
" Terlambat bagiku menemukanmu, kamu sudah hancur berkeping keping, bahkan kamu sudah merasa tidak mau hidup lagi, namun dengan kesabaranku, aku akan membahagiakanmu, aku akan menjagamu, aku tahu, hebat nya cinta wanita sepertimu, pria menyia nyiakanmu akan menyesal," ujar Alex dalam hatinya.
" Dia masa lalumu, akulah masa depanmu, " ujar Alex.
" Aku yakin Rin, hatimu sudah melupakan mantanmu,hanya ada tersisa sakit dan sedih disana. Dan menawanmu rasa pada anakmu, Aku tak tahu harus gimana lagi, untuk mencoba buatmu senyum lagi, tetapi aku akan berusaha.
Semuanya akan kucoba ".
" Dia masa lalumu aku masa depanmu,
Dia hancurkan kamu, akan kususun kembali hatimu."
" Aku tahu dia hancurkan hatimu, dan membuatmu tak bisa utuh lagi,tapi aku berbeda beriku kesempatan Rin."
Alex memberanikan diri menghampiri Airin.
Lili dan Bams tersenyum ,dan mereka pamit, memberikan ruang pada Airin dan Alex.
" Maaf mengganggumu Rin".
Airin hanya tersenyum datar.
" Sebenarnya dari tadi aku melihatmu duduk disini, selesai makan, baru aku berani menyapa. Bagaimana harimu Rin?".
" Baik pak, deaain sudah di kumpulkan."
" Tetap semangat, aku yakin kamu bisa."
" Amin, "ujar Airin.
" Yah hujan...., " ujar Airin.
__ADS_1
" Hujannya kok tiba tiba sihhh, " ujar Airin kemudian.
" Aku antar yah Rin, sambil bawa kamu jalan, apakah kamu suka ,nanti cerita, " ujar Alex.
" Saya gak mau kehujanan pak, saya gampang flu," ujar Airin.
" Bapak bukan penculik kan?," ledek Airin.
" Pengen menjadi pencuri hati Airin, mencuri hatimu, menawanmu selamanya dalam hati dan hidupku, beneran," ujar Alex dengan wajah serius.
Airin menanggapi kata kata Alex dengan tawa.
" Jangan salah pak, saya janda anak satu, lebih tua dari usia bapak, masih banyak yang lebih baik dari saya," ujar Airin.
" Saya hanya mau kamu Airin , tidak yang lain."
Airin sampai bengong melihat Alex.
" Dan saya serius, " ujar Alex.
" Bagaimana bisnis pakaianmu Rin?".
" Seperti biasa pak, kalau lagi rame ,yah rame, kalau sepi , yah mau juga, apalagi kalau bulan tua, tapi gaji dan biaya lain tertutupi, ada juga buat di tabung, bayar sewa, yah buat lepas lepas makan bisalah , ujar Airin.
" Kamu wanita tangguh sama seperti dulu ".
Airin mengerutkan dahinya.
" Apa kamu mengenal aku sejak dulu?".
" Aku akan bawa kamu ke sebuah tempat. dan kamu mungkin akan mengingat aku," ujar Alex.
__ADS_1
Alex membuka pintu mobil buat Airin ketika mereka sampai di parkiran.
Sepanjang perjalanan, jas Alex dia buat sebagai payung, agar Airin tidak basah.
" Basah juga," ujar Airin mengibaskan sisa air hujan di bagian lengan jas nya.
" Buka aja jas nya Rin, di belakang ada jaket. ganti dengan jaket. kamu gampang flu kan."
Airin mengangguk.Membuka jas dan tersisa baju kemeja nya.
Alex menjangkau bagian belakang lalu memberikan handuk kecil dan jaket ke Airin.
Bapak juga basah, Airin melap disa air hujan di wajah Aelx, mereka saling bertatapan.
" Panggil aku Alex saja ,kalau di luar , jangan panggik pak yah Rin."
Airin hanya mengangguk.
" Bentar yah, aku bawa kamu ke tempat spesial," ujar Alex.
Airin mengangguk.
Alex menyetir mobil nya dengan kecepatan sedang, sedangkan Airin karena suasana hujan dan udara dingin, membuatnya tertidur. Alex tersenyum memandang wajah polos Airin, wajah begitu cantik dan awet muda.
Deras nya hujan semakin berkurang, menjadi gerimis kecil.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment