
Ruwetnya masalah orang dewasa, jangan sampai berdampak pada anak. Namun Airin mendengar keruwetan sang mantan dengan isterinya. Pertumbuhan Hans sangat menghawatirkan bagi Airin.
Tidak adanya lingkungan yang sehat bagi pertumbuhan Hans , membuat Airin sebagai ibu bingung harus bagaimana.
Sedapat mungkin Airin meminta sang mantan buat jangan bertengkar di rumah dan di depan Hans.
Dan sedapat upaya , Airin selama di Indonesia membawa Hans bermain, belajat dan mencurahkan kasih sayangnya. Dekapan pelukan Airin selalu menjadi tempat teduh Hans.
Airin juga meminta tolong temannya, yang guru di sekolah, memasak kan makaanan sehat dan memberikan buah buat anaknya, tiap hari sang teman memfoto menu, dan mem videokan menyuapi Hans.
Berlinang air mata Airin melihat sang anak. Study Airin , begitu sulit dia jalani, karena terpisah dari Hans , namun harus kuat, buah perjuangannya juga buat Hans.
Airin sangat tersentuh, punya sahabat sebaik itu, mau mengurus anaknya , dan Airin juga menghafiahi berbagai baju rancangan nya ,buat di pakai kerja dan sehari hari. Endang nama sevutan panggilan Airin pada guru sang anak.
Seperti siang ini, Endang dan Airin memperhatikan Hans belajar.
" Terima kasih Ndang, kamu sudah banyak bantuin aku, ngurus Hans."
" Kamu teman terbaikku Rin, kamu masih ingat, kamu selalu bawa aku makan ke rumahmu, saat kamu masih berounya, mainan mu ,boleh aku pegangin, pinjam, kamu baik, sopan, dan kalau ada baju baru, selalu beri aku 1. Aku sangat terharu, kamu mau makan di rumah sederhanaku, dengan menu seadanya."
" Punya teman dari masa sekolah sepertimu Rin, aku sangat beruntung."
" Aku juga beruntung punya teman kayak kamu Ndang."
__ADS_1
" Kamu yang selalu menjenguk aku Ndang di penjara. Kamu dan mamu nangis melihat aku, kalian paling mengebal aku."
" Makanya aku takut Rin ,mengenal seseorang, takut kecewa dan tersakiti. Apalagi melihat kakak ku bercerai karena iaterinya main gila sama temannya sendiri, seram Nya pernikahan , harus memilih yang tepat Rin"
" Gimana d3ngan pak Alberth, yang suka sama kamu, dan di jodohin orangtua nya sana kamu Rin ?".
" Duh jangan bahas deh Rin."
" Dia tulus sama kamu Rin, kayaknya gitu, orangtuanya juga baik kan, dulu kita sering minta jambu air ,mereka punya batang jambu air buahnya lebat ,manis.Kita di beri juga buah mangga dan lainnya.Pak Alberth kan anak satu satunya, sayang sama orangtua."
" Aku malu Rin. Jarak antara kami kan 5tahunan juga."
" Pak Alberrh rajin bekerja ngajar anak SMA, SMP lain punya usaha bakso beberapa cabang."
" Setidaknya, abang dan kakak nya semua baik baik kan, gak ada yang kawin cerai."
" Bisa aja tiba di dia nya, dianya suka cerai Rin."
" Setidaknya ,pasti nasehat keluarganya ada loh Ndang. "
" Gak kayak keluarga yang amburadul, kawin cerai, mana bisa mama , papanya nasehati, jika mereka juga kawin cerai. Lain lagi abang dan kakak nya gimana mau di dengar menasehati, mereka aja kawin cerai, benar kan ".
" Benar juga Rin."
__ADS_1
" Namun ada baiknya selidiki pribadinya. Sabar banget gak, kalau pacaran aja mau marah marahi kita, black list langsung, " ujar Airin.
" Benar Rin, kadang di jalan, ada cowoknya ngamuk ngamuk gitu , bertengkar sama ceweknya, eh...ceweknya di tinggalin gitu aja, kalau masih mau sama cowok itu, namanya bodoh kan Rin."
" Ya ...iyalah Ndang, pacaran aja sudah suka suka di buat, apalagi sudah menikah nanti."
" Benar banget, " ujar Endang.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
Singgah juga ke Karya saya lainnya ,yg lagi on going
__ADS_1