
“Pantas saja kaum perempuan yang paling banyak masuk ke sana,”
“jangankan menutup aurat, menahan panangan saja kami tak sanggup” guman rey
Rey berbicara dengan dirinya sendiri, ia berkata bahwa setiap inchi dari perempuan itu adalah perhiasan. Tuhan menciptakannya begitu sempurna hingga perempuan itu tak sanggup menjaganya. Bagaimana tidak, perhiasan itu suci apabila ia terjaga dan terawat. Tapi ketika di sentuh, di pegang, bahkan di jamah, apakah masih suci? Mumgkin ketika di sentuh, ada virus atau kuman yang menempel. Tapi jika di tanya, kebayakan dari mereka mengatakan masih. Seakan akan ada pembagian mana yang suci dan tidak pada perempuan. Mulia tapi bodoh. Begitu menurut rey, karena melihat perempuan itu ia berceloteh dan teringat dengan masa lalu nya. perempuan bodoh yang mengaku sebagai perhiasan ciptaan tuhan tapi diobral.
Ia suka kesal jika mengingat masa lalu, seandainya hidayah datang lebih cepat mungkin ia tidak akan terjerumus dalam kehidupan kelam masa lalunya. Pesta Mabuk-mabukkan, pacaran hingga **** bebas. Tapi setelah kejadian itu yang membawanya hijrah hingga saat ini, ia hanya berharap agar allah mengampuni segala yang telah ia lakukan dulu.
Sampai akhirnya ia bertemu dengan boy. Sebenarnya pertemuannya dengan boy suatu ketidaksengajaan. Paa saat itu sedang ada event religius yang di jalankan oleh boy. Pada saat itu rey diminta menjadi MC karena MC yang ada sedang berhalangan hadir, semenjak itu rey selalu diajak boy untuk ikut dalam kegiatan yang ia lakukan. Saat bersama boy, rey belajar banyak dalam hal agama. Karena boy juga merupakan seorang yang paham dan suka hal hal mengenai keagamaan.
__ADS_1
**
Ditempat boy bekerja, ia adalah seorang manager yang memilii kinerja bagus dan dissukai banyak atasannya, bahkan bos sekaigus pemilik perusahaan meliriknya karena kinerja nya yang sangat berpengaruh diperusahaan itu. Hingga suatu pagi. Ia diminta untuk menemui pak Debi. bos sekaligus pemilik perusahaan tersebut.
"gue di suruh ketemu pak Debi? waduh ngapain ya?" ucap boy sebelum masuk ke ruangan tempat Pak Debi berada.
“duduk dulu boy” pak debi mempersilahkan boy duduk di tepat si sebelahnya
Seorang boy yang hanya seorang general manager duduk bersama pak Debi, bos pemilik perusahaan yang memberinya segala kenikmatan yang ia rasakan saat ini adalah suatu moment langka. pak Debi adalah seorang yang hanya akan datang ke perusahaan apabila memang ada sesuatu yang urgent atau mengadakan rapat dengan para komisaris perusahaan. Namun kali ini ia hanya datang untuk menikmati secangkir kopi dan bertemu dengan boy. sebelum bertemu pak Debi ia sempat was was.
__ADS_1
“Saya melihat kinerja kamu di perusahaan ini. Kinerja kamu bagus” pak Debi memberikan pujian kepada boy
memberikan pujian kepada karyawan akan meningkatkan komitmen karyawan tersebut untuk terus meningkatkan kinerja dan semangat dalam bekerja.
“terima kasih banyak pak, ini juga berkat kerja sama semua” ucap boy tersenyum malu sekaligus bangga mendapat pujian.
Boy belum tau apa maksud kedatangan pak Debi ke perusahan. ketika ia medapat informasi mengenai kedatangan pak Debi. ia berpikir mungkin telah terjadi sesuatu pada perusahaan. karena ia tidak melihat ada jadwal rapat hari ini. tiba tiba, pak debi memanggil seseorang juga sedang berada di ruangan itu juga
“annur, annur sini nak” bos memanggil anak nya yang ada di seberang ruangan melihat jendela.
__ADS_1