Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Satu ruangan


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa boy datang ke perusahaan dengan wajah ceria dan disambut oleh bawahannya. Namun tepat di depan pintu ruangannya, annur telah menunggu dengan senyuman ceria terukir di wajahnya.


“assalamualaikum pak bos” ucap annur menyambut kedatangan boy


“eh jangan gitu ah manggilnya” jawab boy tidak cocok dengan panggilan itu. ia masih tidak enak karena annur adalah anak dari pemilik perusahaan ini


“kan saya bawahannya sekarang, asisten manajer ruangan ini hehe” kata annur mencairkan suasana


Annur memang seorang gadis yang ceria dan suka bercanda, bahkan baru saja mulai bekerja saja sudah berani membercandai seorang atasan seperti boy. Namun boy tetap lah boy, seorang yang ramah kepada semua orang. Walaupun ia bersusah payah mendapatkan posisi nya tapi tak membuatnya gila hormat.


“ayo” ajak boy masuk ke ruangan.


boy meletakkan tas bawaannya lalu mengambil tumpukan satu tumpuk berkas yang ada di lemari berkas di belakang kursi duduk nya. Lalu ia berikan kepada annur. Tumpukan berkas itu adalah data laporan hasil pendapatan perusahaan bulan lalu. Sebagai pembelajaran baru bagi annur, boy memerintahkan untuk mengaudit laporan tersebut lalu disusun rapi untuk dilaporkan kepada komisaris perusahaan. 

__ADS_1


“ini untuk kamu, kamu kerjain.” kata boy meletakkan berkas tersebut di meja annur


“klo ada yang gak di mengerti, jangan sungkan untuk bertanya” tambah boy


Hari masih pagi burung burung masih berkicau dan matahari pasti masih sangat nikmat rasanya. Sebagai seorang anak bos perusahaan, hal itu mungkin bisa ia nikmati, namun belum sempat ia menikmati pagi, tugas baru sebagai karyawan telah menanti. Annur harus segera menyelesaikan tugas yang telah diberikan.


“sebanyak ini?” kata annur sedikit kaget melihat tugas yang diberikan boy


"eh ngga. kecil ini mah" jawab annur


"gila, ni orang pernah hidup di jaman belanda kali ya? ngasi kerjaan banyak banget" batin annur kesal


Karena di hari pertama annur telah di beri pekerjaan yang cukup banyak membuatnya sedikit jengkel. Tidak berlama lama. Ia pun duduk dikursinya dan mulai  mengerjakan tugasnya.

__ADS_1


Di hari  itu rey tidak  memiliki kesibukan apa apa. Ia hanya memasak dan menyiapkan bekal yang biasa ia persiapkan untuk  boy. Masakan yang dicampur dengan bumbu cinta menjadikan masakan itu sangat enak yang di khususkan untuk boy. Tiba tiba ponsel rey berdering, terlihat pesan masuk dan rey pun mengambil ponselnya melihat isi pesan yang ia terima.


“Rey, lu sibuk gak?” tanya ayin pada pesan tersebut


“Nggak yin” balas rey


“nanti temenin gue check up ya” minta ayin pada rey


siang itu ayin, teman rey meminta untuk ditemani ke dokter untuk pemeriksaan rutin. Ayin sedang hamil muda dan suami nya sedang berada di luar kota. rey pergi ketempat ayin menggunakan mobil nya. sebelum sampai di tempat ayin, rey mampir ke perusahaan tempat boy bekerja. Rey selalu membuatkan sambal kesukaan boy untuk makan siangnya. rey sampai dilobby perusahaan tempat boy bekerja


“aku di lobby” rey memberi kabar kepada boy via chat.


Boy yang sedari tadi bekerja diruangannya, setelah menyiapkan beberapa keperluan untuk annur bekerja seperti yang telah yang diamanahkan oleh ayahnya untuk diajari oleh boy, duduk dan bekerja dalam satu ruangan dengannya. boy ditugasi untuk mengajar dan mempekerjakan annur, boy langsung mempersiapkan satu set meja kerja dalam ruangannya untuk annur dengan tujuan agar mudah memantau kinerja annur. Dan pagi itu suasana kerja boy memang sedikit berbeda karena harus menjalankan dua tugas sekaligus...

__ADS_1


__ADS_2