
setelah boy mengantar rey hingga pintu gerbang rumahnya. rey langsung masuk menuju kamar. Dinding putih dengan lukisan dan foto terpajang dalam kamarnya. Jejeran buku dan perlengkapan make up tertata rapi. Rey duduk di dekat meja, ia melihat foto dirinya dengan boy tersenyum.
“aku tau maksudmu menanyaiku sore ini” gumam rey
Rey mengerti , kini usia boy yang sudah 27 tahun.sudah pasti ia menikirkan rencana nya kedepan. sudah memikirkan tentang pernikahan dan membina bahtera rumah tangga. Dan rey sadar, ia adalah orang yang selama ini dekat dengan boy. Rey tau bahwa hanya dia lah teman perempuan yang paling dekat dengan boy hingga saat ini. ia senang dengan bisa terus berada didekat boy.
Rey menatap secarik kertas yang ada di depan meja riasnya, kertas yang ia tempel 2 tahun lalu. Kertas yang bertuliskan
“laki laki yang berzina tidak menikahi melainkan perempuan yang berzina atau perempuan musryik, dan perempuan yang berzina tidak dinikahi melainkan dengan laki yang berzina atau laki laki musyrik, demikian itu diharamkan bagi orang orang mukmin(QS.24;3)”
potongan ayat suci itu ia letakkan disana sebagai pengingat akan dirinya. Rey memandangi kertas itu lama. Lalu kemudian ia kembali memandangi fotonya dengan boy dan seolah olah ia berbicara dengan boy
“apa aku pantas untukmu?”
__ADS_1
“kau seorang yang baik, sudah seharusnya kau mendapatkan yang lebih baik" gumam rey dengan ekpresi datar sedihnya.
Rey hijrah dan mendalami ilmu agama belum genap 3 tahun ia dulunya adalah perempuan yang pernah berada dalam dunia hitam.
Gaya hidup rey yang suka berpesta, mabuk mabukkan, pacaran layaknya suami istri. kehidupan anak muda ala orang orang liberal yang bebas rey lakoni layaknya seorang pemeran utama. lahir dan besar dari keluarga berada dan terdidik seperti keluarga rey tidak menjamin tumbuhnya moral yang baik. pengaruh lingkungan pertemanan rey dan kurangnya pengawasan keluarga membuat rey terjerumus.
Pernah suatu malam ketika ia pulang bersama pacarnya bernama gandu,dari sebuah event anak anak muda. Event yang penuh dengan anak muda yang berpakaian seksi berjoget ria sambil mabuk. Pada saat ia pulang diantar oleh sang pacar, namun ia tidak diantar langsung kerumah. Melainkan mereka pergi ke sebuah villa milik gandu. rey tidak mempermasalahkannya. dirumah pun ia merasa tidak nyaman. mereka tiba di villa, hanya ada seorang bapak tua yang berjaga pada malam itu. mereka masuk dan bersenang senang sampai subuh.pagi harinya mereka terbangun, rey melangkah menuju kamar mandi membersihkan mukanya. setelah membasuh muka, ia mengambil sebatang hp, rokok dan korek. ia kemudian berjalan ke menuju kolam renang yang ada di seberang kamar mereka. rey duduk dipinggir kolam renang sambil menghisap rokoknya. ia mengecek ponselnya, apakah ada pemberitahuan penting atau tidak. tidak ada whatsapp yg masuk saat itu karena sedang berada diluar jangkauan. tapi ia bisa melihat status yang dibuat orang orang. melihat dalam sebuah status sesorang dengan tulisan
“seorang pezina tidak berzina ketika akan berzina bila dia dalam keadaan mukmin, seorang peminum tidak meminum arak ketika akan meminumnya bila dia dalam keadaan mukmin"
"penzina" ucap rey memahami ucapannya itu dengan ekspresi datar. lalu meletakkan hp nya dipinggir kolam
tanpa ia sadari. gandu berada di belakang. ia mendorong rey masuk ke kolam dan rey pun basah seluruhnya. pacarnya pun ikut melompat.
__ADS_1
"uuh dingin banget, mandi di kamar mandi aja ah" ucap gandu sambil kembali naik dari kolam.
"ah dasar lemah"ucap rey ikut naik mengikuti gandu. rey lalu memeluk gandu dari belakang
"mau yang hangat hangat?" rey berbisik
gandu yang sedang dipeluk kemudian memuatkan badannya. sehingga ia berhadapan dengan rey.
"boleh boleh" jawab gandu berharap.
"ayo. buat wedang biar hangat" tambah rey dengan berbisik.
"kok wedang? hangat yang lain.."pinta gandu berharap
__ADS_1
"ah gamau, ntar kita pulang kecapean. yaudah ayo buat sarapan abis itu mandi"
mereka pun membuat wedang hangat dan sarapan. setelah selesai. mereka pun mandi untuk bersiap pulang.