Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Annur


__ADS_3

Seorang gadis cantik dengan rambut lurus dan suara yang sangat ramah. Datang menghampiri mereka berdua.


"hallo" sapa annur pada boy dengan melempar senyum manis.


"hallo" balas boy langsung berdiri dari duduk nya dan menjabat tangan annur sambil memberi senyum pada annur.


pak Debi memperkenalkan Annur kepada Boy, dengan tujuan agar annur bisa belajar menjalankan perusahaan ayahnya maka itu ia meminta boy mengajari nya. karna jika pak Debi langsung yang mengajari. annur tidak akan serius karena annur sangat manja terhadap ayahnya.


mereka bertiga pun duduk bersamaan. annur tidak terlalu banyak bicara. ia hanya mendengarkan ayah nya dan juga boy berbicara. annur memperhatikan boy saat berbicara. annur terpikat dengan perawakan boy yang mempesona. kemeja biru gelap lengkap dengan dasi yang menutupi tubuh kekar dan tegap membuat annur tak bisa memalingkan pandangannya.


    “boy, saya mau kamu ajari anak saya ini tentang perusahaan kita.” ucap pak debi


“Agar kelak kamu dan dia bisa mejalankan perusahaan ini bersama dengan baik” tambah pak debi dengan maksud yang tidak terpikirkan oleh boy sebelumnya


“eh baik pak, saya akan ajari annur dengan baik” sahut boy meyakinkan bos nya tersebut


pertemuan boy dengan annur dan pak Debi hanya sebentar. karena pak Debi seorang pengusaha sukses memiliki banyak urusan dan perusahaan lain yang harus dia urus. sehingga ia tidak memiliki banyak waktu luang.

__ADS_1


pak boy berdiri untuk pamit, begitu juga annur.


"mulai besok annur belajar dengan boy ya" kata pak Debi kepada annur sambil memegang bahu annur


"yasudah. boy saya pamit dulu ya" Pak debi berpamitan dan berjabat tangan dengan boy, begitu pun annur. lalu pak debi beserta annur dan boy keluar dari ruangan


Walaupun boy dan bos jarang sekali bertemu, tetapi bos sangat mempercayai boy sehingga ia melepaskan anaknya untuk diajari dan didampingi oleh boy.


pada saat mereka bertiga keluar. karyawan boy yaitu ian dan hariri melihat nya. mereka kagum dengan boy bisa berbincang bincang dengan bos besar perusahaan. tapi mereka lebih memperhatikan annur yang cantik keluar dari ruangan


"eh ***, liat anak pak bos cantik bet cuy, bening juga kayak bihun" kata ian memuji annur


"mata mu ***, mana ada orang mandi pake bayklin" kata ian sambil melirik hariri


"lah lu bilang kayak bihun. mana ada orang kulitnya kayak bihun" kata hariri tak mau kalah


"eh ***, kayaknya pak boy bakal dijodohin sama anak nya bos besar deh" kata hariri

__ADS_1


"beruntung banget si boy, bisa dapetin bihun gratis" kata ian sambil melamun


"dapet jackpot si boy" tambah hariri


"jackpot hadiahnya bihun" tambah ian"


kemudian hariri dan ian saling bertatapan. diam sebentar mengingat obrolan mereka mengira boy dan annur akan di jodohkan oleh bos besar


"ahahaha" ketawa ian dan hariri bersamaan


"ih ngapa lu bedua? dasar gila"kata shevia sambil lewat di depan kerja mereka.


"ah udah, gausah ngomongin bihun lagi" kata ian


mereka kembali fokus pada komputer yang ada di hadapan mereka dan kembali bekerja


boy yang tadi mengantar pak debi dan annur hingga ke mobil kembali ke ruangan nya. ia memanggil sekretarinya

__ADS_1


"besok siapin meja sama kursi ya, letakin di ruangan saya" ucap boy


"baik pak?"jawab sekretaris nya.


__ADS_2