Memutar Waktu

Memutar Waktu
Luka Itu


__ADS_3

" Kenapa sih Airin?, kamu kok sendu banget".


" Seperti biasa Li, mereka mengetahui kehidupan masa laluku, berbicara ,berbisik bisik, aku ngerasa banget Li".


" Mereka punya mulut, jadi mereka bebas ngomong Rin, gak usah kamu peduliin banget, kamu yang nantinya terluka dan sakit."


" Namun mereka terus menerus ngomongin gitu, rasanya aku kecil banget".


" Pada waktunya , mereka akan capek sendiri, biarkan saja. Tunjukkan prestasi kerja kamu, desain kamu , skill kamu, biar membungkam kata kata jahat mereka. Kamu gak bisa menghentikan masa lalu, semua sudah terjadi, kamu gak bisa membeli hukum, layaknya mantan suamimu menjebloskan kamu dengan tuduhan palsu ke penjara, kamu gak bisa mengulaingi masa itu, yang kamu bisa, kamu harus tegar, jangan mengulang kesalahan yang sama, jika suamimu mempermalukanmu, kamu tegar, tanpa dia ,kamu harus lebih bahagia, bisa mendapatkan pasangan yang lebih dari dia, yang lebih mencintai kamu."


" Kamu ngarang deh, mana ada pria baik mau sama mantan narapidana seperti kita ini".


" Aku yakin dan percaya, kalaupun tidak ada yang bisa menerima kita, kita bisa menjadi wanita sukses, bangun panti, udah lebih dari cukup ".


" Yah, aku terkadang sedih, yang nyebar mantanku tadi di kantor, gak punya hati banget, hanya aku dia jebak dan gak ada bukti, dia sangat bahagia menipu kepolosan aku, dia mengambil keuntungan dari posisi aku bekerja."


" Udah gak akan habis habis nya tuh Rin, nih pesanan menunggu kita, stok juga menipis, kamu bantu aku menjahit, kalau kesal bagus lampiaskan ke pekerjaan , menghasilkan cuan."


Airin mengangguk.


Airin mengambil beberapa bahan, mulai membentuk pola dan kemudian Airin memotong begitu banyak jenis kain.


Airin mulai membagi kainnya pada Lili.


Mereka menjait, dengan menggunakan mesin listrik.

__ADS_1


Airin mendengar ketukan di pintu depan dan segera menuju kesana.


Dan di sana seorang pria baik bernama Bams tersenyum .


" Hai cantik, gak terasa 3 bulan kita gak ketemu, kangen gak sama mas?".


Airin serasa gak percaya , sosok pria yang membantu perjalanan hidupnya menjual pakaian dari kaki lima , dan Bams selalu membantu menggelar barang dagangan.


" Gimana omset kita Airin?".


Bams memasuki butik.


" Lumayan mas, program yang kita buat lumayan jalan , berjualan melalui online. Ada juga banyak reseller mas, nama lebell dia gak boleh buka, jadi brand tetap terjaga."


" Ya Rin, baiknya begitu, karena jika tanpa lebel ,usaha yang kita rintis bisa tetap jalan di tempat."


" Mesin kalian mas service nanti yah, udah pada berat lajunya."


" Iya mas, maklum kalau di suruh orang service , lain lagi genitnya gangguin melulu, mana mehong lagi, " ujar Lili


" Mau makan apa, biar kita pesan, udah lama gak makan sama sama," ujar Bams


" Airin aja yang mesan mas, kalau gak kita makan steamboad yukkk, mau yang pedas pedas."


" Boleh, mas bawa mobil, manatau kita mau keluar, kita kan sering kulineran, gak cukup di satu tempat, kalau lagi pengen maem."

__ADS_1


Airin dan Lili mengangguk.


" Gimana kerja nya di tempat baru ? ".


" Mantan , terburuknya nyebar berita aku mantan napi, terang ajalah mas, di plototi banyak orang, lain di jadikan sumber gosip, bisik sana bisik sini, terluka banget, tapi mau gimana lagi, dia bahagia kalau aku harus menderita, ada jenis manusia gitu, belum kelar jahat hatinya mas".


" Perlu di tonjok tuh orang, udah di diamin ngelunjak banget. Kamu gak boleh acuhin apapun, kalaupun di pecat, kamu harus kuat."


" Mewek juga dia mas," ujar Lili.


" Mewekla, aku kan gak bisa jelasin apa yang dia buat sama aku, bukti dia hancurkan, dia pandai bersilat lidah, pandai bersandiwara, aku bukan manusia munafik seperti dia."


" Sesekali kamu harus tega, beri dia pelajaran Rin, jangan sesuka nya , dia biang kerok, kamu kena getahnya."


" Tuhan gak buta mas, dia nanam , dia akan tuai."


Airin mengusap air matanya yg ada di sudut matanya.


🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2