
Semua orang melihat itu mentap kasihan terhadap Yang Bu karena telah berani bersinggungan dengan orang yang salah.
Hari itu berita tentang kematian Yang Bu dan seluruh kru bajak lautnya terdengar jelas di kota Luo Bing, banyak orang yang merasa senang karena kematian Yang Bu, kali ini mereka benar benar sudah bebas dari ancaman kelompok Yang Bu yang selalu bertindak semena-mena di kota Luo Bing tanpa ada yang bisa mengaturnya.
Di sebuah tempat di benua Jiyan terlihat seorang pemuda bersama dengan para wanita yang sedang melayaninya, pemuda itu adalah seorang penguasa di benua Jiyan, walaupun pemuda itu masih muda tapi kekuatanya sudah bisa menyamai Zi Wan, Pemuda itu juga merupakan pemimpin baru di benua Jiyan.
Ding...
[ Tuan salah satu pengikut tuan telah terdeteksi mengalami kematian ]." ucap sebuah suara yang berada di kepala pemuda itu yang bernama Wang Hui.
Mendengar sebuah notifikasi dari sebuah system yang berada di dalam tubuhnya, Wang Hui bangkit dari singgasananya, sehingga membuat beberapa wanitanya terkejut karena melihat Wang Hui tiba tiba menjadi sangat marah.
" Cih... beraninya dia, System apakah kau tahu siapa yang membunuhnya." Tanya Wang Hui kepada System yang ada di dalam tubuhnya.
Ding...
[ Maaf tuan saya tidak bisa mendeteksi siapa yang membunuhnya, tetapi tuan saya harap tuan tidak bersinggungan denganya karena kemungkinan orang itu sangat kuat, sehingga bahkan saya system Sang dewa tidak bisa mendeteksinya ]." Ujar system pada Wang Hui.
"System bodoh, hanya mendeteksi manusia biasa saja tidak bisa, bagaimana kau bisa mengklaimku menjadi orang terkuat di semesta." Ujar Wang Hui mrmaki System.
Wang Hui dahulunya hanya manusia biasa yang sangat baik, sehingga para dewa menunjuknya untuk mempercayakan sebuah system agar ia bisa melindungi semesta, tapi tak di sangka ketika ia sudah mendapatkan system tiba tiba sifatnya berubah menjadi buruk, Wang Hui yang tadinya adalah manusia yang baik menghilang begitu saja dan sifat binatangnya muncul entah dari mana, bahkan ia tak segan untuk mengambil istri orang lain hanya untuk memuaskan hasrat duniawinya, System yang berada di tubuh Wang Hui kadang kadang mengeluh melihat sifat tuanya ini yang sangat jahat, ia bahkan memohon pada para dewa untuk melepaskan ia dari Wang Hui, tapi para dewa juga tidak bisa berbuat apa apa karena system yang mengatur adalah alam, jika Para dewa menghapus paksa sama saja para dewa menentang alam.
System itu terdiam ia ingin marah tetapi juga tidak bisa karena bagaimanapun dia adalah tuanya dan tugas system adalah membimbing tuanya agar bisa menjadi orang terkuat di semesta bukan untuk memarahinya.
"Bai Yang cepat kirim pasukan dan selidiki siapa yang telah berani membunuh pengikutku, kalau kau menemukanya bawa ia hidup hidup aku ingin melihat ia berlutut di bawah kakiku." Perintah Wang Hui pada Bai Yang.
"Baik Tuan, laksanakan." Ujar Bai Yang yang merupakan bawahan Wang Hui yang ia peroleh dari system dan memiliki kekuatan di atas dunia ini.
Setelah memerintah bawahanya Wang Hui kembali melihat para wanitanya yang sedang telanjang di bawah kakinya, dengan nafsunya yang sudah membara Wang Hui mekakukan itu pada para wanitanya.
__ADS_1
Di sisi lain di kota Luo Bing
Zi Wan yang masih termenung di balkon kamarnya dengan menikmati tehnya tiba tiba menyeringai penuh arti, Yan Li dan Arthena melihat senyuman itu mereka bingung.
"Guru... apakah guru mau ikut kami?, aku dan kakak seperguruan akan mengunjungi pasar Kota Luo Bing." Teriak shi Kecil yang berada di pintu Kamar Zi Wan.
Mendengar suara murid kesayanganya itu, Zi Wan menjawab.
"Bukankah tadi siang kalian sudah membeli keperluan kalian...!! apakah keperluan tadi siang sudah kalian hanbiskan." Jawab Zi Wan yang sudah membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan shi kecil dan murid lainya masuk.
"Anu Guru.... sebenarnya kami hanya mengikuti kakak laki laki saja, karena kakak laki laki bilang mereka akan pergi ke pasar jadi kami akan ikut." Ujar Shi kecil beralasan.
"Jadi begitu...." Ucap Zi Wan sambil melhat ke wajah Lou Bu, Bou Lu, Xian Di dan lainya yang terlihat seperti baru saja mengalami kesedihan.
Zi Wan tahu bahwa mereka pasti di paksa oleh adik adik kecilnya itu, agar mengiyakan perkataan mereka, supaya Ia mengizinkanya.
"Hehe yang ingin berbelanja sebenarnya kalian atau kakak laki laki kalian." Ujar Zi Wan.
Wajah imut mereka merupakan serangan fatal bagi Zi Wan, Entah kenapa jika mereka memasang raut wajah seperti itu ia selalu saja tidak bisa menolak permintaan mereka.
"Baiklah, tapi kalian harus berhati hati." Ucap Zi Wan yang mengizinkan mereka.
Wajah Shi kecil dan murid lainya berbinar saat Zi Wan menyetujuinya sedangkan untuk kakak laki laki mereka langsung memucat.
"Baik Guru.. Aku sayang Guru." Ucap mereka serempak dengan memeluk Zi Wan.
"Kalian para laki laki, jaga adik adik kalian dengan benar." Ujar Zi Wan memperingarkan murid laki lakinya.
"Gu..Guru tenang saja kami pasti akan menjaga adik adik kami yang manis ini." Kata Xian Di memaksakan tersenyum.
__ADS_1
"Guru kalau begitu kami pergi dulu."
Zi Wan mengangguk lalu ia membelah dirinya menjadi dua, ia menyuruh clonenya untuk mengawasi murid muridnya.
..................
Satu hari berlalu dengan cepat, kini adalah hari kedua mereka berada di kota ini, Karena tidak ada yang bisa mereka lakukan Zi Wan memutuskan untuk melanjutkan perjalananya ke Benua zi Yan.
Para pria sudah siap untuk berangkat dan hanya tinggal menunggu para wanita yang sedang merias wajah mereka.
para muridnya laki laki Zi Wan cukup jengkel saat menunggu para wanita yang sedang merias wajah mereka.
"Wanita memang makhluk yang lama." Ucap Lou Bu yang sudah mulai bosan menunggu adik adiknya itu.
"Saudara Bu jangan keras keras, jika mereka mendengarnya bisa habis nasib kita."Kata Bi Seng pada Lou Bu.
"Kakak kami memdengarnya, Sekarang Hukuman apa yang kakak mau karena telah mengejek kami, jika guru mengetahui kakak mengejek kami apa yang akan guru berikan pada kakak kakaku tersayang ini." Kata Fang Ling uang baru saja memergoki kakak laki lakinya berkata buruk tentang mereka.
"Eh..Ling...Ling'er kamu pasti salah dengar kami sama sekali tidak membicarakan kalian." Jawab Bou Lu menyangkal.
"Oh benarkah, Apakah kakak laki laki semua berpikir bahwa kami Tuli." Ucap Fang Ling menyeringai bersama dengan para saudari saudarinya.
Melihat itu mereka bergidik ngeri saat mengetahuo bahwa mereka sudah menyinggung monster yang seharusnya tidak mereka singgungg.
Sementara itu Zi Wan dan dua wanita yang selalu berada di sampingnya hanya tersenyum melihat kejadian ini, tentunya untuk Zi Wan ia akan mengingat ini dalam dalam supaya ia tak menyinggung hati wanita.
"Sungguh menyeramkan, muridku semoga kalian tahan dengan siksaan adik adik kalian, selamat berjuang." Ujar Zi Wan berbisik dengan kekuatan spiritualnya sehingga hanya di dengar oleh murid laki lakinya.
..........
__ADS_1
BERSAMBUNGGG...