Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Optimis


__ADS_3

"mama berpikir, papa mu menikahi mama karena kasihan. sehingga tidak ada cinta dalam diri nya. tapi kasih sayang yang diberikan papa mu untuk mama begitu besar. mama sangat bahagia. kata mama rey


tiba tiba papa nya datang. berjalan masuk kamar dan menarik mama hingga mereka berpelukan. tangis mama rey semakin menjadi. ia sangat terharu karna cinta suaminya begitu tulus terhadap nya.


"sudah. masa lalu jangan ditangisi lagi"blata papa rey sambil menghapus air mata mama nya dengan tangan nya. lalu ia mengecup lembut kening mama rey.


papa rey mendekat duduk di sebelah kanan bersama rey. dan mama nya duduk di sebelah kiri rey.


"setiap proses pasti ada hasil nya.apa yang terjadi sama kamu dulu itu yang membentuk kamu yang sekarang. kamu hanya perlu perlu selalu berdoa dan usaha yang terbaik." mata papa rey


"kapan boy mau datang kesini?"tanya papa rey


"belum pah, rey belum memberikan jawaban ku padanya" jawab rey


"rey gak mau boy kecewa jika nanti ia tau rey ini bukan wanita baik baik"kata rey


"boy itu laki laki baik pah, sudah seharus nya boy mendapatkan yg lebih baik" tanbahnya.


"nak, kamu jangan berprasangka buruk dulu. baik buruk nya seorang muslim tidak bisa dinilai dari penilaian kita. itu hak tuhan yang menilai." kata papa rey

__ADS_1


"bagaimana jika nanti boy tidak menerima ku pah? kata rey lesu. air mata nya masih belum berhenti


"kamu harus meyakinkan boy bahwa kamu layak untuk dia" kata mama rey


"kamu terbuka pada boy. agar ia tau siapa rey sebenarnya. jika ia memang memang mencintaimu ia takkan mempermasalahkan statusmu." tambah papa rey. ia menyapu air mata rey dengan tangannya.


papa rey menoleh kearah kaca. ia melihat berdiri dan melihat pigura yang berisi foto boy dan rey sedang berselfie sambil tersenyum ria. papa rey bahagia dan senang dengan kehadiran boy di hidupnya rey. dengan boy rey selalu gembira dan tersenyum. berbeda dengan rey yang selalu murung selepas kepergian dinda adiknya.


"kapan ini?" tanya papa kepada rey tentang foto itu.


"itu waktu kami berdua sedang di bali pah. waktu itu dia sedang ada proyek besar dan mengajakku ikut sambil liburan. tapi cuma sehari doang" jawab rey


"ih rey ditinggal"kata rey cemberut. ia sudah tak menangis lagi


"ih gamau, kami pengen honeymoon" jawab papa rey. sambil mengalihkan pandangan nya ke arah buku yang di beli rey dan boy tadi sore


"sok sok an honeymoon. kan papa mama udah tua" kata rey mengejek


"tadi sore papa liat buku ini di medsos. bagus buku nya. ternyata kamu beli?" kata papa rey

__ADS_1


"bawa aja pa. aku punya dua"kata rey


"mubazir banget beli dua?" Tanya papa rey


"tadi boy memberikan rey hadiah. ternyata hadiahnya sama, sama buku yang rey beli" jawab rey. papa rey yang mendengar itu memandang mama rey dan sebaliknya mama rey juga memandangi papa rey. mereka tersenyum tipis.


"itu jodoh namanya" kata papa rey


"pilihan nya sama" sahut mama rey


"yaudah kamu istirahat ya. jus nya dihabisi" kata mama rey mengelus kepala rey. ia pun berdiri dan keluar dari kamar rey.


"kamu harus selalu berpikir positif dan harus selalu optimis dalam menghadapi proses kehidupan" kata papa rey sambil mengecup kening rey.


"makasih pah" kata rey dna memeluk papa nya. mata rey berkaca kaca. ia bahagia mendapat papa yang sangat baik


papa rey berdiri lalu keluar dari kamar rey. rey pun meminum jus yang ada dimeja itu dan beranjak ke kamar mandi membasuh muka nya. menghapus sisa makeup dan air mata yang membuat sembab matanya.


"aku akan menceritakan padanya. semoga tuhan memberikan yang terbaik untuknya" kata rey sambil menatap wajah nya yang ada dikaca

__ADS_1


__ADS_2