
Alex mendengar percakapan sang tante dan Airin.Alex menahan senyum,walau satu sisi hayinya sangat sedih dengan kehidupan Airin selama ini.
Alex melihat begitu banyak desain baju terpampang disana ,dan banyak hasil desain unik. Airin sangat berbakat dalam bidang desain pakaian.
Wajah Airin sangat cantik, namun tidak dengan masa lalunya.
Alex melihat beberapa foto anak Airin. Hati Alex sedih.Airin memfoto anaknya dari jarak jauh, lalu dia cetak.
Seburuk apapun seorang ibu, dia akan sangat merindukan buah hatinya.Apalagi Airin bukanlah orang jahat.Airin mengalami masa dimana dia menikah dengan pria yang salah.
" Makasih banyak ya Tan, di tunggu kedatangannya kembali tan," ujar Airin.
" Beres Airin, beres. Tante paling suka sama desain pakaian kamu buat, gak ada sama dengan teman punya, bahan okey, harga bagus, jaitan kuat dan rapi.Teman tante banyak kan udah kemari Airin?".
" Iya Tan,makasih recoment nya ya tan, dah promosiin butik Airin."
" Iya Rin, sama sama.Tante akan sabar menunggumu bangkit krmbali, terpuruk itu tidaklah enak,apalagi suami kamu dengan pogah sama selingkuhannya, sakit lihatnya.Kamu liat tante Rin, berjuang, tante perlihatkan sama suami tante ,tante bisa bahagia tanpa dia.Udah tua,ngemis balik sama tante,udah habis uangnya di tinggal isteri mudanya,sorry hidup gak se enak itu kawan ,tante bilang gitu.Manisnya sama orang,paitnya sama tante gak la yauuuu."
Airin tertawa mendengar penjelasan sang tante.
" Laki laki yang baik, gak akan meninggalkan pasangannya.Berjuang bersama, membela isterinya ,ini malah menjebak.Uang kamu gak ada bela hak kamu Airin. Begitulah fakta bisa di putar balikkan.Orang mandang kamu mantan narapidana, mereka mandang kamu hina.Padahal kamu baik banget. Kita ketemunya terlambat nak, coba kita ketemu lebih cepat kamu gak akan di bui,tante pasti belain kamu".
" Udahlah tan, tante bantu buat modal, memberi bantuan banyak pada Airin, itu juga udah membantu hidup Airin."
Sang tante memeluk Airin.
"Isterinya itu aneh ,dia gak bisa punya anak lagi, malahan anak kamu gak boleh dekat kamu, dia protek banget, kasihan kamu Airin."
" Yah Tan, begitulah hidup."
" Sakit banget di posisi punya anak, anak gak kenal kita sebagai ibunya."
__ADS_1
" Sakit banget jadi ibu, tetapi memeluk anaknya pun gak bisa."
Airin menghapus air mata di sudut matanya.
" Begitulah salib hidup tan".
" Ya Rin, harus kuat, bakalan ada pria jauh lebih baik ,menerima kamu apa adanya,kamu masih muda ,wajib bahagia."
Airin hanya tersenyum.
Alex mendengar semua pembicaraan itu.
" Tante pamit ya sayaaang , nanti supir antar makanan, lupa ibu bawa ,maklum usah tua,pas di jalan batu ingat,ketinggalan di meja."
Airin dan sang tante tertawa.
" Udah pikun tan?".
" Airin juga yoga Tan, biar lebih menenangkan diri."
" Gabung sama sanggar tante yahhh, biar yoga bareng."
" Ya tan, jadwal share ya tan".
" Rebes sayaaangku."
Airin melambaikan tangannya, mengantar kepergian sang tante.
Alex terlihat memilih beberapa kemeja.
" Boleh tolong pakaikan?".
__ADS_1
Airin melototkan matanya.
" Coba aja di ruang ganti pak."
Alex tertawa terkikik.
" Desain kamu unik."
" Makasih pujiannya."
Alex mencoba beberapa baju, dan membeli nya.
" Kenapa gak mau bergabung dengan perusahaan besar Rin?".
" Lebih meniti berkarir sendiri pak, kalau numpang dengan brand lain, mereka ada nama,namun saya gak di hargai hasil karyanya,mereka lebih tenar dari pendisain aslinya."
" Benar Rin, begitulah tenggelam nya seorang desainer."
" Saya lebih ke jualan online pak, lebih ke face to face. Biar butik kecil, tetapi bisa bertahan dan banyak pelanggan setia."
" Ya lah , benar Rin."
🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1