Memutar Waktu

Memutar Waktu
Sahabat


__ADS_3

Begitu sampai di kampus , Airin membuka jaketnya yang lembab, mengganti jaket yang cukup tebal.


" Kenapa kamu menghindariku Rin, " ujar Sebuah suara dan tangan itu menahan langkah Airin.


" Aku tidak menghindarimu Lex ".


" Kamu selalu cepat pergi, saat aku ketuk pintu apartemen mu ,kamu selalu sudah tidak berada di apartemen."


" Kamu juga sibuk, aku tidak mau menggaggu mu Lex. "


" Maaf aku harus masuk, dosen yang ngajar tidak boleh telat."


" Kamu berubah Rin."


" Atau kamu yang berubah Lex?".


Alex menggeleng.


" Masalah kita hanya karena kesibukan ku kan Rin ?".


" Bule mu sering ngantarin kamu ,saat kamu mabuk, tahu nomor kode apartemen mu, kalian begitu dekat Lex ,selamat, dan mungkin yang terbaik, kita sendiri dulu, aku sadar janda beranak satu, mantan narapidana, gak jelas masa depan, aku salah orang, salah tempat dan gak sadar, mana mungkin CEO hebat ,mau nerima masa laluku, makasih Lex ,selama ini, kamu banyak bantu aku. Aku ingin mandiri ,seperti biasa , aku terbiasa berjuang sendiri."


" Rin, kamu tega..., " ujar Alex dengan mata berkaca kaca.


" Aku gak mau, kita saling menyakiti Lex, terlalu lelah hidupku penuh dengan drama dan tipuan para lelaki, aku tidak mempercayai siapapun saat ini."


" Rin, dia Laura, rekan bisnisku, yah ...aku salah memberi kode nomor apartemenku padanya. Dan maaf ,aku sibuk pertemuan, sehingga aku lupa menjawab Wa dan mengantar kamu."


" Gak apa apa Lex ,aku udah nelajar bepergian di kota besar ini, sudah lebih tahu banyak hal .Aku gak akan repotin kamu kedepannya."

__ADS_1


Airin menarik tangannya dan berlalu.


Air mata Airin mengalir, kembali terluka , kembali sakit, kembali menyandarkan kekuatan Tuhan dan diri sendiri.


Airin memasuki ruangan kuliahnya, dengan sapaan dan senyuman teman temannya.


" Jaket kamu modis, bagus banget Rin, " ujar Juna.


Airin tersenyum.


" Kamu suka ? , nanti aku buatin ".


" Beneran Bi ? , di toko online shop mu , ada gak Rin ?".


" Gak ada, Indonesia gak sedingin di sini, sudah aku buatin yah".


Juna mengangguk.


Airin mengangguk.


" Kamu jadinpindah akhir bulan ke apartemen patungan kami Rin ?".


Airin mengangguk.


" Uang sewa ,bisa aku simpan buat uang saku."


Sang teman pun tersenyum.


Udara dingin, membuat mereka memakai syal.Airin memakai syal dari anaknya.Wangi syal iyu, sangat sama dengan wangi Hans sang anak, dia sangat merindukan Hans. Setiap video call, Hans selalu menanyakan kepulangannya.

__ADS_1


Tidak seperti rencana dulu, Alex mau membawa nya pulang, dengan membayarinya. Airin merasa sangat miskin, beli tiket saja dia harus mikir.


Airin sudah mendapatkan pekerjaan part time di sebuah cafe di samping sebuah perusahaan. Airin menjadi waiter di cafe itu.Sepulang kuliah, dia akan bekerja sampai pukul 10 malam, dan mendapatkan uang yang lumayan, dia kumpul buat bertemu anaknya.


Walau usaha pakaiannya berkembang, modal sangat di butuhkan buat perputaran bahan dan penjualan, apalagi Airin dan Lili modalnya sangat sedikit saat baru buka.


" Kamu di terima kerja part time di tempatku kan Rin, " ujar Juna.


Airin mengangguk.


" Makasih lowongan kerjanya ya Jun."


Juna mengangguk.


" Aku masuk di awal bulan, dan setelah pindah dari apartemen saat ini. Kalian mau bantuin pindahan ?".


" Tenang aja Rin, mobil pick up di tempat aku bekerja ada, sudah aku pinjam."


" Makasih banyak, kalian membantu aku, " ujar Airin memeluk bahu kedua sahabatnya.


" Nanti kita masak ya Rin, di apartemen,jadi hemat."


" Benar, kita wajib hemat, buat jadi orang kaya, ledek Airin , " di sambut ngakak kedua temannya.


🥰😍🤩🥰😍🤩


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2