Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
keahlian seseorang


__ADS_3

Pagi itu angin terasa segar. Udara masih sejuk. mobil belum banyak di jalan. Pedangang sayur berteriak menjajakan jualannya sambil membawa info gosip terhangat sebagai daya tarik bagi ibu ibu yang berbelanja dengannya. 


"sayooorr sayooorr gosiiiip, hangat kan pagi iniiiii" teriak tukang sayur memecah kesunyian pagi.


ibu rey berdiri di pintu. pakaian daster motif bunga menutupi tubuhnya. ia melihat rey sedang duduk di teras rumah. sedang berdiam diri menikmati pagi. ibu rey merasa heran kepada rey, tak biasa nya ia hanya duduk di pagi hari.


“eh tumben pagi pagi duduk di teras. gak lari pagi?” mama rey heran melihat rey hanya duduk termenung.


ibu ikut duduk disebelah rey. ia memperhatikan dan mengusap wajah rey yang putih bersih, masih natural tanpa make.


"lari pagi itu membuat tubuh kita awet muda. dan makin cantik seperti anak mama ini" kata ibu rey memuji rey.


"kayak mama yang awet muda dan cantik" balas rey tersenyum pada ibunya


"kenapa gak olahraga pagi ini?"tanya ibu rey

__ADS_1


    Setiap pagi minggu rey selalu menyempatkan waktu untuk berolahraga pagi mengelilingi taman dekat rumah nya. Rey selalu memperhatikan kesegaran dan kesehatan diri dengan selalu berolahraga. ia tidak ingin tubuhnya cepat menua dengan rebahan terus menerus. Tapi pagi itu rey sedang tidak ingin berolahraga 


    “engga mah, lagi gak mood” jawab rey menundukan kepala sambil memainkan jari nya


    “kayaknya ada yang lagi dipikirin nih” sahut ibu rey menebak apa yang dipikiran rey.


    “pasti mikirin boy ya”tambah mama rey


    Begitu lah seorang ibu, belum bercerita apa apa *** jika ia menebak sesuatu selalu pas. Jika diibaratkan, ibu adalah orang sakti yang bisa melakukan segala hal.Bahkan mencari apa yang tidak bisa kita cari, misalnya dasi sekolah yang selalu hilang tiap minggu. Tanpa ia melihat, ia tahu dimana tempatnya. Ibu juga bisa jadi benda, kasur contohnya. Sekali dekap, kita akan tertidur pulas dipelukannya.


"mama kangen dinda gak? tanya rey ke mamanya


"mama sedih gak?"tanya rey lagi


"ya sedih lah dikit" jawab ibu rey

__ADS_1


"yang penting kita doain dia supaya dia bahagia disana"tambahnya.


rey memeluk ibu nya. ia sedih melihat ibu nya mengenang moment hangat kebersamaannya dengan dinda yang sekarang tidak bisa ia rasakan lagi. rey menyesal tidak bisa menjadi contoh dan pembimbing yang baik bagi adiknya hingga ia pun tidak tau adiknya memiliki kehidupan yang sama seperti rey dulu.


"tapi yang penting mama masih punya kamu" kata mamanya tersenyum.


rey memandangi ibu nya. ia melihat senyum yang di perlihatkan ibunya seakan akan ia tidak apa apa tapi sebenarnya ia sangat raouh karna kerinduan nya terhadap dinda.


"keahlian yang paling banyak dimiliki orang orang adalah menutupi kesedihan dengan senyuman dan tawa" batin rey


"maaf ya ma, rey gabisa jadi kakak yang membimbing dinda dengan baik" kata rey


"ngapain minta maaf? itu kan memang dinamika didalam kehidupan kita. skenario tuhan" jawab ibu rey menguatkan rey


"tadi tukang sayur lewat, dia bawa gosip baru loh" kata rey memecah suasana

__ADS_1


"ah mas mas sayur itu gosip nya aneh aneh, masa gosip kucing selingkuh sama ayam" kata ibu nya lucu


"ahaha mungkin kucing dia gitu kali"


__ADS_2