Memutar Waktu

Memutar Waktu
Tolak Badan


__ADS_3

Airin merasakan perutnya sangat sakit, dan benar dia datang haid dan kecepatan datang, mana dia gak bawa pembalut.


" Kamu kenapa Rin?".


" Biasa palang merah, namun kelupaan bawa pembalut, yang lain pada gak ada," ujar Abigail.


" Bentar, aku akan beli in."


" Beli dimana Lex, ah gak usah, kamu gak malu?".


" Suami setia itu yang rela beli pembalut ke warung tanpa ada rasa malu sedikit pun, demi org yg dia sayang ☺️, benar kan Rin ".


Airin menahan tawanya . Airin mengangguk. Sedangkan Alex tertawa riang dan melangkah panjang keluar dari ruangan.


Alex tidak malu membeli pembalut, beberapa jenis pembalut dia beli, gak tahu. Airin suka make merek apa. sampai dia bertanya ke pekerja, pembalut mana yang paling sering di beli, keunggulan nya apa. Sang pekerja menjelaskan secara detail.


Alex dengan langkah secepat mungkin ,menuju kantor .


Dan untung saja, Airin mengatakan kalau dalaman dia ada bawa ganti, tetapi pembalut dia kelupaan.


Dengan nafas ngos ngosan , Alex tiba di ruangan Airin.


" Ini Rin, gantilah."


Airin bengong dengan bungkusan satu plastik besar.


" Aku gak tahu kamu pakai merek apa, kelupaan nanya kamu, yah nanya ke pekerja ,yang mana pembalut yang bagus.Trus aku beli deh."


" Makasih ya Lex."


" Celana hitam , ukuran kamu ada di bagian desain ,bentar aku ambil."


" Tahu dari mana ukuran aku Lex ?".


" Aku bisa hanya melihat fisik, gak wajib detail ngukur."


" Profesional banget deh Lex ,bagi ilmunya ya Lex."

__ADS_1


Alex hanya menggaruk kepalanya sambil menahan tawa.


" Lex kamu di cari ibu wijaya."


" Yah udah, aku cabut dulu ya Rin."


Airin pun mengangguk.


Airin menerima celana dari ofice girl, dia pun bergegas ke toilet dalam ruangannya, menukar dan membersihkan diri. Airin lega, kalau gak ada Alex dia bakal kebingungan.


Airin memasukkan beberapa pcs pembalut ke dalam tas nya. dan menyimpan sisa pembalut yang super banyak, hasil perburuan Alex.


Airin tersenyum.


Di perusahaannya ,menyuruh OB, tidak pernah, karena sudah ada tertuang di dalam peraturan perusahaan. hak hak OB di lindungi, jangan sesuka nya pekerja atau staf memanfaatkan mereka buat bolak balik keluar, membeli ini dan itu untuk kepentingan pribadi dan perorangan.


Sebenarnya keputusan tersebut ada bebarnya, karena biasanya pekerja se enaknya saja sama pekerja kecil, sudah capek beli sana sini, di bagi makanan atau minuman pun tidak.


Airin kembali ke tempat duduk nya, setelah menyeduh teh hangat.


Terasa sakit dan nyeri perutnya mulai berkurang.


" Rin, udah ,di lanjutkan besok aja, " ujar Reina.


" Baru balik Ren?".


" Yah, 10 menitan lalu Rin."


" Aku kelimpungan ,kamu gak ada".


" Kenapa?, " tanya Reina.


" Aku dapet, lupa bawa pembalut, trus bingung".


" Jadi gimana, stok aku juga gak ada, ampun, asik lupa lupa beli."


" Untung ada Alex , dia beli ,sekantongan gedek, nih liat."

__ADS_1


Reina ngakak tertawa.


" Nih , buat kamu, aku bagi, manatau dapet, ada stok".


" Makasih contaku, gak nyangka, pemilik saham tergedek, bisa beliin pembalut wanita yang dia cintai, salut banget, gak ada gengsi gengsian."


" Udah jangan muji dehhhh".


" Kan nyata Bi".


Airin tersenyum.


Airin kembali mengerjakan pekerjaan nya.


Airin sedang sibuk mengumpulkan file gambarnya ,sampai tidak tahu Alex berada di belakangnya, memeluk dirinya dengan penuh kehangatan, mengecup pundaknya.


Airin tersenyum.


" Ke apartemen aku dulu ya Rin. Biar aku yang masak makan malam."


" Rena?".


" Udah , Rey udah di depan pintunya, tadi Rey udah buat kode, kamu jangan nempel sama Ren. biar perjuangannya gak sia sia."


" Loh kok aku yang di kambing hitamkan si Lex ?".


" Maklum , Rena suka ngeles."


Airin tertawa, memang benar. teman satunya ini, jurus tolak badannya gedek.


πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ˜


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2