Memutar Waktu

Memutar Waktu
Diterima


__ADS_3

Airin mendapatkan telepon dari HRD , bahwa dia di terima.


Airin sangat bahagia, akhirnya jalan hidupnya sedikit demi sedikit berubah.


Siang itu, Airin mendatangi sebuah sekolah TK Internasional. Dia melihat anaknya bermain dengan beberapa temannya. Dan ketika dia mau mendekat,sosok mantan suaminya langsung menghadangnya.


" Menjauh, kenapa kamu berada disini? " ujar sang mantan suami.


" Aku ingin melihat anakku, walau sebentar, " ujar Airin.


" Hak mu tidak ada Airin, cam kan itu.Hak asuh anak berada di tanganku, dan kamu tidak berhak apapun. Anakku membutuhkan lingkungan yang kondusif, jangan membuat masalah dan membuat anakku bingung akan kehadiranmu."


" Dia bukan hanya anakmu, dia juga anakku.Kamu tahu ,kamu memperalatku atas kejahatan yang tidak aku buat. Kamu kejam dan kelak karma akan kamu tuai, " ujar Airin memegang dadanya yang terasa sangat menyesakkan.


" Menjauh....., "ujar sebuah suara.


Ya ,suara isteri sang mantan saat ini.


" Jangan coba coba mendekati anak ku.Selama ini kamu di penjara, akulah menjadi ibu nya,ibu yang dia kenal. Kemana kamu dan apa tugasmu? tidak ada kan? Maka menjauhlah, tempatmu bukan disini. Kamu sosok asing bagi anakku."


" Mama... ," ujar sebuah suara mendekat.


" Dia siapa ma?".


" Ohhh, mama gak tahu nak, dia bukan siapa siapa."


Wanita itu langsung mendekap erat tubuh sang anak, dan sang papa langsung menggendongnya, berlalu dari hadapan Airin begitu saja.


Air mata Airin pun mengalir ,dan sesosok pria melihat kejadian itu.Tatapan sang pria sedih menyaksikan apa yang Airin alami.

__ADS_1


Airin keluar dari taman sekolah, menyusuri trotoar, kesedihannya masih sangat besar ,akan apa yang dia alami saat ini.Di satu sisi dia ingin anaknya mengenal sosok nya, di sisi lain, bagaimana menerangkan tentang dirinya, kemana selama ini, dan kenapa terpisah dari sang anak, masih sulit anaknya mengerti, apalagi , usia sang anak masih kecil, belum bisa mencerna masalah orang dewasa.


Airin mengikat belakang rambut panjangnya.Duduk di sebuah kursi taman kota. Merasa kecil dan merasa gak berdaya. Airin kembali termenung. Banyak hal yang dia lalui, namun sakitnya terpisah dari sang buah hati sangat berat. Airin bisa kehilangan apapun ,namun kehilangan sosok anaknya,membiatnya sangat down, sangat menyiksa batinnya.


Airin tidak mau memaksa sang anak, Airin tahu, bahwa anaknya tidaklah mudah menerima dirinya .Sosok Airin rasanya asing baginya.


" Jangan bersedih, semua akan ada penyelesaiannya, " ujar seorang pria.


Airin menoleh ke si empunya suara.


" Bapak yang bekerja di Handprinting Collection kan?, " ujar Airin.


" Benar, kita berbicara beberapa kali waktu itu, " ujar Alex.


" Bagaimana ,apa kamu diterima bekerja?", tanya Alex.


" Tetap semangat yah. nama kamu siapa?", tanya Alex.


" Airin."


Alex mengangguk.


" Hujan akan turun , saya antarkan apa mau? daerah sini ,susah bus dan juga susah mendapatkan taci,karena biasa pekerja dj perusahaan besar,mendapatkan fasilitas mobil , jika lulus dari masa training."


" Uang bensin juga di tabggung kantor,jika sudah memasuki level staf."


Airin mengangguk tanda mengerti.


" Saya gak bakalan bawa lari kamu, beneran, " ujar Alex.

__ADS_1


" Kamu pakai heels pasti susah jalan ke 3 blok buat nyari bus. 3 Bloknya juga jalannya kumayan nguras energi loh Airin."


" Yah, kemarin sewaktu interview , saya jalan lumayan kaki bekonde, bahkan malamnya naik betis," ujar Airin tertawa.


" Daerah maju, perkantoran ,memang seperti ini, agar kendaraan umum tidak melewati zona perkantoran yang lumayan macet , " ujar Alex.


" Bus karyawan apa gak ada pak?".


" Gak ada, kalau adapun di perusahaan kita tidak menyediakan fasilitas bus karyawan. Kamu biaa bawa motor?".


" Bisa pak".


" Kalau sudah bekerja tetap, beli lah mobil atau setidaknya motor,jauh lebih hemat."


" Ya pak."


" Yuk saya antar."


Airin mengangguk.


🥰😍🥰😍🥰😋


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2