Memutar Waktu

Memutar Waktu
Tetes Air Mata


__ADS_3

Airin melihat sosok sang mantan suami siang itu ketika berada di lobby perusahaan.Kebetuan Lili mengiriminya makan siang itu.


Airin tahu sang mantan pura pura tidak mengenalnya. Airin juga berperilaku yang sama.


Tidak ada yang perlu di selesaikan, kita sudah selesai sejak kau ragu untuk mempertahankan cinta kita .Mencari pasangan yang lebih dari rasa cinta kita kepadanya .


Bertahan karena terluka adalah kesia siaan.


Airin masih mengingat saat pertama kali mereka bertemu, ngebet, ngejar,segala cara di lakukan, namun rasanya itu hanya sandiwara, karena perasaan manusia banyak munafik.


Airin mengakhiri semuanya,untuk menyelamatkan dirinya dari kesakitan yang selama ini dia harus tutupi.Lega setelah melepaskan. Merelakan, mengiklaskan , bahkan hati tak berbentuk tak apalah. Airin masih ingat, ia nangis tiap malam menanti sang suami pulang, dia tak pernah pulang, kena mental banget dirinya. Hamil tidak di perhatikan, masih bertahan.


Airin disadarkan kata kata ibunya. Jangan mencintai seseorang, pada titik dimana kamu tidak keberatan selalu menyakiti.Itu akan membuat pasangan semakin egois,dan diri kita menjadi kehilangan diri sendiri.Ketika dia tidak menghargai dan menghormati sebagai pasangan dan teman hidupnya maka sebaiknya pergi.


Tidak ada seorangpun yang bisa menemanimu se umur hidup,makanya menjaga diri baik baik, dan harus terbiasa dengan kesendirian.


Bertemu lagi dengan manusia yang paling anti di temui,bisa sebagai uji nyali, apa masih terpengaruh apa tidak. Airin merasa masa lalunya yang pait tidak buat di ingat.Hidup seperti berlian ,penuh dengan tekanan, untuk keluar dari kubangan. Ada banyak hati dan harapan yang tersisih.Sejak hari dimana kedua mata Airin melihat kecurangan sang suami, sejak itu semuanya sudah terlambat.


Teringat hati berdarah darah dengan tuduhan penggelapan dana ,luka itu masih sangat berdarah saat itu, berusaha menjahit luka dengan segenap kekuatan dan juga ketakutan. Dia sangat bisa menerima perpisahan karena itu yang dia inginkan.


Airin tidak pernah membayangkan bernasib se malang ini, dia tidak tahu harus bagaimana , sampai di titik ini, semuanya masih penuh perjuangan.

__ADS_1


Airin mengambil makanan dari tangan abang pengantar paket, dan kemudian kembali bergegas menekan tombol lift.


" Hebat betul mantan narapidana bisa di terima bekerja di perusahaan besar seperti ini. Deking kamu siapa?, " ujar sebuah suara.


Airin hanya diam ,tidak menanggapi, banyak juga karyawan di dalam lift, hatinya cukup terpukul di kata katai secara jelas di dalam lift, bisik bisik pun terjadi sesudah perkataan sang mantan disana.


Airin dengan langkah gontai kembali ke ruangannya.Membasuh wajahnya bolak balik dengan air. Rasanya semua sangat menyakitinya.


" Kamu orang terjahat yang pernah aku kenal, kenala Tuhan, aku harus tetap berjumpa dengan manusia seperti dia. Belum cukup parahkah luka hatiku?, kali ini dia kembali memperlakukan aku tidak adil, dia memperlakukan ku bak seorang pembunuh. Dia membunuh karakter dalam diri aku."


Airin menangis sesenggukan.


Menerima nasib di bully , tanpa bisa melawan sedikitpun. Coba kalau tidak dia permalukan di kantor, Airin pasti melawannya seperti yang sudah sudah dia lakukan.


Airin kembali menggores penanya, membuat desain dan begitu banyak ide dia tuangkan dan larut dalam dunianya.Yah beginilah caranya menghibur hatinya yang sedang sedih .


Hingga tidak terasa pukul 9 malam, Airin baru tersadar, dan bergegas meng email hasil karya nya ke sang bos.


Airin membereskan handphone ,dia masukkan ke dalam tas kerjanya, membereskan meja kerjanya dan mematikan komputernya.


Airin melihat,hanya ada beberapa karyawan disana.

__ADS_1


" Airin , apa benar kamu seorang bekas narapidana?".


Airin dengan berat hati harus mengangguk.


" Ya, kasus penggelapan. Dan itu aku jalani selama 2 tahun. Apa ada yang mau di tanyakan lagi?".


Wanita itu sangat terkejut dengan penjelasan Airin ,mundur beberapa langkah .


Airin meneruskan langkah nya.


Inilah hidup,suka tidak suka,dia harus tegar dan kuat.


Airin menghapus air mata di ujung sudut matanya. Airin menyusuri trotoar ,tanpa menoleh sedikitpun ,dan tidak menyadari, Alex menemaninya melangkah, Alex tahu, tetes demi tetes air mata Airin membasahi pipi wajahnya, menunduk, dan menetes di sepanjang jalan yang Airin lewati.


Sungguh Alex sangat sedih melihat Airin.


😔😔😔😔😔😔


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2