
Rey melihat ada tulisan nama nya yang di buat dengan lampu lampu di tengah taman wisata itu. Rey heran dan terkejut, padahal ia tak melihat tulisan itu Ketika mereka berkeliling tadi. Boy menceritakan, ia membuat tulisan itu semenjak dua minggu yang lalu dan selesai kemarin. Makanya boy mengajak rey berangkat ke tempat wisata itu pada sore hari. Ia membuat tulisan itu dengan dibantu oleh warga setempat.
“kok mereka mau?” tanya rey
“mereka membolehkan asal lampu itu boleh di desain ulang setelah malam ini.” Jawab boy menjelaskan dengan singkat
“yah, besok udah gaada dong berarti” kata rey dengan memasang muka sedih
“masih ada. Tapi disini.” Kata boy menunjuk dada nya.muka rey memerah tersenyum malu, ia menundukan muka nya. Biang lala itu pun akhirnya turun dan berhenti menandakan bahwa mereka harus turun. Rey langsung mengaja boy ke tulisan itu dan mereka berfoto disana.
__ADS_1
Mereka selesai berkeliling di tempat wisata itu, rey pun merasakan perut nya lapar dan mengeluarkan bunyi. Boy menoleh kearah rey, rey yang menyadari boy melihatnya, merasa malu dan hanya bisa tersenyum. Boy mengandeng tangan rey keluar dari perkebunan itu menuju restoran yang ada disana. Taman wisata itu memiliki restoran yang terkenal dengan nasi goreng udang nya. Mereka mampir disana dan memesan dua porsi menu andalan mereka itu. mereka sudah selesai makan malam. Boy dan Rey kembali ke mobil mereka dan pergi dari taman wisata itu. mereka pergi ke pusat kota dan mampir ke alun alun. Mereka berkeliling ke di dalam alun alun dan melihat penjual marmut. Rey gemas melihat marmut yang sedang berlari lari dengan dengan kaki kecil didalam kendang itu. boy pun membeli sepasang marmut lengkap dengan mainan marmut didalam nya. mereka pun meninggalkan penjual itu, rey membawa marmut nya dengan hati hati.
Mereka duduk di bangku taman di tengah alun alun untuk mengistirahatkan kaki mereka, walaupun mereka berdua sudah berkeliling perkebunan dan alun alun, mereka tidak merasa capek sama sekali, dan mereka beranggapan mungkin karena malam itu mereka sangat senang sehingga tidak merasa capek sama sekali.
“Kamu katanya mau ngomong sesuatu?” tanya Boy. Tiba tiba suasana berubah, menjadi sedikit dingin. Rey pun meletakkan marmut di sebelah kursi nya.
“ada dua hal yang mau aku kata kan padamu boy” kata rey dengan nada serius
“ada satu hal lagi yan mau aku katakan. Dan mungkin ini akan mengubah pandangan mu. Tapi apapun keputusan mu nanti aku akan terima.” Tambah rey dengan ekspresi yang tak bisa diartikan. Lalu rey menceritakan semua tentang diri nya yang tidak diketahui boy. Rey menceritakan sisi kelam nya dulu dan peristiwa yang membuatnya hijrah. Rey menceritakan semua peristiwa yang ia alami semasa ia beleum bertemu dengan boy. Rey bercerita dengan mata yang sudah berkaca kaca.
__ADS_1
“hey, itu masa lalu mu” kata boy menenangkan rey
“tapi aku kotor rey” jawab rey, air mata nya sudah tak tertahankan lagi dan membasahi pipi rey. Lalu rey menceritakan tentang ketidakperawanan diri nya. rey menceritakan kisah asmara nya Bersama gandu dan segala perbuatan yang pernah ia lakukan Bersama gandu dulu hingga cerita Ketika ia ditinggalkan tanpa alasan oleh gandu. Boy yang mendengar cerita rey langsung terdiam, hati nya terluka. Jantung nya seakan akan tidak memompa aliran darah yang seharusnya ia alirkan keseluruh penjuru tubuhnya. Di pikiran boy, gambaran tentang istri idaman nya kini telah robek dan masuk ke dalam air sehingga memudarkan warna nya. boy masih terdiam seribu Bahasa. Sementara rey yang berda disampingnya menangis tanpa suara.
Boy memandangi rey sedang menangis, ia tak tau harus berkata apa. Boy mendekat dan langsung memeluk rey. Rey kaget, ia berada dalam pelukan boy, tangis rey makin besar.
“sudah, tenanglah” kata boy dengan lembut. Rey membalas pelukan dan sedikit mengurangi tangisan nya.
Rey melepas pelukan boy dan duduk sambil menundukan kepala. Boy mengakat wajah rey dan membersihkan air mata rey dengan tangan nya. boy memberikan senyuman kepada rey menandakan bahwa ia baik baik saja meski hati nya tidak.
__ADS_1
“sudah, ayo kita pulang” ajak boy. Boy mengambil marmut yang berada disebelah boy dan menggandeng rey menuju mobil. Mereka pun beranjak pulang. Dari parkiran mobil menuju ke hotel mereka tidak berbicara apapun, bahkan setelah masuk kamar hotel.