
Udara nya sejuk namun panas matahari begitu menyengat. Yopi Astrid dan Boy bersantai di ruang tamu menikmati es jeruk buatan Astrid. Walaupun di waktu senggang dan santai nya, Boy selalu menyempatkan membuka Email melalui Ponsel nya. Melihat apakah ada Email penting yang masuk atau hanya sekedar Email promosi yang memenuhi pemberitahuan Email boy dan ternyata, hanya Email promosi yang ada. Mungkin hal hal penting masuk ke Email perusahaan yang di kelola oleh sekretaris nya.
Boy melihat jam dinding sudah menunjukan pukul 2.17 WIB. Boy harus bersiap karna ia mempunyai rencana jalan jalan sore ini bersama Rey. Boy berdiri dari sofa dan beranjak dari ruang tamu itu menuju kamarnya. ia mandi dan berpakaian santai dengan celana jeans hitam dan kaos hitam polos ditutupi dengan jaket jeans hitam pula. Boy tampak sangan keren dengan pakaian serba hitam seperti pemain film MIB yang diperankan oleh Will Smith. Ia keluar dari kamarnya dan masuk ke garasi untuk mengeluarkan mobil nya lalu berjalan menuju rumah Rey. Perjalanan Boy menuju rumah Rey harus terhenti disaat ia melihat ternyata ban belakang mobil nya kurang angin. Ia harus mencari Bengkel untuk itu, ia melihat rambu pom bensin di sebelah kiri nya, boy masuk dan menjalankan mobil nya menuju pon bensin yang berjarak 100 meter di depan nya.
"Isi angin disana aja. Sekalian isi bensin" ucap boy didalam mobil.
sampai di pom bensin Boy mengisi bensin duluan sebelum mengisi angin ban nya. ia tidak ingin nanti nya malah antri menunggu pengisian bensin. Lalu setelah itu ia memarkirkan mobil nya di dekat pengisian angin dan air radiator. Boy turun dari mobil dan mengambil selang kompresor lalu mencolokkan ke ban mobil nya. Setelah selesai, ia masuk ke mobil dan langsung melajukan mobil nya ke arah rumah Rey.
15 menit perjalanan, akhir nya Boy tiba di rumah Rey. Boy memarkirkan mobil nya di pinggir jalan dan masuk melewati gerbang rumah rey.
"Assalamualaikum." ucap Boy dan disambut oleh mama Rey. Mama Rey mempersilahkan Boy duduk di ruang Tamu
"Mau jalan jalan yah?"tanya mama Rey setelah kembali dari dapur mengambilkan minuman. lalu duduk bersama boy
"Iya tan. Mau ke wisata malam di batu" jawab boy sopan
__ADS_1
"Oh. Dulu Rey sering kesana" kata mama rey
"Oh iya tan?" Tanya boy
"Iya, sama om, tante dan almarhum adik nya" jawab mama rey menjelaskan.
"gimana hubungan kalian? tanya mama Rey. boy malu untuk berbicara tentang hubungan mereka. Dan Rey datang memotong pembicaraan mereka.
"Ih mama, jangan di interogasi gitu dong." Ucap rey yang baru keluar dari kamar nya. Rey sudah siap berangkat.
sebelum berangkat, rey duduk sebentar bersama boy dan mama nya. mereka bercerita sebentar tentang mereka berdua. Mama Rey memberikan nasihat kepada Boy dan Rey.
"Dan kalian harus saling terbuka klo ada apa apa." Tambah mama rey. Boy dan Rey fokus mendengarkan Mama Rey berbicara.
"Iya tante. doa kan saja yang terbaik buat kamu berdua." Ucap Boy sambil melirik rey yang hanya diam mendengarkan. setelah itu mereka berdua pamit untuk pergi.
__ADS_1
"dah mama. kami pergi dulu." boy dan rey berdiri lalu berjalan menuju mobil. mereka masuk ke dalam mobil dan langsung pergi. mereka pergi tepat pukul 15.30 WIB..di tengah perjalanan mereka berhenti membeli cemilan untuk dimakan saat di perjalanan. karena perjalanan mereka 3 jam dan akan terasa bosan jika tak ada yang di makan.
sementara itu, hari minggu annur hanya berdiam diri di apartemen. ia duduk di sofa menghadap televisi. ia menekan remot yang ada tangan nya mencari channel yang seru, namun hanya acara acara gosip yang ada. lalu ia mematikan televisi nya dan mengambil ponsel di sebelah nya. ia teringat dengan boy, lalu ia mencari nomor boy dan menelpon nya, namun nomor boy tidak aktif.
"kemana dia?" tanya annur pada diri nya sendiri
"oh iya, mungkin di sedang bersama rey. boy kan punya kekasih" annur berkata lagi. kali ini wajah nya murung, sebenarnya ia berharap yang menjadi kekasih boy adalah diri nya, tapi ia tak mungkin memaksakan kehendak nya kepada boy.
"tapi gimana dengan tawaran papa malam itu?" kata annur. ia teringat dengan tawaran papa kepada boy untuk menjadi pendamping annur. ia ingat bahwa boy belum memberikan jawaban terkait tawaran papa nya.
"masih ada harapan" kata annur sambil duduk dan senyum senang. dia membayangkan bagaimana nanti dia akan selalu bersama dengan boy kemanapun dan kapanpun.
annur kembali memerhatikan ponsel nya. kali ini ia mencari kontak teman teman nya dan menelpon nya satu persatu. annur menyuruh teman nya datang menemaninya di apartemen sambil membawakan beberapa makanan dan cemilan. setelah beberapa saat teman teman nya datang dengan membawa 2 kantong besar berisi makanan. mereka berencana menghabiskan hari minggu mereka dengan menonton drama korea.
setelah hampir tiga jam perjalanan. akhir nya mereka sampai di wisata malam itu. namun sebelum kesana, mereka harus memesan 2 kamar untuk mereka menginap malam ini. pada saat boy memesan, rey mengatakan lebih baik memesan satu kamar agar lebih hemat. dan juga mereka tidak membawa apa apa selain satu set baju ganti untuk besok.
__ADS_1
"yakin tidak apa apa?" tanya boy
"iya" jawab rey singkat