Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Keceriaan


__ADS_3

pagi hari datang seperti biasa nya. dan udara di kota ini masih terasa sangat sejuk. suhu pagi itu sekitar 16 sampai 17 derajat. jika di tanya pada mahasiswa mengapa musim ini begitu dingin, mereka akan menjawab musim ini adalah musim maba (mahasiswa baru) biasa nya jika sudah masuk ajaran baru dan banyak siswa yang baru saja menjadi mahasiswa akan mengikuti ospek selama seminggu. dan udara di kota ini selalu dingin. jadi momen yang pas bagi para senior senior kampus menarik mahasiswa yang masih baru untuk sekedar mencari kehangatan, hahaha.


boy bangun pukul 6.30 pagi itu. ia duduk di tempat tidur, mengucek mata nya dengan jari nya, dan menggerak kan tubuh nya ke kiri dan ke kanan.ia masih menggunakan sarung. karena ia ketiduran sehabis sholat subuh. ia merasa segar pagi itu setelah semalaman tidur hingga pagi hari. ia melepas sarung dan kaos nya. boy hanya menggunakan celana pendek dan bersiap untuk mandi. baru saja ia ingin melangkah ke kamar mandi. ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. boy berjalan dan membuka pintu. ternyata astrid berada di sebalik pintu itu.


"hiyaaaa" teriak astrid


"eh berisik tau masih pagi" kata boy sambil menjitak kepala astrid


"gue kirain lu pake sampai doang" kata astrid setelah membuka mata nya dan memastikan boy masih memakai celana.


"gue nebeng ke kampus ya. motor gue bocor." tambah astrid. ia berniat menumpang pergi kuliah dengan mobil boy


"jam berapa kuliah lu? tanya boy


"jam 9" jawab astrid


"oke, siap siap dah" kata boy. astrid kembali ke kamar nya untuk bersiap ke kampus. walaupun kuliah nya jam 9, tapi ia berangkat bersama boy pukul 7.30. karna boy harus menjemput annur di apartemen nya. sebenarnya boy bisa berangkat kapan saja boy mau. tapi ia harus memberikan tauladan kepada karyawan nya bahwa tepat waktu itu penting. boy menutup pintu nya dan beranjak masuk ke ke kamar mandi. selesai mandi ia mengambil baju di lemari. ia tak perlu menyetrika baju maupun celana nya. bu riana telah mempersiapkan segala kebutuhan boy, walaupun itu sebenarnya tidak gratis.boy tidak mempermasalahkan itu. hitung hitung sebagai tambahan penghasilan untuk bu riana. tak lupa juga ia membawa satu kemeja cadangan dan ia masuk kan tas nya. kini boy sudah rapi dengan kemeja biru dipadukan dengan celana hitam beserta nas hitam nya. tak lupa dasi dan di tambah dengan jam tangan casio klasik milik nya membuat tampilan nya begitu elegan. ia melihat jam sudah pukul 7.35 wib. ia keluar dari kamar nya di ikuti astrid keluar dari dapur. ia baru saja selesai sarapan.


"cid, lu duduk di belakang"kata boy


"hem, seperti nya ada seseorang yang bakal di jemput nih." kata astrid menggoda.


"temen gue pengen nebeng." kata boy


mereka berjalan masuk ke mobil. dan melajukan mobil langsung mengarah ke jalan raya. di tengah perjalanan boy merasakan ponsel nya bergetar. ternyata itu panggilan dari annur. boy biarkan karna ia tak ingin mengemudi nya terganggu.


"begitu ia sampai di depan apartemen annur. ia menelpon annur dan mengatakan bahwa mereka telah sampai.

__ADS_1


annur turun dari lift dan berjalan ke arah mobil boy. annur terlihat sangat anggun sekali layak nya model sedang ber jalan di atas catwalk. ia masuk ke mobil.


"pagiiiiiii"sapa annur dengan senyum ceria


"pagi. ayo masuk" jawab boy singkat


"hallo mbak. saya acid " kata astrid menjulurkan tangan ingin berkenalan


"hai. aku annur karyawan nya boy" jawab annur dan menjabat tangan annur.


di dalam mobil astrid tak henti henti nya memuji annur. ia sangat senang bisa bertemu dengan wanita cantik itu. annur pun senang dengan astrid yang ceria dan banyak bicara, karena mereka berdua memang sangat suka berbicara. mereka heboh sendiri berbicara dan membahas semua hal dari kecantikan, fashion, hingga perihal cowok cowok genit di kampus. boy yang sedang menyetir hanya tertawa dan tersenyum sedikit jika ada bagian yang menurut nya lucu, selain itu ia hanya fokus menyetir. boy melewatkan kampus astrid dan langsung menuju kantor. astrid yang menyadari hal itu langsung berteriak meminta mobil untuk berhenti.


"stoooooop" teriak astrid


"apa sih cid" kata boy


"lu bawa nih mobil gue. lagian kelas lu masih sejam lagi kan" kata boy lagi dan tetap fokus ke depan.


"serius?asik" kata astrid sambil tersenyum bahagia.


"sekalian sama uang bensin nya ya" tambah astrid.


"klo pengen jalan jalan beli bensin sendiri" jawab boy yang sudah menebak alur pikiran astrid.


"gue kan mahasiswa kere" kata astrid membuat muka seolah sedang sedih.


mereka sampai di depan perusahaan. boy dan annur turun dari mobil. astrid ikut turun untuk pindah ke tempat duduk depan. boy pun mengeluarkan 5 lembar uang pecahan 50.000 dan memberikan nya ke astrid.

__ADS_1


"baik banget sih. tapi sayang gamau jadi suami gue" kata astrid sambil menyimpan uang ke tas nya.


"gamau lah, lu masih bocah" jawab boy bercanda. astrid merubah ekspresi nya seperti marah. lalu dia kembali tersenyum dan pergi


annur yang melihat heran dengan tingkah astrid dan bertanya pada boy siapa astrid ssebenarnya


"astrid itu adik lu boy?" tanya annur


"bukan, dia anak nya ibu kos." jawab boy singkat


"seperti nya dia menyukai mu." tambah annur.


"memang," kata boy. lalu berjalan masuk ke perusahaan. annur mengikuti nya dari belakang. sampai di lift, annur bertanya lagi.


"trus lu gak mau? padahal dia cantik" kata annur memuji astrid.


"dia gadis yang kuat. pernah ku tolak tapi dia tetap tersenyum dan tidak berharap terlalu tinggi. lalu ku suruh dia menikmati masa muda nya dengan laki laki yang lebih menyukai nya." jelas boy. lift berhenti di lantai tempat ruangan mereka. mereka berjalan menuju ruangan mereka. di depan ruangan mereka sudah ada ian dan hariri yang mengintip di balik meja kerja mereka.


"pagi ini mereka datang berdua" kata ian


"tumben kita datang lebih cepat dari pak boy" tambah hariri. mereka masih melirik boy fan annur, hingga pak boy dan annur masuk ke ruangan mereka.


"apakah terjadi sesuatu kemaren malam?" kata hariri


"hiya hiya hiya" tambah ian. mereka tertawa dengan suara pelan seperti orang yang sedang membayangkan sesuatu. shevia datang memukul memukul mereka dengan batang jilid di tangan nya.


"masih pagi pikiran udah kotor" kata shevia berlagak marah

__ADS_1


"aduh sakit nyaiiiii" kata hariri sambil menggosok kepala mereka. shevia pergi ke arah lift dan mereka pun kembali bekerja


__ADS_2