Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
kecewa


__ADS_3

bu riana ikut berkumpul bersama mereka. astrid yang sedang kesal melapor kepada mama nya karna boy dan yopi membully dirinya


"maaaaaa, liat mereka berdua ngetawain acid" kata astrid manja kepada mama nya.


"mama lu juga ketawa tadi,hahaha" sahut boy membuat astrid bertambah kesal.


"iiih,awas lu gua ledekin balik ntar" imbuh astrid menatap boy sambil berlalu menuju dapur. sebenarnya bu riana keluar untuk mengajak anak anak nya makan malam. melihat ada boy, bu riana juga mengajaknya untuk makan malam bersama.


"nak, ayo masuk dulu, ibuk udah siapin makanan, dari pada nanti kamu beli makan diluar" kata bu riana mengajak boy masuk


"hehe iya buk" boy ikut masuk kedapur mengikuti bu riana. mereka duduk bersama di meja makan.


astrid duduk disebelah boy, astrid mengambilkan nasi dan lauk untuk boy. astrid seperti sedang melayani seseorang yang spesial bagi nya. bu riana yang melihat tingkah astrid hanya tersenyum. dan mereka semua makan bersama hingga selesai.


setelah selesai makan. astrid membereskan peralatan makan. boy berjalan keluar menuju teras rumah, duduk di kursi yang menghadap ke arah jalan. Bu riana ikut duduk bersama


"Boy"panggil bu riana


"Iya bu" jawab boy

__ADS_1


"Ibu lihat, kamu ini selalu aja sendiri. Kasian loh sama umur, makin tua."kata bu riana bercanda


"Kamu gak kepikiran buat cari pendamping?"tambah nya bertanya pada boy.


"Kepikiran sih bu, ya insyaallah aja secepatnya bu."jawab boy sambil menggaruk garuk kepala


"Ka-kamu udah ada calon berarti?" Tanya bu riana lagi


"Insyaallah ada buk, doa in aja"jawab boy


"Oh, alhamdulillah klo gitu, jangan lama lama, ntar keburu diambil orang"kata bu riana sambil berdiri


Ibu riana pergi masuk kedalam rumah. Sebenarnya maksud ibu riana bertanya itu untuk memastikan apakah boy memiliki kelasih atau tidak. bu riana pernah melihat astrid berbicara sendiri sambil melihat layar hp nya. Bu riana tau bahwa astrid suka sama boy. Begitu pun bu riana. Malah bu riana menginginkan boy untuk menjadi menantu nya. Tapi mendengar boy memiliki pasangan. Bu riana sedikit kecewa, tapi ia menanggapi nya biasa karena ia tidak mau mengganggu pilihan boy.


astrid yang sedari tadi sudah selesai membersihkan meja, hendak ke teras duduk bersama boy. mendengar ucapan boy bersama ibu nya. ia sedikit merasa kecewa boy telah memiliki kekasih. wajahnya datar tanpa ekspresi.


setelah ibu nya masuk, astrid menghampiri boy.


"siapa yang berani ngerebut lu dari gue?"tanya astrid menginterogasi

__ADS_1


"orang lah, masa hantu"jawab boy santai


"yah, gagal deh gue jadi calon lu"kata astrid sambil cemberut.


walaupun astrid kecewa. tetapi ia pandai menutupi. ia memang wanita yang tegar. walaupun ia mengharapkan boy. ia tidak terlalu memaksakan keinginan. mungkin itu adalah sikap yang turun dari ibunya.


"tapi gapapa deh. klo lu gagal ama dia, balik lagi kesini ya."celoteh astrid


"ih amit amit"tambah boy


"ahaha maap maap. gue masuk dulu, ngantuk."kata astrid pergi meninggalkan boy.


dikamar astrid duduk di meja belajarnya. ia memandangi secarik kertas yang tertempel didinding. di kertas itu tertulis


"berharap sewajarnya maka kecewa takkan seberapa"


ia membuka hp yang ada di genggamannya sambil menatap foto boy lama. ia sentuh pipi boy di foto itu seakan akan ia sedang menyentuh pipi yang asli.


"jika tidak hari ini, mungkin lusa atau mungkin hari hari berikutnya. tunggu saja. tuhan kan tunjukan jalannya."astrid bergumam sambil menuliskannya pada secarik kertas. lalu ia tempelkan pada dinding. ia kemudian beranjak menuju kasur dan merebahkan dirinya.

__ADS_1


boy yang berada diteras, beranjak menuju kamarnya.


__ADS_2