Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Inginku


__ADS_3

mobil pun melaju ke di jalanan dengan kecepatan 50 km/jam. jalanan yang sangat ramai karena memang itu adalah jam bagi orang orang pulang kerja. rey melihat keluar kearah jalan dari kaca jendela mobil. ia melamun tanpa senyum. boy melihatnya karena lampu mobil yng sedang hidup membuat bayangan rey terpantul dari kaca. mereka berencana ingin langsung pulang. tapi boy ingin mengajak rey untuk makan terlebih dahulu.


"eh di dekat balai kota ada tempat makan seafood enak loh" kata boy mengajak


"emang kamu pernah makan disana?" tanya rey


"belum sih. yuk cobain" kata boy


mereka pun melajukan mobil menuju arah balai kota. sampai disana mereka langsung melihat menu dan memesan dua porsi kepiting lengkap dengan sambal manisnya yang menjadi andalan toko mereka.


"eh liat, aku jadi scorpio" kata boy sambil memegang kedua capit kepiting dan menempelkan di mulut nya


"ahaha. gak mirip tau" kata rey sambil mengambil tisu dan membersihkan blepotan di sekitar mulut boy. baru saja di bersihkan oleh rey. boy malah menempelkan lagi capit kepiting di mulutny dan membuat mulutnya kotor lagi. rey yang melihat tingkah boy malah menambah nya dengan mengambil bagian kepiting yg lain dan menempel nya di hidung boy.


"kok ditambahin sii" kata boy sambil cemberut

__ADS_1


"kamu sih, padahal tadi udah dibersihin" jawab rey


"ya kan biar di bersihin lagi" balas boy


"gamau ah. lap sendiri" jawab rey melanjutkan makan nya.


mereka pun selesai makan. setelah itu mereka beranjak dari meja mereka dan bersiap untuk pulang. mereka tak ingin berlama lama di jalan karena boy pasti lelah seharian bekerja dan menemani rey membeli buku. dan boy juga tak ingin rey pulang kemalaman mengemudikan mobil sendirian.


dan mereka pun pulang dan rey mengantarkan boy sampai di kos nya. sampai didepan kos.


"sama sama tuan" jawab rey


"mau pake salim saliman gak? tanya boy


"eh belum sah, dah sana turun" jawab rey mengusir boy

__ADS_1


boy turun dari mobil. ia melihat astrid sedang duduk santai di teras rumahnya. astrid juga sedang memandangi boy yang turun dari mobil. mobil rey pun berjalan meninggalkan boy dan pulang kerumah. boy langsung masuk ke dalam kos dan tak terlalu menghiraukan astrid yang sedang duduk itu.


akhirnya rey sampai di rrumahnya ia memasukkan mobil ke garasi dan mengambil barang barang yang ia bbawa ia pun tak melihat ayah dan ibu nya. mungkin mereka sedang ada urusan di luar rumah. hanya ada rey dan bibi ruri di rumah itu.


"makan dulu non" kata bik ruri


"udah bik, bibi makan aja"jawab rey berjalan menuju kamarnya


rey langsung masuk kekamar. ia meletakkan barang nya diatas kasur dan mengeluarkan buku yang ia beli tadi. langsung ia teringat dengan bingkisan yang diberikan boy. rey langsung membukanya. rey senyum senyum setelah membuka isi nya. buku yang dikasi boy untuknya ternyata sama dengan buku yang ia beli.


"apa aku harus menceritakan kisah ku pada nya?" tanya rey pada dirinya sendiri


"bagaimana jika dia tidak menerima keadaanku yang sudah tak bisa lagi diperbaiki" tambah rey


"apa aku siap menerima penolakan nanti nya jika kau telah mengetahui segala kekurangan ku boy? segala kesalahan masa silam ku?" rey berceloteh dengan diri nya sendiri. tanpa sadar, mama nya melihat nya disebalik pintu...

__ADS_1


__ADS_2