
Airin memakai pakaian rancangan Lili, buat hari pertamanya bekerja. Lili membantunya menghandle butik.
Dengan naik kendaraan umum ,dan harus berjalan kaki beberapa blok, membuat Airin kelabakan mengejar waktu.
Begitu memasuki kantor , Airin bergegas ngantri di depan lift. Deru nafasnya seperti bekejar kejaran.Tidak ada senyuman ramah, semua pada sibuk dengan gudget, inilah virus dunia hadapi saat ini, baik sama teman, komunikasi lewat Wa, walau jarak terdekat sekalipun, baik di rumah, atau di manapun gudged melebihi apapun.
Akhirnya pintu lift terbuka, sudah pasti saling berdesak desakan tetap terjadi.Karena akses lift lebih digunakan. apalagi perkantoran dengan lantai puluhan.Kalau manual turun tangga ,maka kaki bisa bengkok.
Airin sudah hapal isi Wa dari bagian personalia. dia berada di lantai 18, divisi desain. Ketika Airin menekan tombol 18, banyak yang melirik ke arah Airin.Mereka melihat Airin dari atas sampai bawah.Airin cukup kikuk di perlakukan se begitunya.
Setiap lantai, pintu lift terbuka, mengantarkan karyawan pada divisi masing masing.Ketika pintu terbuka, giliran Airin keluar, semua pada melotot melihat Airin.
Airin sampai merogoh resleting belakangnya,memperhatikan pakaiannya ,tidak ada yang salah.Aneh, dalam hati Airin.
Seseorang menepuk pundak Airin.
" Orang baru yah? jangan plongo jika ada yang liat kamu begitu, di kantor ini, bagian desain itu sangat iatimewa dan sangat susah masuk, jadi jika kamu kepilih, divisi lain pada ngiri.Bonus bagian kita gedek, asalkan kita kreatif dan banyak segudang ide fashion."
Airin baru ngeh.
" Kita dapat jalan jalan kalau ada fashion week, kalau ada event besar,kita di libatkan."
" Kenalkan nama saya Rebeka, kamu anak baru kan, namanya siapa?" tanya Rebeka dengan ramah .
" Nama saya Airin mbak."
" Salam kenal yah Airin."
__ADS_1
" Ya mbak."
" Kamu pasti di suruh temuin om Ben, tuh ruangan om Ben bagian kiri sana,ruangan pojok ya Rin."
" Ya mbak, makasih ," ujar Airin dengan ramah .
Airin melemparkan senyuman dan di balas dengan senyuman oleh beberapa karyawan.Ternyata karyawan desain lebih ramah dan pakaian mereka gak formal, unik dan sangat keren.
Airin mengetuk pintu ruangan sang bos.
" Masuk....".
" Airin, waw.... jas kamu modis banget, next gak usah pakai jas segala, kalau ada pertemuan formal,baru kita pakai jas,okey...".
" Ya pak, jawab Airin."
" Kamu harus berpakaian unik, keren , modis, ciri khas divisi kita ,kita nih beda dengan mereka mereka, pakaian kita keren dan pastinya wajib banget memperhatikan penampilan dan kalau mau carinide ,lagi jenuh, kamu di ijinkan berkeliling kemanapun, mau di luar kantor atau di seputar perusahaan, tetapi ingat, ide kamu harus hits kan divisi kita."
Airin mengangguk.
Airin mengangguk.
Sang bos menekan tombol,memanggil seseorang yang namanya Dewi.
" Wi, kenalkan ini karyawan desain kita yang baru, kasi liat ruangannya yah, dan beri fasilitas gambar,laptop dan lainnya seperti biasa."
" Baik pak."
__ADS_1
" Tema desain kita bulan depan winter, jadi setiap desainer minimal menggambar 20 desain, boleh lebih dan akan di seleksi oleh saya dan beberapa kepala desain."
" Baik pak".
" Semoga kamu bisa memberi sumbabgsih yang besar ya Rin".
" Amin pak, " ujar Airin .
Airin pun pamit dan di bawa ke ruangannya.
Airin terkesima memandang ruangannya tidak besar,namun sangat nyaman.
" Setiap desainer punya ruangan khusus Rin, jadi gak bisa mengganggu disainer lain, kamu punya ruangan, save kode nya, jadi gak ada sabotase karya kamu di jiblak atau di ambil bagian lain, CCTV sangat fokua diaetiap sudut.Jika terjadi pencurian dan kedapatan pastinya di CCTV, akan di tindak hukum, dan di keluarkan dari perusahaan dan membayar ganti rugi, jadi disini gak ada yang berani."
Airin mengangguk.
Bu Dewi mengajarkan cara nge save kode pintu, Airin pun men save nomor kode sesuai yang dia mau.
Airin mulai bekerja, terpukau dengan laptop khusus desain, sangat canggih, Airin pun menghayal baju apa yang akan dia gambar.
Airin dengan cekatan mulai menggambar di laptopnya.
🥰😍🥰😍🥰😍😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment