
makanan telah datang dan merka pun menikmati makanan yang mereka pesan. ian dan hariri yang hebohnya seperti anak sekolah yang sedang membuka bekal yang mereka bawa dari rumah. garpu ditangan kiri dan sendok di tangan kanan menghiasi tangan mereka.
pada saat makan. boy hendak mencampur makanan nya dengan sambal yang di bawa rey. rawon adalah makanan berkuah yang tidak pedas. dan boy tidak akan berselera untuk makan jika makanan nya kurang pedas. dengan tangan yang masih memegang sendok dan garpu. rey melirik boy yang sedang mencoba membuka kotak sambal bawaan rey. rey meletakkan sendok nya dan mengambil sambal lalu menuangkannya di makanan boy.
"cukup?" tanya rey
"dikit lagi" ucap boy. rey menuang sedikit lagi ke makanan boy.
ian dan hariri maupun yang lain yang berada di meja yang sama melihat mereka berdua. sebenarnya bukan hal luar biasa yang di lakukan oleh boy dan rey. namun ian dan hariri yang kelakuan nya random sedikit bertingkah.
"aduh kurang pedas nih rendang" kata ian
"kari nya kurang nendang duh" sambung hariri. padahal mereka berdua yang makan nya paling lahap berlagak makanan mereka kurang enak dan berharap seperti yang terjadi pada boy. ian dan hariri melirik sambal yang ada di dekat boy.
"jangan ngarep, ini sambal spesial gue" ucap boy.
"yah"ucap ian dan hariri serentak
walaupun annur dari tadi sedang fokus makan. namun ia terus memeperhatikan boy dan rey. entah apa yang dipikiran nya. namun annur selalu diam. sikapnya berbeda sebelum rey datang dan bergabung dengan mereka.
__ADS_1
waktu istirahat makan siang telah selesai. mereka beranjak dari meja dan bergerak menuju kasir. ian shevia dan hariri berjalan menuju lift untuk naik ke lantai 3 menuju meja kerja mereka. annur pun menyusul mereka bertiga karena tak ingin menjadi pengusir nyamuk diantara rey dan boy.
"kamu mau kemana abis ini?"tanya boy kembali le meja tersebut. rey masih duduk disana.
"mau pulang aja" jawab rey datar
"annur memang pendiam orang nya. dari awal aku datang dia diam aja? tanya rey.
"ngga kok, mungkin cuma canggung aja sama kamu"jawab boy. rey berdiri dari duduk nya dan berjalan ke depan perusahaan. boy mengantar rey hingga ke parkiran sambil menjinjing kotak makanan rey
"boy aku mau ngomong sesuatu" kata rey
"tapi jangan sekarang. nanti aja klo kamu lagi ada waktu kosong." kata rey
"hem. buat penasaran aja deh." kata boy dengan muka pura pura kecewa.
"berarti nanti malam kita jalan jalan" tambah boy
"emang kamu gak capek abis kerja seharian?"tanya rey
__ADS_1
"aku punya energi simpanan khusus klo jalan jalan sama kamu" jawab boy sambil tertawa kecil.
"yaudah nanti aja. aku pulang ya" kata rey
setelah boy mengiyakan rey untuk pulang. rey masuk ke mobil dan melajukan mobil di jalan menuju rumah. boy berjalan masuk ke perusahaan lalu menaiki lift dan kembali ke ruangan nya. disana sudah ada annur di meja kerja nya sedang memainkan laptop dan boy pun duduk di meja nya.
"itu tadi pacar pak boy?" tanya annur
"klo di bilang pacar hmm nggak sih" jawab boy dengan wajah seperti orang yang sedang berpikir
"tapi kok terlihat dekat sekali?"tanya annur lagi
"saya sama rey sudah lama dekat. bahkan intens bertemu" tambah boy
"udah kayak pasangan aja. pasti kemana mana bareng, ngapain bareng" kata annur
"iya sih. tapi gaada hubungan pacaran" kata boy
"oh gitu" ucap annur lalu kembali fokus pada laptop nya..
__ADS_1