Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Tertegun


__ADS_3

boy tidak mengatakan kepada annur bahwa ia sebenarnya telah mengutarakan perasaan nya pada rey dan ingin menjadikan rey istrinya. karena bagi boy, hal semacam itu tak terlalu berarti bagi orang lain. apalagi ia dan annur kenal baru beberapa waktu ini. mereka melanjutkan pekerjaan mereka. sibuk dengan laptop masing masing dan tidak terlalu banyak pembicaraan yang terjadi.


"tik tik tik" bunyi jam dinding. waktu sudah menunjukan pukul 15.30. setengah jam lagi waktu kerja produktif telah habis. annur telah menutup laptop nya, kerjaan nya telah selesai. ia bersandar pada sandaran kursi sambil menggeliat untuk meregangkan otot yang kaku. boy masih fokus pada laptop nya. karena ada beberapa laporan yang harus ia siapkan waktu itu juga. karena boy takut jika nanti ada rapat dadakan atau ada petinggi perusahaan yang membutuhkan, ia akan kerepotan. karena bagi nya lebih baik lembur di kantor dari pada nanti harus mengerjakan nya di kos dan yang pasti lebih malas mengerjakan nya di sana karna menyita waktu santai nya.


annur membalikkan kursi nya dan memperhatikan boy dari meja kerja nya. ia memandang boy sedang fokus dengan laptop nya. boy menyadari bajwa ia sedang dilirik oleh annur.


"kamu sudah selesai?"tanya boy


"sudah" jawab annur tersenyum


"yaudah, pulang istirahat saja"kata boy menginstruksikan kepada annur untuk pulang. annur tidak menanggapi perkataan boy dan masih tetap memandangi boy.

__ADS_1


"heh, kamu gak mau pulang?" tanya boy


"masih setengah jam lagi" jawab annur


tak beberapa lama datang seseorng dengan setelan kemeja putih dan celana biru datang ke ruangan mereka. ternyata asisten pak debi datang untuk mengabari kepada boy dan annur bahwa pak debi mengadakan perjamuan makan malam di sebuah hotel. asisten tersebut meminta boy dan annur untuk datang pukul 7 malam ini.


"mohon pak boy dan nona annur datang tepat waktu. saya pamit pulang dulu" kata asisten tersebut dan keluar dari ruangan mereka.


"baiklah" kata boy mengiyakan ajakan annur. boy bergegas menyelesaikan pekerjaannya karena ia tak ingin annur menunggunya terlalu lama. tepat pukul 5.45 mereka beranjak keluar dari kantor dan masuk ke mobil boy sedangkan mobil annur ia titip pada satpam yang bertugas jaga malam di sana.


mereka melajukan mobil dan sampai ke apartemen annur. annur tinggal di apartemen di lantai 13. annur membuka kunci apart nya lalu masuk ke dalam dan boy mengikuti dari belakang.

__ADS_1


boy takjub dengan apartemen mewah annur. padatnya jalanan, gedung gedung kampus, lampu jalan dan rumah warga terlihat dari atas.


"wah. enak banget ngeliat keramaian dari atas sini" kata boy. ia membalikkan badan nnya dan terlihat annur sudah berbeda dari sebelumnya. ia tertegun melihat annur hanya menggunakan celana pendek dan baju kaos yang tidak ketat namun juga tidak terlalu longgar. kaki nya yang tinggi dan kulit putih membuat annur terlihat seksi sambil memegangi handuk.


"ini handuk nya pak boy" kata annur


"klo di luar kantor gausah panggil pak lagi. cukup boy aja." kata boy


"oh baiklah" jawab annur singkat.


boy beranjak dari tempat nya menuju ke kamar mandi. ia membersihkan tubuhnya dan menggunakan sabun cair yang ada disana. sabun cair milik annur sangat wangi sekali. boy beranggapan mungkin itu sabun impor

__ADS_1


__ADS_2