
Di depan pintu kamar, boy mengeluarkan kunci dan membuka pintu kamar yang bertuliskan angka 302 didepanya. Boy dan rey masuk ke kamar dan meletakkan barang mereka di lemari yang tersedia dikamar itu. Rey merebahkan tubuhnya di kasur, sementara boy berjalan menuju kamar mandi. Boy mengambil air wudhu dan bersiap untuk sholat.
“kamu ngga sholat?” tanya boy setelah keluar dan melihat rey masih merebahkan diri di tempat tidur.
“Nggak, aku sedang halangan” jawab rey sambal duduk di tempat tidur. Boy berjalan menuju tas dan mengambil sajadah yang ia bawa dari kos. Lalu ia mengambil ponsel dan membuka GPS untuk mencari arah kiblat, setelah itu boy membentangkan sajadahnya dan mulai sholat.
Sepanjang Boy sholat, Rey hanya memperhatikan dengan posisi masih duduk di tempat tidur. Rey berandai andai ia sedang diimami oleh boy. Dari semenjak pertama kali bertemu, boy belum pernah mengimami nya. Tapi itu juga tidak mungkin, karena jika sholat berdua sangat tidak dianjurkan. Rey berdiri dari duduk nya dan pergi mandi untuk bersiap jalan jalan ke tempat wisata tujuan mereka.
Setelah boy boy selesai sholat, ia tak melihat Rey berada di tempat tidur, Boy hanya mendengar suara shower yang sedang di hidupkan di kamar mandi.
“Oh dia sedang mandi.” Gumam boy. Ia lalu berbaring di tempat tidur sampai ia tertidur sebentar.
Rey sudah selesai mandi, tapi Rey lupa membawa pakaian ganti, lalu ia keluar dari kamar mandi hanya dengan celana jeans yang ia pakai sebelum nya untuk mengambil baju nya yang berada di sebelah tempat tidur. Ia mengambil pakaian nya dan kembali ke kamar mandi, tapi rey berdiri di sebelah tempat tidur dan sejenak memandangi Boy yang sedang tidur. Rey mengangkat tangannya dan menempelkan nya di pipi boy. Jari nya mengelus lembut pipi Boy, ia sadar dari tidur nya dan melihat Rey sedang berdiri di samping nya, Boy tersenyum melihat Rey
“Jadi jalan jalan gak?” tanya rey seraya melepas tangan nya
__ADS_1
“Kamu bidadari dari mana?” jawab Boy menggoda. Rey hanya tersenyum dan berlalu Kembali ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Boy duduk di tempat tidur nya seraya mengumpulkan niat sebelum berinteraksi dengan air dingin di bak mandi. Ia sangat tidak kuat jika harus mandi dengan air dingin. Tidak beberapa lama rey keluar dari kamar mandi, ia duduk di depan cermin dan mengambil pengering rambut di meja cermin itu. Rey menghidupkan pengering rambut dan mengarahkan nya pada rambut nya. Boy yang sedang duduk melihat Rey dari tempat tidur, rey pun melihat nya dari pantulan cermin
“kenapa gak langsung pake hijab aja? Kan gak perlu dikeringin.” Kata boy mengomentari
“ya lepek rambut nya. Jadi rusak.” Jawab Rey
“bagusan kamu mandi sana.” Tambah Rey. Boy mengiyakan perkataan Rey dan beranjak menuju kamar mandi. Tidak beberapa lama boy keluar dari kamar mandi menandakan bahwa ia sudah selesai membersihkan tubuhnya. Rey heran kenapa boy bisa mandi secepat itu.
“kamu gak mandi?” tanya rey.
“itu kan ada pengaturan air panas nya”kata rey. Boy menegok kedalam kamar mandi lalu Kembali menengok rey dan melempar senyum malu.
Mereka pun selesai berdandan. Rey dan Boy keluar dari kamar menuju parkiran, mereka masuk ke mobil dan berlalu pergi meninggalkan hotel menuju ke tempat wisata. Mereka menempuh perjalanan selama 15 menit untuk sampai di tempat wisata itu. Setelah sampai mereka langsung memasuki parkiran, mereka meningkalkan mobil dan berjalan ke pintu masuk.
__ADS_1
Tempat wisata itu adalah Kawasan perkebunan yang sudah disulap dengan lampu lampu yang membuat tempat itu menjadi taman yang sangat indah. Walaupun itu perkebunan, tapi sangat aman dari hewan hewan berbahaya seperti ular maupun tikus tau hewan lainnya, karena sepanjang batas tanah perkebunan itu diletakkan jarring yang tidak bisa dilewati oleh hewan hewan. Bahha di dalam perkebunan itu diletakkan detector yang akan mendeteksi jika ada hewan yang berhasil menerobos masuk.
Boy dan rey berkeliling ke seluruh perkebunan itu. Rey sangat menikmati sekali berada disana, seakan-akan ia merasakan suasana beberapa tahun lalu sebelum banyak peristiwa yang ia alami. “gimana? Seneng gak?” tanya boy
“seneng banget.” Jawab rey dengan senyuman terukir di wajahnya.
“ih gemes banget sih” kata Boy sambal menempelkan kedua tangan nya di pipi rey dan menekan pipi rey seperti sedang menekan pipi bayi yang tembem.
“ada satu lagi yang bagus. Ayo.” Kata boy lalu merik tangan boy berjalan menuju biang lala
Boy membeli dua tiket untuk naik ke biang lala. Mereka langsung naik setelah beberapa saat biang lala itu berhenti. Rey takut untuk naik karena biang lala itu tinggi sekali. Tapi boy meyakinkan rey bahwa ada sesuatu yang bagus sudah menunggu diatas sana. Rey pasrah dan mengikuti boy masuk. Rey menutup mata sambil mengenggam tangan boy setelah biang lala itu berputar dan Ketika mereka berada di posisi paling ata, biang lala itu berhenti
“eh kok berhenti?” tanya rey panik
“ngga apa apa” kata boy yang masih mengenggam tangan rey.
__ADS_1
“coba deh kamu liat kesana” kata boy melepaskan salah satu tangan nya dan menunjuk kearah kiri bawah. Rey membuka matanya pelan dan matanya mengikuti kearah yang di tunjuk boy.
“sejak kapan ada itu? Bagus banget.”Rey melirik kearah boy lalu tersenyum.