
"aku ngga cemburu" jawab rey berbohong. rey sedang berada dimamar nya. berbaring di atas tempat tidur dengan tangan nya masih memegang ponsel nya.
"aku cuma bingung aja kamu kok ngga ngasi kabar. padahal tadi katanya mau keluar" tambah rey dalam telpon nya.
"iya aku kelupaan. maaf ya" kata boy
"kamu katanya mau ngomong sesuatu?" tambah boy. ia masih penasaran apa yang akan rey katakan.
"apakah kamu menerima lamaran ku? tanya boy lagi. kali ini ia meyakinkan rey lagi bahwa ia benar benar serius dengan perkataan perkataannya perihal lamaran di mesjid waktu lalu.
"aku masih menunggu mu rey. tidak apa apa kalau kamu masih mempertimbangkan nya." kata boy.
"yang penting kamu masih berada di bumi dan masih mau bersama ku menikmati hari bersama" tambah boy dengan nada bicara yang santai. boy masih duduk di kursi. dengna posisi yang sama menghadap meja kerja nya. ia memegang pigura dengan foto diri nya berdua dengan rey.
"aku berharap kamu benar benar mendapat apa yang kamu ingin kan boy" jawab rey singkat.
"jadi kamu mau ngomong sesuatu itu sekarang?" tanya boy lagi
__ADS_1
"jangan sekarang. tunggu waktu yang tepat aja" jawab rey
"oh yaudah. kamu istirahat ya" kata boy lagi. sebenarnya ia sudah lelah namun malah menyuruh rey untuk istirahat.
"iya" jawab rey. boy pun langsung mematikan ponsel nya dan berpindah kembali berbaring di tempat tidur. ia merenung sejenak melihat langit langit lamar nya yang gelap. boy tidak menghidupka lampu utama. ia hanya menghidupkan lampu tidur yang terletak di meja kecil di sebelah tepat tidurnya. ia suka kamar nya hanya menggunakan lampu tidur. karna tidak terlalu terang dan menghabiskan banyak daya. tak beberapa lama ia akhir nya tertidur dengan baju yang sama ia pergi ke kantor. hanya jas nya saja yang saja buka.
setelah mematikan telpon. rey berdiri dari posisi tidur nya dan melangkah ke kursi meja belajarnya. ia membuka buku catatan dan membolak balik halaman demi halaman yamg penuh dengan tulisan itu sampai pada halaman kosong tanpa tulisan. ia mengambil bolpoin dan mulai menuliskan kata kata.
"*Mana yang lebih nahas nasibnya: sunyi yang terperangkap ruang kosong atau gerimis yang turun saat musim kemarau?" tanyamu
"*Aku," jawabku
"Aku!" Kataku
"Bukan tentang kamu," katanya
"Sampai saat ini pun, kau tak tahu siapa yang lebih terluka. aku terlalu lama berada di ruang kosong hingga lupa cara nya untuk keluar*"
__ADS_1
rey suka membuat kata kata seperti dua orang sedang berbicara. dialog dengan susunan kalimat yang indah bila di baca dan tersirat makna yang begitu dalam. begitu lah fungsi karya, ia diciptakan dengan rasa dan tertuang pada sebuah media untuk memberikan suatu suatu informasi terhadap apa yang sedang di alami. namun tergantung bagaimana seseorang melihat sebuah karya. karena setiap orang memiliki perspectife yang berbeda beda dalam melihat sesuatu.
rey pun meletakkan kembali bolpoint pada tempat nya. lalu menutup buku itu dan meletakkan nya di tempat semula ia mengambil nya. rey masih belum mengantuk, namun ia tidak tau ingin berbuat apa. ia memandangi tumpukan buku nya. ia teringat dengan buku yang ia beli kemaren. ia belum habis membaca nya.
ia mengambil buku itu. buku yang berjudul "membina rumah tangga ala rasulullah". rey kagum dengan penulis nya. mampu membawa pembaca merasakan bagaimana rasulullah membina rumah tangga nya dengan istri seolah pembaca adalah bagian jaman nya rasulullah. rey terus membaca, ia bolak balik halaman demi halaman. kini rey wajah rey di hiasi oleh kacamata. mata nya sedikit rabun karena ia sering menatap laptop sehingga mempengaruhi mata nya
ada satu kalimat dalam buku yang menarik perhatian rey. kalimat itu berbunyi
"jangan membuat nya menunggu hanya karna hal kecil. banyak hal besar menunggu mu setelah pernikahan"
rey setuju melihat pandangan penulis terhadap pernikahan. bukan hal kecil jika berbicara mengenai keberkahan. di dalam ikatan pernikahan, keberkahan di berikan berlimpah bagi mereka yang menikah. namun masih ada sesuatu yang mengganggu di benak rey, tentang diri nya yang dulu.
"apakah akan termasuk kebohongan jika aku tak menceritakan nya apabila kita sudah menikah nanti?" gumam rey
"apakah berkah menikah jika masih ada sesuatu yang belum di selesaikan?" tambah nya.
"ah biarlah. lebih baik aku menceritakan nya kepada boy. bagaimana keputusan nya hanya allah yang tau" kata rey. ia mulai merasa mengantuk. ia tutup kembali buku nya dan pergi ke kamar mandi. ia pun duduk di ayat tempat tidur dan melepas kerudung dan berganti pakaian. ia menggunakan perawatan malam nya agar kulit nya senantiasa terjaga. setelah selesai ia langsung menarik selimut nya dan tidur.
__ADS_1
malam pun semakin larut. yang terdengar hanya suara dentingan jam dan sesekali terdengar kentungan dan suara teriakan penjual nasi goreng di jalanan.
waktu menunjukan pukul 03.56 wib. boy tidur dari tadi terbangun karena kegerahan dengan celana dan baju yang belum ia ganti. ia berencana mengganti pakaiannya. di bangun ia melihat jam sudah memasuki waktu subuh. ia mengganti pakaian nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu. ia sudah bersiap untuk sholat subuh. dengan baju kaos di lengkapi dengan sarung, ia berjalan ke ruang sholat. baru saja ia mengumandangkan iqomah. ia melihat astrid dan juga ibu diana juga ingin sholat. mereka pun melaksanakan sholat subuh berjamaah dan boy yang mengimami. setelah selesai, boy kembali ke kamarnya. ia berencana tidak ingin kembali tidur. ia berbaring di tempat tidur nya sambil memainkan ponsel. namun karena kelelahan, perlahan mata nya menutup dan ia tertidur hingga pagi.