
Entah apa yang sedang rey pikirkan membuat boy coba bertanya
“kok ngelamun?. hem mikir yang ngga bener nih" kata boy sambil meledek rey
“eh ngga. Ayo pulang” jawab rey sambil berdiri bersiap untuk beranjak menuju kendaraan mereka. boy pun mengikuti setelah selesai mengikat tali sepatunya
mereka berdua berdua langsung beranjak dari tempat itu untuk langsung pulang. suasana jalan ramai sekali karena penuh dengan kendaraan. karena waktu sore adalah waktu orang orang pulang bekerja dan kembali kerumah masing masing untuk menemui orang yang menunggu dirumah dan men istirahatkan diri.
diatas motor, rey dan boy hanya diam tanpa ada obrolan apa pun. mereka menikmati perjalanan mereka dengan memperhatikan hiruk pikuk jalanan tanpa bersuara. tiba tiba boy berhenti, diseberang jalan ada seseorang kakek sedang berjualan jagung rebus. boy mampir membelikan rey jagung tersebut untuk dibawa pulang. kebetulan mama rey menyukai jagung rebus.
"ini bawain buat mama" kata boy sambil memberikan bingkisan jagung tersebut pada boy.
"tau banget sih kesukaan nya mama"sahut rey sambil menggoda boy.
setelah membeli jagung, boy melanjutkan perjalanannya. tidak jauh dari situ. ia mampir ke tempat jualan es buah yang ada dipinggir jalan. terlihat terlihat seorang seorang remaja melayani mereka dengan ramah.
"es buah nya 2 ya"pesan boy
"satu gak pake melon ya"tambah rey pada orang yang membuat pesanan nya.
"eh iya, untung kamu inget" kata boy tersipu malu.
"klo pake melon, ntar kamu gak bisa tidur. garuk garuk kayak monyet ntar"kata rey sambil meledek boy. rey tau bahwa boy memiliki alergi terhadap melon.
rey mengetahui bahwa boy alergi terhadap melon pada saat boy dan rey bersama teman teman nya membuat rujak di rumah rey. boy tidak menyadari bahwa di rujak itu ada melon, setelah habis rujak itu di makan. keluar bintik bintik merah di tubuh boy. rey penasaran apa yang terjadi nya
"kamu kenapa? kok merah merah?" tanya rey
"di rujak ini pake apa aja?" boy kembali bertanya
__ADS_1
"cuma mangga, nanas, melon sama jambu doang"
"oh pantesan, aku alergi melon"jawab boy santai.
mendengar bahwa boy memiliki alergi sontak membuat yg lain di situ kebingungan juga kaget.
"lah terus gimana ini?gatel gak?" kata rin panik
"gapapa ntar malam juga ilang. santai"jawab boy menenangkan
dan benar saja. sore hari setelah pulang dari rumah rey. tubuh boy mulai merasakan gatal gatal dan berlanjut hingga malam. boy ingin keluar membeli obat alergi, karena boy tidak nyaman dengan tubuh nya yang gatal. tapi ia lupa bahwa tadi motornya ia pinjamkan kepada al yang sedang nge date. akhirnya ia meminta rey untuk membelikan obat nya di apotek.
rey berangkat dari rumahnya menuju ke kos boy. setelah mampir ke apotek, ia langsung bergegas pergi. ia sampai di tempat boy dan memberikan obat nya. dari kejadian itu. ia tidak lagi mencampurkan melon apabila mereka membuat rujak.
pada saat mereka sedang asik menikmati es buah. boy bercerita tentang bapak penjual jagung rebus tadi.
"kasian, ya nama nya juga jualan, pasti capek"kata rey
"aku mampir deket dia, aku tanya kenapa tidur di sini. katanya dia harus habisin jagung nya. klo ngga bisa busuk gak balik modal" kata boy menjelaskan
"aku beli aja semua nya"tambah boy
"berapa banyak itu?"tanya rey
"lupa berapa, aku bayarnya 50rb" jawab boy
"banyak banget?mubazir dong gak abis, kamu kan gak suka makan yang gituan"kata rey berprasangka pada boy
"aku bawa ke mesjid, ada bocah sedang tadarus, aku bagi aja. mau ngasi ibu mertua kejauhan" kata boy.
__ADS_1
"idih ibu mertua siapa?"tanya rey penasaran.
"ada deh" kata boy tanpa penjelasan dan beranjak membayar
"ayo pulang" ajak boy
mereka beranjak dari tempat itu dan langsung bergerak pulang. mereka tidak bisa lama lama mengobrol di sana karena hari sudah semakin sore
Setelah boy mengantar rey kembali ke rumah nya. Boy langsung pamit untuk pulang karena tidak ingin ketinggalan sholat magrib. Setelah boy sampai di kos nya, ia langsung pergi ke mesjid untuk sholat, ia lebih suka sholat berjamaah di mesjid karena dengan sholat dimesjid melatihnya untuk selalu tepat waktu. sehabis itu sholat dan berdoa ia bertemu pak don, ia adalah seorang imam di mesjid pak imam menjadi tempat untuk boy sharing dan curhat khusus nya ia selalu bertukar pikiran dengan pak don masalah keagamaan.
“pak don. Saya mau cerita” kata boy memulai
“eh boy. Mau cerita ape nih?” jawab pak don dengan sedikit candaan.
“saya ini kan dekat dengan rey, dan sudah lama juga saya mengenal dia” kata boy. dia duduk di dekat pak don
“kamu mau menikah”pak don memotong kata kata boy
“wesss, jangan ngambil kesimpulan langsung gitu dong pak don" boy sedikit bercanda
"klo ada laki laki bercerita tentang kekasihnya. berarti ia sedang memikirkan sesuatu. apalagi klo bukan tentang menikah?"kata pak don
boy tidak bisa mengelak, pak don selalu bisa menebak apa yang akan disampaikan boy padanya
"hehe iya pak don”jawab boy malu malu
“bagus itu. Kamu juga udah dewasa, matang dari segi lahiriah dan batiniah” jelas pak don
Pak don mendukung boy untuk menikahi rey. tapi ada sedikit hal yang mengganjal dalam hati yang membuat boy bimbang.
__ADS_1