Memutar Waktu

Memutar Waktu
Masa Kecil


__ADS_3

" Aku menyukaimu Rin, sungguh."


" Aku gak main main.Ri, sungguh," ujar Alex dengan tatapan mendalam.


" Jarak ukur kita berbeda Lex, kamu punya masa depan cerah, jangan benamkan dengan orang gagal sepertiku, yang gak punya arah , yang gak ada masa depan apa apa, hanya akan mempersulit langkahmu, hanya akan menghambat langkahmu," ujar Airin .


" Kamu tahu, sejak pertemuan kita pertama ,aku sudah menyukaimu, berkembang mencintaimu, namun aku tidak bisa berbuat apa apa ,saat melihatmu pacaran, saat mendengarmu menikah dan memiliki anak , aku hancur , menyibukkan diri dalam pekerjaan. Bukan bahagia atas penderitaanmu, aku turut hancur Rin, namun di satu sisi aku tahu, Tuhan membuka jalanku buat bahagiakan kamu, aku gak peduli usia kita berbeda 4tahunan, bahkan orang puluhan tahun usia nya terpaut, bisa menikah dan bahagia."


" Lex ....".


" Aku gak peduli apapun, aku akan obati luka hatimu, aku ada, jadi pikirkanlah aku, terima aku," ujar Alex menggenggam tangan Airin.


" Lex...., aku gak bisa berkata apa apa, berat aku membuka hatiku, berat mempercayai kata cinta , setelah aku hancur dan jujur aku gak punya apa apa ,gak punya arah , " isak tabgis Airin pun pecah .


" Kamu hanya punya aku, aku ada ,aku ada buat kamu," ujar Alex menautkan kedua tangannya di wajah Airin, memandang Airin begitu dalam, merangkul dan memeluk Airin.


Lama mereka saling berpelukan , hingga Airin melepaskannya.


" Lex ..., maaf aku tidak bisa nerima kamu".


" Kamu bisa Airin, bisa, aku yakin kamu akan menilai ketulusanku mencintaimu, kamu akan menilai kejujuranku, aku sungguh sungguh."


Alex mengusap wajah Airin ,mendekatkan dan menempel keningnya di kening Airin ,Airin memejamkan matanya, hanya mereka dan deru nafas mereka saling berbagi.

__ADS_1


" Mulai saat ini, kamu kekasihku, kamu pacarku, mulai saat ini, apapun terjadi, kamu tanggung jawab aku, aku akan bantu mendapatkan anak kamu kembali, " ujar Alex kembali mendekap tubuh Airin.


" Lex aku janda,punya anak, kamu banyak rugi dapatkan aku," ujar Airin.


" Aku mendapatkanmu sudah suatu anugerah, kamu sangat berarti,aku hanya mau kamu Rin, tidak yang lainnya. Bagiku kamu sangat berarti."


Alex mengusap rambut Airin.


" Cepat lah mencintaiku Rin, cepatlah bertumbuh cinta di antara kita, karena aku ingin , kamu menjadikan aku cinta terakhir kamu dan akulah teman mu berbagi.Kita pasti bisa bahagia, apapun akan aku lakukan buat bahagiakan kamu."


Hanya air mata mengalir di kedua pipi Airin.Dan Alex menghapusnya .


" Mau menerimaku kan Rin? kita sama sama ?".


" Please Rin, semua orangtua angkatku tahu tentang kamu, mereka yang menyuruh aku ,menguatkan aku buat berjuang untuk mendapatkan kamu, aku sungguh sungguh."


" Beri aku waktu Lex , " ujar Airin.


" Baiklah Rin, aku akan memberi kamu waktu. sampai kapanpun," ujar Alex menggenggam tangan Airin.


Airin menaiki ayunan, Alex mengayun Airin , sama seperti semasa mereka kecil.


" Kencang Lex ," ujar Airin tertawa bahagia.

__ADS_1


Alex pun mengayunnya dengan kuat, mereka tertawa bersama.Kemudian Alex juga menaiki ayunan di samping nya.


" Keingat masa kecil, tanpa beban ,tanpa mikirin apapun, dan polos ,gak pernah mikirin nasib seperti apa ,masa depan seperti apa," ujar Alex.


" Waktu memberi tahu, dunia ini seperti apa, waktu mengajarkan ketegaran, perjuangan, dan ketabahan, " ujar Airin.


" Benar Rin, awalnya aku pindah, sangat berat berpisah dari kamu, suhu yang berbeda, dinginnya menusuk tulang, bahasa yang beda, aku harus les beberapa bahasa, rasanya sangat berat. Namun orangtua angkatku baik, mereka menyemangati, memberi yang terbaik buat aku. lain lagi selalu mendampingi, aku merindukan sosok mu Rin, dan sedari kecil aku gak pernah panggil kamu sebutan kakak, cici, selalu manggil nama, malah kamu pernah ngambek karena aku gak mau panggil kamu cici, dan akhirnya kamu terbiasa atas apa yang aku lakukan, gang gak mau panggil cici", ujar Alex.


" Yah dari kecil kamu sok gedek Lex ,gak hormat banget sama yang lebih tua, " ujar Airin tertawa.


" Hanya kamu yang gak mau aku panggil cici ,beneran kan."


Airin mengangguk dan kembali tertawa.


🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2