarang masih dalam posisi bertahanya, menangkis setiap serangan dari Bai Yang.
Tak mau berlama lama, Qin San meningkatkan kekuatan pedangnya yang awalnya hanya niat pedang menjadi tubuh menjadi pedang.
Tubuh menjadi pedang merupakan tingkatan pedang tingkat ketiga setelah pemula pedang, niat pedang.
Orang yang menguasai tubuh pedang dapat mengubah apapun menjadi sebuah pedang.
Karena Zi Wan meningkatkan pedangnya menjadi tubuh menjadi pedang, ia melepaskan pedangnya lalu ia melesat di udara, mengubah angin, dan air yang berada di sekitarnya menjadi sebuah pedang.
Laut biru sudah tertutup oleh es membuat suhu disekitar menjadi sangat dingin, mata Zi Wan memancarkan cahaya biru terang menatap ke arah Bai Yang, Bai Yang yang merasa di tatap oleh Zi Wan ia merasa bahwa dirinya sedang di tatap oleh seseorang yang sangat besar sedangkan dirinya hanya setitik debu saja di bandingkan orang itu. Perubahan itu tidak hanya terjadi pada alam sekitar saja tetapi di seluruh semesta itu bisa merasakan aura dari kemarahan Zi Wan yang membuat resonansi alam menjadi tidak stabil karenanya.
"Mati...!!." ujar Zi Wan pelan, seketika pedang es itu bergerak menuju Bai Yang.
Bai Yang disisi lain menggenggam belatinya lalu ia berkata.
"Sayatan cakar phoeniks." Sebuah phoenik besar terlihat muncul di tubuh Bai Yang.
Bai Yang kemudian melesat diikuti dengan phoeniks yang menyatu di tubuhnya.
Bammmm.....
kedua kekuatan itu meledak dengan hebat hingga laut dan langit terbelah menjadi dua, membuat gelombang yng sangat besar.
Zi Wan di langit is berdiri sambil memandang ledakan itu dengan acuh tak acuh, semestara itu Bai Yang yang berbenturan langsung dengan kekuatan Zi Wan ia terlihat jatuh dengan keras ke dasar laut.
__ADS_1
"Ck..ck...ckk... sayang sekali sudah kalah." Ucap Zi wan melihat ke arah tempat Bai Yang terjatuh.
Setelah mengalahkan Bai Yang Zi Wan menoleh ke arah para muridnya yang berada di atas langit yang sedang memperhatikan pertarunganya.
Melihat Zi Wan menatap mereka, semua murid Zi Wan menuju ke tempat Zi Wan berada.
"Guru kamu sangat hebat, Guru Bisakah guru mengajariku jurus itu." Kata murid muridnya yang kagum terhadapnya.
"Hahaha... guru pasti Hebat... jadi kalian juga harus lebih hebat dari guru." Ucap Zi Wan dengan bangga.
"Guru, siapa orang itu kenapa tiba tiba mereka ingin menjebak kita, apakah kita punya salah dengan mereka." ujar Fang Shi dengan tatapan polos.
"Mereka hanya sekelompok serangga yang miskin, mungkin mereka berpikir bahwa kita adalah orang kaya jadi mereka berniat untuk merampok kita." Jawab Zi Wan pada Fang shi.
Di sebuah kerajaan terlihat seorang pemuda yang sedang bersenang senang dengan para wanitanya, ia tak lain adalah Wang Hui, ketika ia sedang menggarap para wanita itu tiba-tiba terdengar suara dari kepalanya.
[Ding...!! Peringatan Bai Yang telah terbunuh.]
Dering system di kepala Wang Hui.
Mendengar itu Wang Hui menghentikan aktifitasnya, ia bertanya kepada system lagi memastikan bahwa yang ia dengar tidan salah.
"Bisakah kau ulangi lagi." Ujarnya dingin.
[ Ding....!! Tuan, Bai Yang telah terbunuh, Tuan harap hati hati.]
Bammmmm......
Wang Hui menendang wanita yang berada di depanya hingga ia tersungkur dengan keras menyebabkan ia pingsan di tempat dengan darah yang mengalir di kepalanya.
"Berani sekali...!! Siapa yang berani membunuh bawahanku, apakah dia sedang mencari kematian." katanya dengan marah membuat aura di aula kerajaan itu menjadi sangat kacau.
"System berikan semua poin system padaku, dan tingkatkan kemampuanku sekarang, aku ingin pergi dan membunuh orang itu di tanganku." Ucap Wang Hui dengan aura membunuh di sekitar tubuhnya.
............
__ADS_1
BERSAMBUNGG