
Talisha membuka matanya pukul 6 pagi, ia mengedarkan pandangannya. Berusaha bangkit dan duduk, memegang kepalanya yang terasa sakit.
Ia melihat pakaian yang digunakan sudah berganti, menoleh ke samping suaminya masih terlelap dalam mimpi.
Talisha tak memperdulikan, siapa yang mengganti pakaiannya. Baginya, suaminya itu begitu sangat perhatian padanya namun enggan mengakuinya.
Talisha berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Beberapa menit kemudian ia keluar dengan rambut basah di selimuti handuk dan tubuhnya hanya dibalut kimono.
Talisha melepas kimono tanpa peduli ada Ezaz di dalam kamarnya.
Ezaz terbangun dari tidurnya, begitu membuka matanya terpampang jelas tubuh bugil istrinya sedang berpakaian. Seketika ia menutup kedua matanya dengan bantal.
Talisha melihat suaminya terbangun dari cermin dihadapannya, ia lantas membalikkan badannya dan tersenyum.
"Cepat tutupi tubuhmu!" titahnya masih dengan mata tertutup bantal.
Lisha bukannya berpakaian, ia berjalan mendekati suaminya dengan senyuman menggoda. Menurunkan bantal dari wajah Ezaz.
"Kau mau apa?" Tampak gugup.
"Aku ingin bersenang-senang denganmu," Talisha tersenyum manis.
"Apa kau masih mabuk?" tanya Ezaz.
Lisha menggelengkan kepalanya lalu tersenyum menyeringai.
Ezaz berdiri namun tubuhnya terbentur dinding.
Lisha semakin mendekat, meletakkan telapak tangan kanannya ke dada suaminya lalu merabanya.
Ezaz yang disentuh berusaha menahan diri untuk tidak tergoda.
Lisha meletakkan tangan kirinya di bahu kanan suaminya dan tangan kanannya menyusuri seluruh tubuh Ezaz.
Tak tahan dengan sikap istrinya, ia lantas mendorong tubuh Talisha hingga membuat wanita itu terjatuh ke lantai.
__ADS_1
Talisha yang jatuh hanya menatap suaminya tanpa berkata-kata, ia berdiri lalu meraih pakaian olahraga yang sudah ia sediakan di ranjang.
Talisha memakai pakaiannya di dalam kamar mandi, setelah itu tanpa berbicara ia bergegas keluar kamar.
Seorang diri, Talisha berlari-lari kecil mengelilingi area komplek rumah.
Ezaz yang khawatir, menyuruh anak buahnya menyusul istrinya.
Talisha yang sadar diikuti oleh pengawal membalikkan badannya. "Lebih baik kalian pulang saja!"
"Kami tidak bisa pulang tanpa Nona," ujar salah satu pengawal.
"Aku baik-baik saja, kalian tak perlu khawatir," ucapnya lagi lalu melanjutkan berlari-lari.
Talisha berlari dengan sangat kencang kemudian berhenti lalu berteriak, "Tolong!"
Beberapa orang yang lalu lalang mengalihkan pandangannya ke arahnya kemudian mendekatinya. "Ada apa, Nona?" tanya salah satu warga.
"Mereka ingin menculik saya!" Talisha menunjuk 2 orang pengawal.
Orang-orang pun mengalihkan perhatiannya kepada 2 pria tersebut.
Lantas seorang lagi berkata, "Wanita itu adalah atasan kami!"
"Mereka berbohong!" Lisha segera menyangkal.
Karena takut diamuk warga, kedua pria itu pun pergi.
Talisha tersenyum senang dalam hatinya.
"Mereka sudah pergi, Nona!" ucap salah satu warga.
"Terima kasih, Tuan-tuan."
"Sama-sama, Nona." Orang-orang pun berbubaran.
Lisha melanjutkan berlari-lari kecil.
__ADS_1
Dua orang pria itu kembali ke rumah utama, Ezaz yang melihat 2 anak buahnya kembali tanpa istrinya lantas bertanya. "Di mana dia?"
"Nona, memang benar-benar artis drama. Dia menuduh kami sebagai penculik kepada orang-orang," jawab salah satu pria.
"Jadi, kalian membiarkannya pergi sendirian?"
Keduanya menunduk bersalah.
"Dasar bodoh!" makinya. "Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?" Ezaz tampak frustrasi. Ia lalu berlari ke arah mobilnya dan menyusul istrinya.
Talisha yang merasa menang, tersenyum bangga. Tak ada lagi, pengawal yang selalu mengawasi kegiatannya.
Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat dirinya berdiri. Seorang pria keluar dari kendaraan itu lalu bertanya, "Permisi, Nona!"
"Ya."
"Apa anda mengetahui alamat ini?"
"Ini alamat rumah Ezaz," dalam hati Lisha.
"Nona, apa anda mendengar saya?"
"Oh, ya. Kenapa anda bertanya alamat rumah ini? Apakah anda saudaranya?" Cecar Talisha.
"Saya hanya mengantarkan Nyonya Besar ke rumah putranya," jawab pria itu yang ditaksir berusia 35 tahun.
"Memangnya siapa nama putranya?"
"Maaf, Nona. Kenapa jadi anda yang bertanya?" Balik bertanya.
"Ya, karena saya istri dari pemilik alamat ini!"
"Benarkah? Saya minta maaf, Nona!" Pria itu menundukkan sedikit kepalanya.
"Di mana ibu mertuaku?" tanya Talisha.
"Sebentar, Nona." Pria itu lantas kembali memasuki mobilnya dan memberitahunya kepada majikannya.
__ADS_1
Tak lama, pintu mobil terbuka seorang wanita paruh baya tampak cantik dan seksi tersenyum padanya dan turun. "Jadi, kamu adalah menantuku?"
Lisha menundukkan kepalanya lalu keduanya berpelukan.