Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Aurat


__ADS_3

“mama waktu muda seumuranku gimana?” tanya rey


    “kayak kamu, cantik, anggun”jawabnya tersenyum


ibu rey memang sangat cantik. ia dulu nya adalah mantan model majalah yang terkenal di tahun 98. ia sangat pandai merawat kecantikan, tubuh nya yang proporsional dan tinggi membuat semua agensi meliriknya. hingga sekarang, walaupun sudah tidak muda lagi ibu nya masih suka merawat dirinya. sebagai istri seorang pengusaha harus tetap bisa menjaga penampilan.


    “ih bukan itu mah, soal kehidupan mamah, teman mamah, aktivitas mama”


    “mama pacaran dulu berapa banyak? Tambah rey


    Rey sebenarnya tau bagimana kehidupan muda mamanya, tapi dalam hal asmara mama nya tidak pernah menceritakannya pada anak anak nya. 


    “enak aja berapa banyak. emangnya mama buka biro jasa. mama dulu pacaran Cuma satu kali” jelas mama rey


    “sama papa doang?” tanya rey lagi


    “bukan, papa kamu adalah penyelamat yang allah berikan buat mama”jawab mama rey

__ADS_1


    “lah? gimana cerita nya?”tanya rey penasaran.


"seorang mantan model terkenal hanya pacaran satu kali?" batin rey seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan mamanya


    “nanti lah kita ceritain di waktu yang pas” jawab mama rey. ia kemudian berdiri dari duduknya hendak masuk ke rumah. ia melangkah pergi meninggakan rey yang masih enak menikmati paginya.


"ih mama cerita nya ngegantung iih" teriak rey kesal dengan mamanya


    Saat sedang enak bersantai di teras rumah, rey melihat ada sepasang anak SMA yang sedang berolahraga. gaya olahraga yang dipadukan dengan teknik pacaran, mereka berolahraga dengan sedikit mesra, seperti hal nya gaya pacaran anak sekarang. Tak kenal waktu dan tempat, dimana pun dan kapanpun selagi berdua dunia serasa surga.


tiba tiba ia mendengar perempuan itu memanggil pacarnya


"ndu, ayo lanjut lagi" ucap perempuan tersebut


mendengar kata "ndu". rey teringat dengan gandu, mantan pacarnya yang pergi meninggalkannya.


"cowok brengsek" batin rey.

__ADS_1


ia masih kesal dengan gandu yang pergi tanpa pamit padanya. rey bertanya tanya kenapa ia tega meninggalkan rey yang saat itu hidupnya sangat berat karna proses hijrahnya membuat nya ditinggalkan teman temannya. padahal ia sangat mengharapkan kehadiran gandu untuk menguatkan dan mendukung rey. bukan nya kehadiran yang rey dapatkan tapi kepergian yang harus ia sesalkan.


"mungkin ia butuh asupan dari cewek yang bisa ia peralat" batin rey lagi. ia terbawa emosi mengingat kepergian gandu.


"Astagfirullah, sabar sabar sabar"ucap rey menghilangkan pikiran buruknya.


Rey melihat perempuan itu lagi, dengan pakaian olahraga ketat dan tipis, dan berpegang pegangan dengan pacarnya.


"kenapa perempuan selalu terjebak dengan pada fashion yang membuatnya terlihat buruk"guman rey pada diri sendiri


ia selalu memperhatikan penampilan perempuan yang ia lihat, bahkan di sosial media. perempuan bahkan tidak malu mempertunjukan kemolekan tubuhnya.


bahkan ia memperhatikan trend hijab kekinian. menurutnya hijab sekarang sudah kehilangan esensi sebenarnya sebagai penutup aurat dan menjaga kemuliaan perempuan. jika ditanya mengapa memakai hijab, jawabannya rata rata adalah karena kewajiban. perempuan sekarang memakai hijab untuk menutupi aurat tetapi pakaian masih memperlihatkan lekukan. lantas mereka membatasi aurat hanya sebatas leher?(maap mimin terbawa emosi)


Ia teringat dengan salah satu ayat alquran


    “katakanlah kepada wanita yang beriman: henaklah mereka menahan pandangannya dan ***********, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak padanya(QS annur 24:31)”

__ADS_1


__ADS_2