
hingga pada akhirnya ketika pulang ia mendapati rumahnya dengan bendera putih. tiba tiba nafas nya sesak. pikirannya mulai campur aduk. belum sempat gandu memarkir kan mobilnya, rey langsung berlari masuk ketengah orang orang yang melantunkan surah yasin. ia lihat ibu nya sedang menangis. dan ayah nya yang kemudian datang dan memeluknya. air mata rey bercucuran deras. hati tak kuasa melihat dinda, adiknya yang sudah terbujur kaku. rey sangat menyayangi adiknya. Sang adik meninggal karena OD(over dosis) bersamaan dengan hariri pacarnya. Ia tidak menyangka bahwa adiknya yang selama ini ia kenal adik yang baik ternyata sama dengan kakak nya. harapan yang ia letakkan pada dinda ahar tak mengikuti jejaknya purna sudah.
ibu rey bangun dari duduk nya, lalu kemudian ia mengajak rey masuk kekamar.
"kamu yang sabar, ikhlaskan."ucap ibu rey sambil mengusap rambut rey.
"kamu mandi dulu, ganti baju. habis itu kita berangkat pemakaman" ibu rey kemudian keluar dari kamar.
__ADS_1
rey yang sudah mandi pada saat di villa, hanya mengganti baju kurung lalu memakai hijabnya. itu adalah awal rey menggunakan hijab setelah lama ia tidak menggunakannya.
ia keluar dari kamar menggunakan hanya menggunakan kemeja kotak kotak hitam dan celana hitam,. di padukan dengan hijab biru gelap. membuat penampilan rey menjadi lebih feminim. wajah rey yang merah merona membuat nya terlihat sangat manis. namun wajah cantiknya tertutupi kesedihan dan air mata.
pemakaman berlangsung pukul 2 siang. semua orang berjalan mengiringi kepergian dinda hingga proses pemakaman berakhir. begitu pun dengan gandu, setelah tiba bersama rey. ia tidak langsung pulang. ia menemani dan menguatkan rey yang sedang bersedih. gandu mengikuti proses pemakaman dinda hingga selesai. setelah semua orang kembali dari TPU. rey berserta keluarga sampai kerumah nya dan juga gandu. gandu langsung berpamitan pulang.
rey duduk di kursi depan rumahnya. kesedihan yang ia rasakan masih membuat sesak dadanya. ia teringat dengan tulisan story yang ia lihat pagi ini . dan ia sadar bahwa adiknya mati dalam keadaan tidak beriman. Kejadian itu seakan akan menampar nya.
__ADS_1
"ampuni adikku ya allah" rey berkata dalam hati nya
Peristiwa itu menjadi awal bagi rey memulai hijrahnya. Perlahan ia mulai belajar memperbaiki dirinya, kembali mendekatkan dirinya pada yang maha kuasa, mempelajari agama nya kembali. Perubahan rey ini berdampak besar dalam kesehariannya. ia ditinggalkan teman teman tongkrongannya. bahkan gandu juga meninggalkan nya. gandu meninggalkan nya dan pergi ke australia tanpa berpamitan pada rey. Sampai pada saat ia bertemu dengan boy, laki laki baik yang membantu proses hijrahnya dan bertemu dngan orang orang baru yang juga sedang hijrah memperbaiki diri.
Malam itu rey penuh dengan dilema, tanpa sadar air mata nya mengalir dipipi indahnya. ia ingat perjuangannya hingga ia dampai ketitik ini. namun terbesit di pikrannya, apakah dirinya ini sudah pantas disebut seorang muslimah. Dilema ingatan masa lalu yang begitu hina membuat ia merasa belum pantas disebut seorang muslimah. Ia merasa bahwa dirinya masih kotor dan tidak layak diampuni.
"ih apaan sih" guman rey sambil menghapus air mata dengan tangannya.
__ADS_1
"sudahlah, nikmati prosesnya"tambah rey
Rey beranjak dari kursi itu. ia melangkah ke kamar mandi, lalu kemudian berwudhu untuk melaksanakan sholat. setelah selesai sholat, ia Melepas mukena yang masih melekat di tubuhnya dan bersiap untuk membantu ibu nya mempersiapkan makan malam. setelah semua keluarga makan dan berkumpul sejenak di ruang keluarga. rey masuk ke kamar. sebelum tidur, ia memakai perawatan malam nya dan bersiap untuk tidur, Melepas semua penat yang ia rasakan hari ini dan bersiap untuk hari esok yang lebih baik.