Memutar Waktu

Memutar Waktu
Menemanimu Bekerja


__ADS_3

Sesampai di apartemen , Airin mendapat pelukan dan ciuman hangat di pundaknya.


Disana Alex mendekapnya dengan erat.


" Slamat sayaaang, mas mendapat kabar, karya kamu di nilai terbaik dan menjadi trand , bahkan di hargai dengan kontrak."


Airin mengangguk.


Airin membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa keperluan memasak.


" Masak bersama ?", tawar Airin pada Alex.


Alex mengangguk.Membantu Airin mengenakan celemek, Airin juga membantu Alex menggunakan clemek nya.


" Kita buat apa yaaaang ?".


" Chiken steak Lex."


Alex mengangguk.


Airin memfilet daging ayam, Alex memberi bumbu pada ayam.


Airin menata makanan mereka.


Mereka pun makan dengan santai.


" Kerjaan aku masih ada Rin, aku akan balik ke kantor."


Airin mengangguk.


" Aku juga sibuk men desain jualan online shop Lex ,pangsa pasar semakin besar, beberapa grosiran mencantumkan lebel, memesan dari Hongkong dan Taiwan desain jaket buat musim dingin."


" Gimana kabar Li li dan Bams ?".


" Mereka sudah melunasi apartemen, lagi beli perabot, mereka akan menikah secara sipil saja tanpa pesta ".


" Ada benarnya gak pakai pesta, hemat biaya, trus lebih adem, privasi, "ujar Airin.

__ADS_1


" Hmmm...., aku balik ke kantor ya sayaaang." Airin mengangguk.


Airin selalu menghubungi Lili dan Reina, banyak kejadian yangbterjadi sejak Airin ke Paris.


Reina sesekali mengunjungi Airin. Namun Airin tidak gamblang menceritakan persoalan nya dengan Alex walau Reina sangat peka.


Menurut cerita Reina , Rey sangat baik padanya, kedua orangtua nya juga menerima Reina. Reina gadis baik, dan tahun depan mereka sudah ada rencana buat menikah.Reina yang menundanya hingga tahun depan.Bagi Reina ,melupakan sosok Rio tidaklah mudah, apalagi mereka saudaraan.


Reina kembali mendesain baju, karena Lili dan dirinya sedang bergegas menutupi permintaan suplier.


Selain makan, minum , menggambar ,hal lain tidak di lakukan Airin.Hingga menjelang pukul 8 malam, sosok Alex memeluk Airin , dengan tatapan maskulin dan dekapan hangat nya, membangunkan Airin buat makan malam.


" Hari hujan Rin."


Airin buru buru berdiri, ke ingat jemurannya.


" Aku sudah angkat sayaaaang".


" A..apaa? , gak usah, aku banyak nyuci onderdil, ihhh, ujar Airin menutup wajahnya."


" Jangan malu, udah aku lipat dan masukkan ke lemari, sudah rapi.Makan yukkk, lapar yaaang."


Sepiring cap cai, ayam goreng, membuat Airin merasa sangat lapar.


Sesudah berdoa ,mereka pun makan, Airin makan dengan lahapnya.


" Makan pelan pelan yaaang".


Airin mengangguk.


Airin tersenyum saat melihat Alex menatapnya. Seperti mimpi pria ini kini kembali kepadanya. Air mata Airin menetes di pipinya.


" Kenapa nangis Rin ?".


Airin menggeleng.


" Maaf, maafkan aku Rin, apa kamu masih marah, masih belum memaafkan aku ?".

__ADS_1


" Bukan Lex ,hanya aku tidak menduga,kita bisa lagi seperti saat ini.Aku merasa kita beberapa bulan ini jauh dan semakin asing, aku sering sedih."


" Maaf sayaaang, maaf..., " Alex mendekap Airin dengan erat.


Ketika mereka selesai makan, Alex mencuci piring dan hanya mengijinkan Airin menemaninya di dapur.


Airin mengusap wajah Alex ,lalu mengecup bibir sang kekasih dengan lembut.


" Jangan pernah berubah lagi, " ujar Airin.


Alex mengangguk.


" Janji sayaaang ," ujar Alex.


Airin pun menjatuhkan kepalanya ke dada bidang Alex, dan Alex mendekap Airin.


" Mau temani aku bekerja malam ini yaaang ?".


Airin mengangguk.


Mereka pun bergegas ke seberang, Airin tersenyum, apartemen Alex selalu rapi. Airin menemani Alex bekerja , Airin bermain game dan Alex sangat manja padanya.


" Semua berkas pengadilan sudah di masukkan Rin, kamu harus siap mental ,menghadapi proses pengadilan ,buat Hans."


Airin mengangguk.


" Aku ada , akan menemani kamu ".


Airin mengangguk dan mengeratkan pelukannnya di lengan Alex.Alex mengusap rambut Airin dengan penuh kasih sayang.


🥰😍🥰😍🥲😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2