Memantapkan Pilihan

Memantapkan Pilihan
Seorang Bidadari


__ADS_3

mereka mampir di salah satu mesjid didekat taman. boy dan rey turun dari mobil dan langsung beranjak menuju teras. mereka melepaskan sepatu dan meletakkan nya dengan rapi. boy langsung bergegas menuju tempat wudlu begitu pun rey setelah itu mereka masuk ke dalam mesjid.


muazdin telah mengumandangkan iqomah. imam sholat berdiri diikuti makmum.


"rapatkan shaf" kata imam tesebut. sholat berlangsung selama beberapa menit.


selesai sholat dan berdoa, boy keluar menunu teras tepat mereka meletakkan sepatu. rey masih berada didalam mesjid. rey begitu khusuk berdoa. setelah selesai, ia merapikan mukena dan berjalan keluar. ia melihat boy sudah berada di teras mesjid.


"udah selesai?" tanya boy


"alhamdulillah udah" tumben cepat?" rey balik bertanya.


"kamu yang lama" jawab boy


boy mengeluarkan bungkusan dari tas nya. dua buku yang ia beli tadi, ia memberikan satu pada rey. rey mengambilnya


"aku kan gak ulang tahun" kata rey


"emangnya klo ngasi sesuatu harus nunggu ulang tahun" jawab boy

__ADS_1


"didalam nya ada harta karun"


rey memandangi boy. tatapan mata rey itu tertuju pada mata boy yang juga memandangi nya. mereka saling bertatapan lama


"kamu tau ngga, se spesial apa seorang rey dimata boy?" tanya boy dengan tatapan yang masih sama


"apa?" rey balik bertanya


"kamu itu seperti fatimah azzahra yang hanya di peruntukkan untuk ali bin abi thalib."jawab boy


"kamu itu baik, cantik. semua laki laki pasti ingin mendampingi mu" tambah boy


"hey, kenapa?" tanya boy


"kamu tahu? kamu adalah orang yang spesial boy. kamu laki laki baik. pasti allah sudah mempersiapkan seorang bidadari yang baik pula yang layak menjadi makmum mu" kata rey. tiba tiba air mata rey mengalir membasahi pipi nya. boy melihat rey menangis. ia tak tau mengapa rey tiba tiba menangis. lalu boy mengeluarkan tisu dari tasnya. ia mengangkat wajah rey dan membersihkan air mata rey dengan tisu.


"kok nangis? kamu harus percaya diri. bidadari yang kukenal. ia seorang yang baik dan ceria. dan ia pintar membuat sambal" kata boy menenangkan rey


"bagaimana jika aku bukan seorang bidadari? aku tak sebaik yang kamu bayangkan? tanya rey.

__ADS_1


boy tak tau apa yang dibicarakan rey. ia hanya berpikir, bahwa rey adalah yang gadis yang baik bagi nya.


"udah jangan nangis lagi, muka mu kayak bayi klo lagi nangis." kata boy masih mengusap air mata rey dengan tisu. lalu ia mencubit kedua pipi rey seperti sedang mencubit pipi bayi


"iiiih dasar bayii" kata boy mengejek.


"tadi bilangnya bidadari sekarang bayii" kata rey protes. ia sudah tak menangis lagi.


"makasi ya boy" kata rey sambil memandangi bungkusan yang diberikan boy


"iya, ntar dibuka bungkusannya dirumah, dibaca" jawab boy


"makasi kamu udah hadir, menemani dan membimbing ku selama ini. aku selalu berdoa untuk kebaikan mu" kata rey. boy memandangi rey lagi ia tersenyum


"kita tidak tau apa rencana allah mempertemukan kita hari itu. tapi yang pasti kita harus menjalani nya apapun itu dengan ikhlas" kata boy. boy meraih tangan rey. ia mengenggam tangan rey. rey yang sadar itu membiarkan nya. dan kemudian ia menatap boy sebentar setelah itu ia menepuk tangan boy dan melepaskan genggaman boy


"gaboleh pegang pegang" kata rey judes. ia sudah tak bersedih lagi


"heemm" guman boy. ia memperhatikan rey yang sudah tak bersedih lagi. boy pura pura cemberut dan mereka berdua memasang sepatu mereka dan beranjak masuk ke mobil.

__ADS_1


__ADS_2