Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Bimbang


__ADS_3

Pukul 4 sore, waktunya bagi karyawan untuk meninggalkann semua aktivitas kantor dan kembali kerumah untuk istirahat. Begitu juga dengan boy dan annur.


    “selamat beristirahat ya”ucap boy


    “siap pak bos”jawab annur


    Dari seberang jalan, rey telah menunggu didalam mobil. Sore itu rey dan boy berencana untuk pergi ke toko buku. Rey ingin menambah koleksi buku keislamannya. Di dalam mobil, rey penasaran dengan gadis yang bersama boy tadi. Tidak biasanya boy keluar dari kantor bersamaan dengan karyawannya. Karena biasanya boy adalah orang yang paling terakhir pulang.


    “ada karyawan baru?” tanya rey setelah boy masuk ke mobil


    “oh itu anak bos, bapaknya minta dia buat belajar tentang perusahaan”


    “sama kamu?”tanya rey


    “iya” jawab boy singkat


    “oh” kata rey


    “oh”begitulah jawab terakhir dari rey. Ia tidak menunjukan sikap cemburunya pada boy. padahal rey sangat penasaran siapa sosok karyawan baru boy. melihat keakraban mereka berdua.


"kamu kenapa?" tanya boy

__ADS_1


"enggak" jawab rey datar


boy senyum senyum melihat tingkah rey yang sedang cemburu. walaupun rey mencoba untuk menyembunyikan rasa cemburu nya. boy tau bahwa rey cemburu karena melihat ia keluar dari perusahaan bersama seorang perempuan yang belum pernah ia lihat.


mereka berdua pun berangkat menuju ke toko buku. mereka biasa membeli buku di jalan wilis. disana ada pasar buku yang menjual banyak buku dengan harga murah.


sesampainya disana, setelah memarkirkan mobil mereka langsung masuk ke pasar buku tersebut. dan berjalan menuju toko buku yang biasa mereka hampiri. rey sibuk mencari buku yg ingin ia beli. boy pun melihat buku buku tersebut dan mendapati salah satu buku yang berjudul "membina rumah tangga ala rasulullah" ia mengambil buku itu dan membaca bagian belakangnya. ia merasa tertarik dengan buku itu. ia mengambil dua dan ia menuju kasir untuk membungkus nya terpisah. dan setelah beberapa lama rey pun selesai memilih buku dan membawa satu buku untuk di bayar.


setelah selesai membeli buku, mereka berdua beranjak menuju mobil untuk pergi. boy mengemudikan mobil tersebut hingga sampai ke sebuah taman.


"kita nongkrong dulu disini" kata boy setelah sampai di taman tersebut. mereka pun duduk berdua dan berbincang di kursi taman.


"kamu cantik hari ini" kata boy memuji


"sakit tau" kata boy


"biarin" jawab rey


"aku mau ngomong sesuatu" kata boy dengan nada sedikit serius


"kamu kalo disuruh nikah sama mama mu gimana?" kata boy memulai pembicaraan

__ADS_1


"gimana apanya?"tanya rey


"mau nggaa" kata boy sewot


"ya insyaallah" jawab rey singkat


"aku mau lamar" kata boy. rey melirik kearah boy kaget


"tapi nanti klo kamu udah mandi. sekarang ngga, kamu nya bau" tambah boy


"iiih mana ada bau" kata rey sewot


"aku serius, aku mencoba memantapkan diri untuk membangun rumah tangga bersama mu" kata boy serius dengan ucapan yang baru saja terlontar dari mulutnya.


rey yang mendengar perkataan boy terdiam karna kaget. ia tidak menyangka bahwa boy akan secepat itu membicarakan hal itu. eey tidak tau bicara apa apa. rey masih bimbang jika bicara tentang pernikahan.


"kamu gaperlu tanggapi sekarang. aku tau ini sesuatu yang besar." tambah boy.


" yang penting sekarang kamu mantapkan hati kamu. aku akan selalu berdoa di sepertiga malam untuk jalan terbaik bagi kita" tambah boy menyakinkan rey


"iya boy. semoga kita diberikan jalan terbaik" kata rey

__ADS_1


hari sudah hampir magrib. mereka beranjak dari taman tersebut mencari mesjid terdekat.


__ADS_2