Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Permintaan Bos


__ADS_3

tidak berlama lama boy berada di kamar mandi dan ia telah selesai membersihkan dirinya. ia keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan celana pendek dan baju kaos tanpa lengan sehingga ketika ia mengeringkan kepala nya dengan handuk, terlihat otot lengan nya yang kekar dan didukung oleh dada bidang nya. tubuh boy begitu indah terlihat bak atlet yang telah selesai berolahraga. annur juga sudah mandi dan membersihkan tubuhnya, ia menggunakan kamar mandi yang ada kamar nya tidur nya. lalu ia pindah ke ruang televisi untuk mengeringkan rambut. ia memang suka mengeringkan rambut menggunakan alat pengering rambut sambil menonton televisi. ia melihat boy keluar dari kamar mandi. ia menelan ludah nya sendiri sambil memperhatikan tubuh boy dari atas sampai bawah. annur hanya memperhatikan sebentar lalu memalingkan muka nya berpura pura fokus mengeringkan rambut. boy masuk ke ruangan televisi ingin mengambil kemeja nya ia bawa dari mobil nnya ia selalu membawa satu kemeja cadangan jika terjadi apa apa dengan baju yang sedang ia gunakan, hnaya untuk antisipasi kejadian tak terduga. begitu ia masuk, ia melihat annur masih menggunakan baju dan celana pendek yang sama namun rambut nya sedikit basah. dengan posisi sedang duduk dan tengan yang terangkat karena sibuk mengurus rambut memperlihatkan paha putih dan mulus bersih tanpa bulu. boy ingin mengambil baju nya yang berada di sofa. namun ia malu


"sudah selesai" kata annur


"i-iya"jawab boy dengan muka sedikit merah. annur berdiri dan beranjak masuk ke kamar nya untuk berganti baju. boy memperhatikan annur berjalan masuk dan memastikan bahwa annur benar benar masuk. setelah itu ia membuang kasar nafas nya.


"ujiaaan" gumam boy dan ia pin bergegas mengambil celana panjang nya dan kemeja beserta dasi lalu menggunakan nya di kamar tamu. setelah rapi ia keluar dari kamar tersebut.

__ADS_1


begitu pun annur, ia sudah siap bergaya dengan dress putih dengan panjang se lutut. annur sangat anggun sekali malam itu. tiba tiba anggun berdiri di depan boy. jarak diantara merek hanya 10 senti meter. annur memegang dasi boy dan menarik nya agarlebih keatas dan rapi. lalu menyemprotkan parfum ke baju boy. boy mempersilahkan apa yang annur lakukan. ia hanya diam ketika annur mendekat. namun boy pura pura melihat jam. ia merasa mulai grogi jika annur terlalu lama menatap nya.


"ayo kita berangkat"ucap boy lalu melangkah memasang sepatu diikuti oleh annur dan mereka keluar dari apartemen menuju mobil mereka. se sampai nya mereka di hotel langsung di sambut oleh petugas valet untuk memarkirkan mobil mereka. dua orang yang berada di pintu masuk menyambut mereka dengan ramah. boy masuk dan annur mengikuti dari belakang. pak Debi sudah berdiri menyambut kedatangan mereka berdua. suatu kehormatan bagi boy mendapat perlakuan sangat istimewa yang diberikan oleh Bos perusahaan nya tersebut. mereka langsung duduk berhadapan annur berada di sebelah ayah nya dan boy di depan mereka berdua. makanan telah dihidangkan dan mereka makan sambil membicarakan tentang pekerjaan dan perkembangan annur di perusahaan.


"gimana proses anak papa ini di kantor?" tanya pak debi pada annur


"baik pa" jawab annur tersenyum

__ADS_1


sampai suatu ketika. pak debi berbicara tentang hal yang lebih dalam. ia menawarkan boy untuk terus mendampingi anak nya. ia berharap boy ingin menjadi penerus bagi keluarga nama besar keluarga Debi Novandri dengan segala kekayaan yang akan ia serahkan pada mereka berdua.


"saya terus terang saja boy. saya sangat suka sekali dengan kepribadian kamu. dengan sikap kerja keras kamu dan prinsip dan komitmen kamu tehadap perusahaan" kata pak debi memuji boy


"apakah kamu bersedia mendampingi anak saya dan menjadi bagian dari keluarga Debi Novandri?" tambah pak boy. sontak boy dan annur terdiam kaget.


"saya percaya kalian berdua akan berhasil dan mengembangkan bisnis keluarga kita" tambah nya.

__ADS_1


"ah papa apaan si. jangan becanda deh" kata annur dengan muka yang sudah memerah. boy masih terdiam. ia tidak tau harus berbicara apa. ia masih kaget dengan ucapan pak debi namun ia mencoba tetap tenang.


"eh iya pak. saya pasti akan tetap membuat perusahaan kita maju terus dan tetap membimbing annur agar bisa seperti pak debi" jawab boy mengalihkan. pak debi mengerti. perkenalan annur dan boy yang masih baru dan permintaan pak debi yang mendadak mungkin terlalu cepat bagi mereka berdua.


__ADS_2