Manusia Terkuat Di Seluruh Semesta

Manusia Terkuat Di Seluruh Semesta
CHAPTER 90 : CUN YIN


__ADS_3

"Teman kecil sepertinya kamu sedang salah paham, orang tuamu sebenarnya sangat menyayangimu, alasan mereka tidak merawatmu bukan karena mereka tidak suka padamu, melainkan mereka melakukan itu karena demi keselamatanmu" Ucap Pria tua itu.


"Demi keselamatanku..!! Hahaha... jika demi keselamatanku mereka tidak mungkin menelantarkanku selama satu miliar tahun lebih, pak tua aku tidak bodoh sekarang lebih baik kau pergi atau aku akan membunuhmu." Ucap Zi Wan tiba tiba matanya berubah menjadi merah dan tekanan aneh mulai menekan pak tua itu.


"Ini, tekanan dari garis darah Klan Zi, tekanan ini bahkan lebih murni dari pada leluhur klan Zi sendiri, aku tidak bisa bergerak, bagaimana ini." Gumam Pria tua itu terkejut.


"Teman kecil anda jangan marah baiklah saya akan pergi." Ucap Pria tua itu mencoba menenangkan Zi Wan.


"Pergilah jangan sampai aku melihatmu." Ucap Zi Wan.


"Baiklah teman kecil kalau begitu aku pergi dulu." ucap Pria tua itu seketika menghilang tanpa jejak.


Aliran waktu di dunia itu yang tadinya berhenti karena kehadiran pria tua tadi seketika bergerak kembali.


"Hahahaha, Sangat menyayangiku, benar kata kata yang bodoh, bagaimana mereka menyayangiku bahkan mereka saja tidak pernah menemuiku." Ucap Zi Wan marah.


Di kejauhan di sebuah semesta yang tidak di ketahui keberadaanya, terlihat 2 orang yang sali memandang, merek berdua tak lain adalah orang tua Zi Wan.


"Suamiku, sepertinya anak kita sangat membenci kita." Ujar ibu Zi Wan menitikan air matanya.


"Andai saja waktu itu tidak ada turbelensi ruang pasti kita sekarang masih bisa bersamanya, tetapi sekarang kita tidak bisa melakukan apa apa, apalagi sekarang alam semesta Corbandina tersegel oleh energi yang sangat kuat bahkan aku sendiri tidak bisa memasukinya, untuk memasukinya aku hanya bisa menggunakan kekuatan spiritualku itupun hanya sementara seperti ketika aku menghubungi Kakek Zi Bei." Ucap Pria itu yang tak lain adalah ayah Zi Wan, Zi Yan.


"Hiks.... Hiks... andai saja alam semesta Corbandina tidak tersegel, pasti kita bisa bertemu anak kita." Ucap Istri Zi Yan yang bernama Lingxie Huangran.


Alam semesta Corbandina adalah alam semesta tempat tinggal Zi Wan berada, alam semesta Corbodina mencakup 4 semesta kecil yaitu semesta rendah, semesta menengah, semesta tinggi dan semesta suci.


........


Zi Wan di kamarnya terdiam, dengan perasaan yang campur aduk.


"Hmpphh... sudahlah orang yang tidak pernah aku kenal tidak perlu aku tangisi." Ucap Zi Wan menghibur dirinya sendiri.


"Lebih baik sekarang aku melatih murid muridku." Ucap Zi Wan beranjak turun dari ranjangnya.


Di halaman penginapan terlihat murid murid Zi Wan yang baru saja pulang belanja, mereka kali ini membawa banyak sekali belanjaan, bahkan Zi Wan melihat ini sampai pusing karena mereka terlalu boros.


"Hei, kalian dari mana saja." Tanya Zi Wan.

__ADS_1


"Biasa guru,kami baru saja berbelanja." Ucap Shi Kecil.


"Bukankah kemarin kalian baru saja belanja." Ucap Zi Wan.


"Guru yang stok kemarin sudah habis, jadi kami berbelanja lagi." Jawab shi kecil.


"Habis, kalian apakan tumpukan barang kemarin, tiba tiba bisa habis dalam sekejab." Ucap Zi Wan Bingung.


"Ya tentu saja kami pakai guru." Ucap Huang Li.


"Huh... baiklah, setelah ini kalian ikut guru, guru akan melatih kalian beberapa jurus yang kalian harus kuasai hari ini juga."


"Apa guru, harus menguasai hari ini juga, bagaimana kita menguasainya guru, guru jangan bercanda deh." Ucap Bou Lu protes.


"kalau begitu kalian pilih mempelari jurus atau bertarung dengan guru." Ucap Zi Wan sembari memukul mukul tanganya sendiri.


"Guru kami pilih memperlajari jurus." ucap mereka serempak.


"Kalau begitu setelah ini kalian semua ikut guru." Ucap Zi wan.


"Oh ya, apakah kalian tahu dimana dua wanita galak itu, tumben sekali mereka tidak bersama kalian." tanya zi wan.


"Oh, siapa orang itu." tanya Zi Wan.


"Kalau tidak salah dengar, kak Arthena menyebutkan bahwa leluhurnya sedang dalam bahaya jadi mereka pergi untuk menolongnya." Ucap Lou Bu.


"Hah... aku yakin jika mereka akan kalah dan akhirnya mereka akan memanggilku untuk menyelamatkan mereka, dua wanita galak itu memang selalu menjadi beban." Zi Wan mendesah pelan.


"Guru, biasa wanita memang selalu beban." Ucap Lou Bu lantang.


"Bugkh....Apakah kakak Lou Bu sedang menghina kami."Ucap Huang li memukul Lou Bu.


"Bu.. bukan, kakak sama sekali tidak menghina kalian." Ucap Lou bu yang terlihat ketakutan.


"Cih.. kakak ngaku saja, jika tidak kami semua akan menguliti kakak Hidup hidup." Ucap shi shi.


"Guru tolong muridmu ini." Ucap Lou Bu meminta tolong.

__ADS_1


"Hahahaha... maaf muridku, guru akan membantumu jika kamu menghadapi musuh tetapi jika kamu menghadapi wanita, guru tidak akan ikut campur, karena mereka sebenarnya adalah makhluk terkuat yang sangat sulit untuk di kalahkan, ya walaupun sebenarnya mereka sedikit beban sih." Ucap Zi Wan lirih.


"Guru aku juga mendengarmu, apakah guru juga ingin hukuman." Ucap Shi kecil menatap tajam Zi Wan.


"Eh.. tidak, guru pergi dulu karena ada urusan yang harus guru selesaikan." Ucap Zi Wan berjalan cepat.


"Maaf muridku, kali ini kamu terima saja kemarahan dari adik kecilmu." ucap Zi Wan dengan telepati kepada Lou Bu.


"Guru kau sangat kejam." ucap Lou Bu yang sudah pasrah.


Semua murid laki laki melihat Lou bu yang dipukuli oleh adik seperguruan mereka, mereka hanya bisa tertawa lepas.


........


Di samudra Lo yang.


"Hahaha tiga wanita cantik datang secara bersama sama, aku merasa sangat senang kali ini, jika kalian menyerah dan tunduk padaku, aku berjanji pada kalian bahwa aku akan menjadikan kalian bertiga istriku." Ucap Wang Hui saat melihat, Arthena, Yan Li dan leluhur siren atau bisa di panggil Cun Yin.


"Cih, memangnya siapa yang ingin menjadi istrimu." ucap Yan Li menatap Wang Hui dengan kejam.


"Hahaha..... aku suka wanita yang keras kepala, aku akan memberikan satu kesempatan lagi pada kalian, tetapi jika kalian tidak mau maka terpaksa aku akan memaksa kalian agar mau menuruti perintahku." ucap Wang Hui.


"Apakah kalian mau menjadi istriku." ucap Wang Hui untuk kedua kalinya.


"Tidak..." Ucap Arthena menolak.


"Hahaha, kalau begitu terpaksa aku harus mengambil jalur kekerasan untuk memaksa kalian bertiga." Ucap Wang Hui.


" Siapa takut, semuanya serang." Ucap Cun yin.


Semua prajurit Cun Yin dan arthena melesat menyerang ke arah pasukan wang hui.


"Jurus penguasa lautan gerakan pertama, Naga air." Ucap Cun Yin seketika keluar sebuah naga air yang sangat besar meliuk liuk dengan ganas ke arah Wang hui.


" Tekhnik tebasan cahaya." Ucap Wang hui menebas naga air itu menjadi dua.


........

__ADS_1


BERSAMBUNGG...


__ADS_2