Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Canggung


__ADS_3

mereka duduk di meja yang sama berempat. annur menulis pesanan dengan kertas yang sudah ada di meja.


"mau pesan apa?" tanya annur


"nasi rendang pake kuah gulai bonus es jeruk"kata ian memesan


"nasi kari satu bonus esteh hehe" kata hariri


"pak boy pesan apa?"tanya annur pada boy


"hem, apa ya. ini aja deh" kata boy sambil menunjuk menu di depannya.


"oke, rawon nya dua" ucap annur sambil menuliskan di kertas.


"kok dua?" tanya boy


"buat gue juga" kata annur lalu berlalu menuju tempat memesan makanan. lalu ia pun kembali ke meja dan menunggu makanan datang. sambil menunggu mereka bercerita tentang segala hal. namun tingkah ian dan hariri yang sudah seperti pelawak memberikan jokes jokes receh menghibur mereka siang itu. boy dan annur tertawa melihat kekonyolan mereka yang kompak dan nyeleneh tapi sangat menghibur.


seperti biasanya, jika sempat rey akan datang ke perusahaan boy mengantarkan sambal. namun tepat pada hari itu ia tidak mengabari boy jika ia akan datang. ia langsung masuk keperusahaan dan melihat boy dan annur beserta ian dan hariri sedang duduk di kantin. karena kantin tersebut berda di pojok lantai satu. kantin tersebut mudah terlihat nika dari arah pintu masuk perusahaan. nama nya juga perempuan biasa. melihat boy dengan annur sedikit memberikan kesan penasaran pada rey.


"perempuan yang kemaren?" mereka terlihat akrab" gumam rey melihat boy dan annur tertawa bersamaan. rey menuju resepsionis untuk menitipkan makanan itu. tapi ia mengurungkan niat nya setelah shevia menyapa nya.

__ADS_1


"hallo mbak rey, lagi ngapain?" tanya shevia


"oh hai via. mbak mau nganter makanan buat boy"ucap nya rey.


"langsung aja. mereka disana sedang makan" kata shevia sambil menunjuk kantin tepat ke arah boy berada. mereka berdua lalu berjalan menuju boy.


Boy melihat rey datang. begitu pun dengan ian dan hariri. annur masih belum sadar dengan kedatangan rey. ian dan hariri yang aadar akan kedatangan rey. lalu berpindah tempat duduk, semula berada disamping biy berpindah ke depan, duduk bersama annur.


"nih sambel" ucap rey


"kok gak ngabarin dulu?"tanya boy


"ayo kita makan dulu"ajak boy. ia langsung mempersilahkan rey duduk dikursi nya dan pergi memesankan makanan langsung ke tempat memesan makanan.


ian dan hariri yang sudah tau rey dan boy hanya saling melirik dan tersenyum. annur yang masih belum tau rey terus melirik rey. ia bertanya tanya dalam benaknya "siapa gadis ini".


"moment yang canggung" bisik hariri ke ian


"shut" kata ia dengan jari berada didepan mulutnya.


"mbak rey dari mana?"tanya hariri

__ADS_1


"dari rumah ri"jawab rey. boy kembali dan duduk di sebelah rey. ia membuka bingkisan yang dibawa rey. selain sambel, rey membawakan kue kering yang dibelikan mama rey kemaren malam. mama rey menitipkannya untuk diberikan pada boy.


"wih ada kue"kata boy


"mama beli kemaren trus di sisihin buat kamu" kata rey.


"bilang makasih dari boy. eh iya ini annur. karyawan yang aku ceritain kemaren." kata boy


"rey ini annur. annur ini rey" kata boy memperkenalkan mereka.


"rey" kata rey sambil mejulurkan tangan


"eh annur"kata annur menjabat tangan rey


kecanggungan mereka samgat terasa. tidak ada basa basi yang terucap antara mereka. hanya senyum tipis yang terlihat.


tak berapa lama makanan datang sesuai pesanan. satu nasi kari, rendang dengan kuah gulai dan tiga rawon dua untuk annur dan boy. dan satu lagi untuk rey.


annur yang memesan rawon hanya agar pesanan nya sama dengan boy. ternyata juga sama dengan pesanan rey. padahal rey tidak melihat ataupun memberitahukan boy makanan apa yang akan ia pesan


"seperti nya dia kekasih boy. bahkan memesan makanannya saja boy tidak perlu bertanya" batin annur. semenjak kedatangan rey, annur lebih banyak diam. hal itu dilihat oleh hariri dan ian, begitupu shevia yang juga ikut makan di meja yang sama dengan mereka

__ADS_1


__ADS_2