Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Merelakan


__ADS_3

Rey langsung merebahkan diri nya dirinya di tempat tidur, sementara boy langsung mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi. Boy membasahi diri nya dibawah shower dengan air hangat. Pikiran nya masih terganggu dengan cerita rey. Hati nya tak mau menerima nya, tapi ia menyadari itu hanya masa lalu. Boy berada di kamar mandi hampir setengah jam, setelah selesai mandi ia keluar dengan jeans pendek dan kaos hitam. Ia melihat rey sudah berganti pakaian. Rey menggunakan pakaian tidurnya. Kamar itu hanya mempunyai satu tempat tidur, boy mengambil selimut dan satu bantal lalu membentangkan di lantai. Dari alun alun hingga mereka tidur, mereka masih belum berbicara satu sama lain. Boy pun mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur namun ia tidak tidur, ia terus memerhatikan langit langit kamar hotel itu. 


Boy mendengar rey sedang menangis kecil, ia merasa sedih melihat rey menangis seperti itu. boy naik ke atas tempat tidur dan memeluk rey dari belakang.


“sudah lah. Jangan menangis lagi” ucap boy menenangkan rey. Namun tangisan rey semakin besar dan air matanyasudah membasahi bantal.


“aku merasa bersalah dengan diriku boy” ucap rey sambil menangis terisak isak.


“aku bahkan menghancurkan keinginan mu”tambah rey. Rey berpikir ia telah membunuh bidadari yang telah boy tunggu selama ini. 

__ADS_1


“yang sudah berlalu dulu pasti ada hikmah nya, kita masuh belum bisa menafsirkan nya”kata boy, rey memutar tubuhnya dan kini rey menghadap boy dengan tetap berada dalam pelukan boy


Mata mereka saling menatap, boy mengusap air mata di pipi rey dan rey memegang pipi boy. Rey makin masuk kedalam pelukan boy. 


“tidur lah.” Kata boy. Ia mengecup lembut kening rey. Lalu rey mulai menutup matanya untuk tidur. Boy memandangi rey yang tidur di pelukan nya, boy sangat sedih melihat rey begitu terganggu dengan masa lalu nya, tak seharusnya ia meragukan rey yang sekarang ini hanya karena mendengar tentang rey yang dulu. 


“aku takkan mengganggu masa lalu mu. Simpanlah itu rapat rapat dalam ingatan mu” ucap boy lagi, Lalu ia tidur 


Pagi hari Rey bangun lebih dulu dari boy, ia tak mendapati boy berada di samping nya. ia menengok ke sebelah tempat tidur dan mendapati boy sedang tidur di lantai. Padahal malam itu, yang di ingat rey adalah ia tidur ditempat tidur dan boy sedang memeluknya. 

__ADS_1


“kau berada didalam satu kamar bersama perempuan dan perempuan itu tidur dalam pelukanmu, namun kau memilih tidur di lantai” ucap rey yang masih memandangi boy tertidur di lantai


“kau memang laki laki baik boy”tambah rey, ia tersenyum dengan mata nya yang masih sembab. Rey mengoyangkan tubuh boy untuk membangunkan boy, lalu boy berpindah ke atas tempat tidur dan ingin melanjutkan tidurnya tapi tak diperbolehkan oleh rey. Rey menarik tangan boy sehingga boy terduduk di tempat tidur. Boy duduk di tempat tidur dan sejenak memandangi rey dan melihat mata rey yang masih sembab karena tangisan nya malam itu


“kamu jangan nangis lagi kayak kemarin” kata boy sambil mengusap pipi rey. Boy memberikan senyuman untuk menyenangkan hati Rey


“iya”jawab rey tersenyum


“terimakasih boy.” Tambah rey. Ia berterimakasih atas sikap boy yang masih mau menerima nya walaupun boy telah mengetahui semua tentang rey, bahkan tentang keperawanan nya. mendengar itu, boy tersentum senyum kepada rey. Boy mengambil telepon hotel yang ada disebelahnya, boy memesan paket sarapan dari restoran hotel. Tidak beberapa lama, pelayan hotel datang membawa makanan untuk mereka berdua. Setelah itu mereka mandi bergantian, memeriksa barang bawaan mereka agar tidak ada yang tertinggal dan bersiap untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2