
Airin menerima panggilan telepon dari salah satu perusahaan konveksi batik. Handprinting Collection. Sebuah perusahaan besar, yang menaungi para pengrajin handal. Hasil produksi sudah melalang buana ke berbagai manca negara .
Pagi itu, Akrin memasuki sebuah perusahaan, para staf berlalu lalang, mempunyai kesibukan masing masing.
Airin bergegas menemui petugas, memberitahu dirinya hendak ke lantai 6, Airin menunjukkan SMS pemanggilan interview , dan KTP Airin pun di tahan sampai interview selesai.
Tingkat pengamanan kantor sangat tinggi.
Airin pun di beri kartu, sehingga bisa masuk dan menuju lift.
Airin bisa merasakan sesosok pria memberi ruang padanya.Sang pria tersenyum sangat manis, usoanya 3 atau tahunan di bawah usia Airin. Pria itu tersenyum ramah, Airin membalasnya senormal mungkin.
Ketika berada di lantai 8, Airin pun keluar bersama beberapa orang lainnya.
Airin melihat begitu banyaknya pelamar disana. Airin yang menguasai sistim manajemen dan juga pernah sekolah desain kain di Taiwan, penerimaan bagian desain kain.
" Kamu melamar kerja juga?" tanya sebuah suara.
Airin mengangguk.
" Saya juga, sudah ke 3 kalinya interview, 2 kali tahun lalu gagal,gak mudah masuk perusahaan ini ," ujar wanita tersebut pada Airin.
" Kamu baru pertama kali melamar kerja disini? kenalkan nama saya Tere."
" Saya Airin, iya, saya baru pertama kali melamar di perusahaan ini, "ujar Airin.
" Bagian apa kamu lamar Airin? saya melamar bagian desain."
__ADS_1
" Sama Tere, " ujar Airin.
" Disini banyak interview, seharian, dari gambar pakai laptop, dia kasi tema,kita gambar apa, bebas, ada test hitungan, kepribadian juga."
Airin menjadi ciut, dari data masa lalunya, sudah kalah dengan pesaing lainnya.
Nama para peserta pun di panggil, per 5 orang.Airin dan Tere sama sama belum di panggil.
" Saya masih bekerja Rin, di perusahaan desain gak begitu besar,rumah batik desain, saya pengen mengembangkan kemampuan, kalau kita pintar, perusahaan beri beasiswa buat belajar , desainer selalu di bekali up date desainnya.Perusahaan loyal menanggung biaya pelatihan dan pendidikan.Ilmunya kita dapat, uang juga, " ujar Tere .
" Lumayan menjanjikan ya Re."
" Semangat yah Ndien, jangan minder, jangan gak PD, harus over PD, hehehehe," ujarTersenyum .
Airin hanya mengangguk.
Airin memasuki sebuah ruang, di tanya soal berbagai hal.Airin jelas melihat, lembaran riwayat hidup nya di stabilo.
Rasanya di negeri ini, jika pendosa langsung ada tempelan khusus.Padahal begitu banyak napi yang di penjara karena keadaan ,bukan kasus pembunuhan, atau kasus pemukulan, namun di sama ratakan dsn di black list.
Sorot mata pria yang meng interview Airin sangat khas, terkesan melirik dari atas sampai bawah.
Airin hanya bisa menunduk.
" Kamu masuk ruangan sana yah, pengujian kemahiran desain, " ujar sang pria.
Airin mengangguk.
__ADS_1
" Setidaknya aku berusaha, dan ketika kesempatan ada, kenapa tidak digunakan, apapun hasilnya aku harus semangat,berjuang", ujar Airin dalam hatinya.
Airin memasuki sebuah ruangan desain, disana ada terpampang tulisan tema gambar, dan sudah lumayan banyak peserta desain.
Airin pun memulai gambarnya.Tema rumah adat Toraja, serta kegiatan di daerah sana , menjadi bagian desain Airin.
Beberapa pengawas berlalu lalang melihat desain para peserta.Dan memang desain hang terpilih akan mendapat hak royality, dan akan di daftarkan sebagai desain desainernya.
Decakan kagum Airin dengar dari beberapa pengawas, melihat bagusnya , apiknya desaian Airin.
" Kamu sangat berbakat, " ujar sebuah suara seorang wanita eksekutif.
" Selesai desain, temui saya di ruangan ujung yah," ujar sang eksekutif tersebut.
Airin mengangguk dengan sopan.
🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan lupa ,singgah di novel karya saya lainnya.
__ADS_1