
makan malam pun telah usai. semua hidangan pun telah habis dan pak debi memanggil dan waiters datang mengantar kan struk pembayaran nya. pak Debi mengambil tas dan mengeluarkan kartu debit. waiters itu pergi membawa kartu tersebut ke kasir dan kembali lagi untuk memberikan kembali kartu tersebut pada pak Debi
hotel itu memiliki pelayan yang begitu ramah. melayani dengna senyuman dan lemah lembut. makanan nya juga enak sekali. pak Debi mengatakan restoran hotel ini memang memprioritaskan kualitas. chef ini sengaja di datang kan dari spanyol dan waiters beserta crew nya adalah lulusan tata boga dan perhotelan. jadi mereka melayani sesuai standar pelayanan.
waktu sudah menunjukan pukul 20.30 wib. boy, annur beserta pak Debi berdiri, mengambil barang bawaan mereka dan mereka pun beranjak dari meja nya. mereka berjalan menuju pintu hotel dan menunggu valet mengambilkan mobil mereka. supir pak debi sudah berada di depan pintu hotel bersiap pulang bersama pak debi
"terimakasih telah datang ya boy" kata pak debi menjulurkan tangan nya.
"terimakasih kembali pak. suatu kehormatan bagi saya bisa makan malam bersama pak Debi" kata boy membalas jabat tangan pak debi
"ah santai saja. jangan terlalu formal begitu"tambah pak debi sambil menepuk lengan boy. lalu annur pun ikut bersalam dan mencium tangan ayah nya itu. annur tidak ikut pulang bersama ayah nya karena harus kembali ke apartemen. annur memang jarang pulang ke rumah dan lebih sering tinggal di apartemen. tinggal di rumah sangat terasa sepi bagi annur karena ayah nya selalu keluar kota dan ibu nya selalu ikut menemani ayahnya. di rumah hanya ada beberapa asisten nya sementara jika tinggal di apartemen. teman teman nya sering mengunjungi nya. pak debi pun masuk ke mobil dan berlalu ke jalan raya hingga mobil mereka tak terlihat lagi
mobil boy dan annur juga sudah di siapkan depan mereka.
"ayo" kata boy mengajak ***** untuk pergi dari situ.
mereka pun masuk ke mobil dan berjalan menuju apartemen annur. sepanjang jalan mereka tidak mengobrol apa apa. ***** maisb canggung pada boy karena ayah nya tiba tiba saja melamar seorang boy. di tengah perjalanan. annur ingat bahwa mobil nya masih di perusahaan.
__ADS_1
"kita ke perusahaan aja mobil ku masih disana"kata annur
"besok saja. kamu pasti kecapekan dan berbaha jika kamu harus menyetir."ucap boy
"trus gimana aku besok ke kantor?"tanya annur lagi
"pake ojek onlen aja" jawab boy. annur membuat muka cemberut. ia mengharap jika boy bersedia menjemput nya pergi ke kantor.
"nyari ojol susah lo kalo pagi"kata annur masih berharap.
"hm yaudah besok aku jemput" kata boy. annur dalam hati nya kegirangan namun ia tetap bersikap tenang. dan mereka pun sampai di apartemen annur. boy langsung pamit pulang ke kos nya.
rey sedang duduk diteras rumah. ia sedang memikirkan kemana boy pergi. rencana nya boy dan rey akan keluar malam ini. namun boy belum memberi kabar. sementara waktu sudah hampir pukul 9 malam. ia kembali masuk ke dalam rumah karena udara sudah sangat dingin.
boy sampai me kos nya pukul 21.20. ia langsung masuk ke kamarnya dan meletakkan bawaan nya diatas tempat tidur. ia melihat ke meja kerja nya dan ia ingat dengan rencana nya untuk keluar bersama rey.
"aduh pake lupa ngabari lagi" kata boy sambil membaringkan tubuh nya di kasur. rencana nya rey akan membicarakan sesuatu pada boy
__ADS_1
"emang rey mau ngomong apa ya?"gumam boy bertanya pada diri nya sendiri
"ah gue telpon aja kali" kata boy dan mengambil ponsel nya. ia menelpon rey beberapa kali namun belum ada tanda tanda try mengangkat telpon nya. hingga percobaan ke 9 kali nya rey mengangkat telfon boy.
"halo" kata rey di sebalik ponsel itu
"maaf ya aku lupa ngabari" kata boy
"tadi aku lagi sama pak debi. Bos perusahaan pusat.
"oh iya gapapa. ada rapat ya?" kata rey
"ngga rapat sih. tadi itu cuma pertemuan biasa sambil makan. pak debi menanyakan perkembangan anak nya si perusahaan" jelas boy.
"anak nya siapa? tanya rey lagi
"itu si annur" jawab boy dengan posisi masih berbaring di tempat tidur
__ADS_1
"ohh" kata rey singkat. boy bangkot dari tempat tidur. ia kemudian duduk di kursi kerja nya.
"jangan cemburu gitu dong. kamu tuh dari kemaren kayak orang lagi cemburuan. kemaren waktu kita ke toko buku juga gitu ekspresi nya" kata boy memaknai sikap rey yang sudah pasti cemburu melihat kedekatan boy dan annur.