Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Awal Bertemu


__ADS_3

mereka keluar dari perkarangan mesjid dan melajukan mobil nya di jalanan. rin mengajak mereka ke salah satu kafe di dekat kampus mereka dulu saat menempuh kuliah. semasa kuliah, mereka sangat sering nongkrong disana sehingga pemilik kafe itu sudah sangat kenal dengan mereka. di perjalanan mereka membahas tentang ustad yang mengisi pengajian itu.


"kalian tau gak? pas ustad yang tadi itu ternyata pendiri yayasan yang menampung ratusan orang dengan gangguan jiwa di jakarta" kata ayin sangat antusias


"oh ya? bukan nya dia pendiri pesantren internasional itu? kata rey bertanya


"iya, dia juga dosen di universitas Indonesia" tambah ayin


"hebat banget ya. coba aja pak ustad itu masih muda" kata rin sambil fokus melihat ke depan


"lu rela di poligami? tanya ayin kepada rin. rin melirik ke arah ayin dan kembali fokus ke depan


"pak ustad itu istri nya cantik banget. lulusan al azhar. mana mau dia sama lu" ejek ayin kepada rin. mereka sampai di kafe itu. rin memutar mobil nya dan memarkirkan mobil nya kearah jalan, sehingga ketika akan keluar dari kafe mobil nya tidak lagi harus memutar. mereka turun dari mobil dan masuk ke kafe tersebut. mereka memilih meja yang berada di lantai dua. mereka memilih meja di lantai sua karena ingin menikmati minuman mereka dengan suasana rooftop. di kafe itu juga si sediakan tempat bagi mereka yang ingin bermain skateboard dan sepatu roda karena kafe itu sangat luas, jadi sangat cocok untuk anak anak muda yang ingin nongkrong dan bermain disana.


ayin, rey dan rin duduk di meja paling pojok yang mengarah ke arah jalan. fahmi duduk si pangkuan ayin sambil meminum susu nya.


"tadi gandu bagus banget pembawaan nya" kata rin memulai pembicaraan


"lumayan lah" jawab ayin santai


"tapi kok bisa gandu berubah begitu? padahal dulu nya berandal" tambah rin


"nama nya juga manusia pasti berubah" sambung rey


"ehem, ada yang gagal move in nih" kata ayin menyindir rey. rey melirik ayin sambil tersenyum tipis

__ADS_1


mereka mengobrol tentang gandu yang baru saja bertemu mereka di pengajian itu. rin meminta rey menceritakan bagaimana gandu pergi ke amerika. rey menceritakan kepada mereka bahwa ia tidak tau mengapa gandu ke amerika. yang rey tau, gandu meninggalkan rey begitu saja tanpa ada kata putus apalagi ucapan perpisahan.


dan rey bercerita bahwa ia bersyukur, karena ia memiliki teman yang hebat seperti ayin dan rin yang selalu mendukung rey sehingga ia tidak larut dalam kesedihan . jika saja ia tidak menyadari itu dan terlalu bersedih, mungkin rey akan depresi dan berakhir dengan mengakhiri hidup nya sendiri. mendengar cerita itu, ayin dan rin memeluk rey, mereka terharu dengan cerita rey.


"aduh duh duh ponakan tante" kata rey yang menyadari fahmi ikut memeluk nya.


"lalu bagaimana hubungan mu dengan boy?" tanya ayin


"aku masih belum siap" kata rey


"siap apa?" tanya ayin


"boy melamar mu?" sambung rin. rey melirik ayin dan rin lalu mengangguk mengiyakan pertanyaan rin


"ah seneng nya" kata ayun memeluk rey


"yang penting kamu harus bisa meyakinkan boy bahwa kamu adalah wanita terbaik bagi nya" kata rin


"tapi bagaimana jika ia tak menerima keadaan ku? dan aku juga ingin dia mendapatkan perempuan yang baik, tak seperti ku yang sudah kotor ini" tambah rey dengan wajah sedih nya.


"masa lalu biar berlalu. kamu tak harus selalu mengingat nya" kata ayin menguatkan rey. mereka pun tak ingin rey bersedih dan mengalihkan topik pembicaraan nya. mereka pun bercanda dan bergembira menceritakan pengalaman semasa mereka kuliah dulu. tiba tiba dua orang perempuan datang ke meja mereka.


"kak, boleh minta foto? tanya salah satu gadis itu kepada rey


"boleh" jawab rey. dua perempuan itu pun ber selfi dengan rey. ternyata dua gadis itu sedang bermain kartu bersama teman nya dan mendapat hukum karena kalah.

__ADS_1


hal itu lalu mengingatkan rey dengan kejadian sewaktu ia berkenalan dengan gandu. tepat di kafe itu juga, ia bersama teman teman nya juga bermain kartu dan rey kalah. ia harus mencari seorang pria untuk di ajak berfoto. dan saat itu ia melihat gandu sedang duduk bersama teman nya. lalu rey berjalan menuju meja gandu dan meminta gandu untuk berfoto dengan nya. namun gandu memberi syarat jika ingin berfoto, maka rey harus memberi nya nomor telpon nya. rey ingin sekali menolak namun ia akan mendapatkan hukuman tambahan jika ia tak bisa berfoto dengan nya. lalu rey meminta ponsel gandu dan mengetik nomor nya di ponsel itu lalu berfoto. ia pun kembali ke meja nya dan menunjukkan nya kepada teman teman nya.


"wah ganteng banget" kata salah seorang teman rey yang berada di sebelah nya. ketika sedang menunjukkan foto itu tiba tiba nomor yang tidak di kenal menelpon ponsel nya. rey mengangkat telpon itu.


"lihat ke belakang" kata seseorang di balik ponsel itu. rey pun melirik ke belakang dan melihat gandu sedang melambaikan tangan


"hem, langsung tukeran nomor nih" kata ayin yang juga berkumpul di situ. muka rey memerah karena teman teman rey menyoraki nya. peristiwa manis itu ia ingat sampai sekarang. ketidaksengajaan yang mempertemukan rey dan gandu. bahkan foto pertama nya itu masih tersimpan di laptop rey.


"udah jangan di kenang" kata ayin menepuk paha rey dan membuat rey kaget. rey hanya tersenyum lalu mengganggu fahmi yang sedang duduk di pangkuan ayin.


"sini nak, jangan sama mama mu, dia usil" kata rey menirukan suara anak kecil sambil mengangkat fahmi dari pangkuan ibu nya dan mendudukkan di pangkuan nya.


hari sudah sangat sore dan ayin harus pulang ke rumah dan menyambut suami nya pulang bekerja. mereka pun beranjak turun menuju mobil dan rin berhenti di kasir untuk membayar.


setelah masuk ke mobil, rin langsung melajukan mobil nya menuju ke arah rumah rey. setelah sampai di rumah rey mereka langsung pulang. rin harus mengantar ayin dulu karena rumah ayin lebih jauh dari pada rumah rin.


rey masuk ke rumah, ia melihat ibu nya berada di ruang televisi sedang menonton sebuah sinetron tentang seorang pemuda yang meninggal tertimpa tabung gas dan kuburan nnya di penuhi tabung gas.


rey masuk dan menyalami ibu nya. ibu rey memberi kabar bahwa tadi siang sewaktu ia berbelanja di mall, ia melihat gandu juga berada di mall tersebut sedang membeli baju koko dan gandu menghampiri ibu rey


"gandu sudah pulang dari amerika?" tanya ibu rey


"seperti nya iya ma, tadi kami bertemu di pengajian" jawab rey


"tadi dia juga bertanya tentang kamu" tambah ibu rey. rey hanya memberikan senyuman tipis lalu ia berjalan menuju kamar nya. ia lalu melepaskan pakaian nya dan bersiap untuk mandi. tubuh nya sudah gerah dan lengket karena keringat.

__ADS_1


boy seharian berada di kantor. ia baru saja selesai rapat dengan para investor terkait proyek yang akan di jalan kan minggu depan. ia mendapat proyek besar bersama investor hebat berkat kerja divisi marketing yang begitu cekatan dan handal dalam menggaet investor, dan juga boy terus memotivasi mereka untuk terus giat dalam bekerja.


__ADS_2