
malam semakin larut. "tik tik tik" bunyi jam mengalahkan sunyi malam itu. rey selesai membaca berbagai postingan di beranda instagram nya. ia meletakkan ponselnya diatas meja disebelah tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi. ia berwudhu dan kembali ke tempat tidur lalu bersiap untuk tidur. malam panjang berlalu hingga matahari pagi menjelang. ia tidur nyenyak malam itu. mungkin tangisan menguras habis tenaga nya.
**
matahari pagi telah datang tapi udara masih sejuk. astrid sudah bersiap berangkat ke kampus karena ada mata kuliah pukul tujuh pagi ini. begitu pun yopi bersiap berangkat ke sekolah, ia terlihat malas sekali bersekolah. mata yang masih mengantuk dan kurang segar terlihat di wajah nya. yopi jarang sekali mandi lagi. haram bagi menyentuh air dingin walau kadang bu riana sering memaksa nya mandi pagi.
waktu sudah menunjukan pukul 7.30. boy sudah rapi dengan setelan kemeja biru dengan dasi coklat motif garis lengkap dengan jas membaluti tubuhnya. boy mengambil tas lalu beranjak memasang sepatu, setelah semua beres, ia berangkat menuju kantor menggunakan mobilnya
"selamat pagi pak" sambut satpam yang bertugas pagi itu dengan menebar senyuman ramah nya. boy membalas dengan hanya tersenyum dan sedikit mengangguk kebawah.
sesampainya di ruangan. ia meletakkan tas dan dokumen yang dibawa diatas meja. tak beberapa lama. annur menyusul dari belakang. ia berhenti di depan pintu sambil melihat kedepan. kearah seorang laki laki dengan tubuh proporsional layaknya seorang atlet sedang melepas jas. ia tertegun melihat boy. perlahan ia masuk ke ruangan.
"assalamualaikum selamat pagi" kata annur sambil berjalan menuju meja nya.
"waalaikumsalam" jawab boy melihat annur dan langsung duduk di kursinya.
pagi itu annur dan boy langsung bekerja tidak ada percakapan yang begitu penting untuk dibicarakan.
boy memantau perkembangan kinerja annur. ia melangkah menuju meja kerja annur.
__ADS_1
"coba saya lihat"kata boy sambil mengambil mouse di meja. boy sedikit membungkuk untuk menatap monitor yang ada di depannya. annur yang masih duduk di kursi nya merasa deg deg an. tubuh boy begitu dekat dengan nya hingga aroma parfum boy tercium oleh annur.
"segar sekali aroma parfum mu"batin annur. ia ingin mengatakan pada boy namun tidak jadi. ia lalu beralih menatap wajah boy yang sedang fokus pada monitor di depannya
"bagus. penyusunan nya rapi." kata boy memuji kinerja annur. tapi annur tidak fokus mendengarkan karena perhatiannya terfokus pada perawakan boy.
"hey, kamu dengar?" ucap boy lagi. kini konsentrasi annur beralih pada percakapan boy.
"eh iya boy, hm maksud saya pak" kata annur grogi.
"sudah santai saja" kata boy
"lanjutkan pekerjaan mu" tambahnya
"pak, ntar makan siang dimana?" tanya annur
"di kantin"jawab boy santai
"oh oke" kata annur merespon jawaban boy
__ADS_1
"hem" gumam boy sedikit bingung
sudah waktu istirahat siang. para karyawan banyak yang meninggalkan meja kerjanya untuk pergi mencari makan siang. ada yang kekantin perusahaan dan ada juga yang makan di luar.
"pak boy bareng dong"kata annur mengikuti boy keluar dari ruangan. mereka melangkah menuju kantin yang berada di pojok kanan lantai satu. tepat di belakang mereka ada ian dan juga hariri. mereka ikut nimbrung bersama annur dan boy.
"pak boy" kata ian
"buk annur" kata hariri
"mau kekantin ya?" kata ian dan hariri serentak. mereka berdua ini memang tak terpisahkan.
"eh iya, yuk gabung" kata annur
"jangan panggil gue buk. gue sama kayak kalian. panggil annur aja"tambah annur
"udah cantik. rendah hati pula" kata hariri
"yaallah, cetak satu lagi seperti ini untuk hamba" kata ian sambil menengadahkan tangan seperti berdoa
__ADS_1
"eh dua, gua juga pengen" tambah hariri.
"eh, kerja yang rajin biar dapat istri cantik" sahut boy. annur hanya tersenyum. ia senang boy menganggapnya cantik