
Kegagalan dibuat hanya oleh mereka yang gagal untuk berani, bukan oleh mereka yang berani gagal."βLester B. Pearson
Satu penggalan yang Airin temukan di salah satu sudut mini market
" Kalimat yang bagus kan yaaang?".
Airin mengangguk.
Setelah mengambil keperluan membuat pasta , Airin dan Alex pun menuju kasir.
Airin mengeluarkan dompetnya, namun segerah di cegah Alex.
" Biarkan aku menjadi andalanmu Rin, biarkan aku menjadi bagian hidupmu, tidak ada hitung hitungan, tidak ada saling takut membebani, takut pisah akan hiyung hitungan, dalam kamus hubungan kita ,gak ada yah yaaang."
Airin menjadi bengong .Ke ingat masa lampau, dia dan sang mantan suami , sejak pacaran selalu gantian membayar segala hal, membeli apartemen juga berdua.
Dan benar apa kata Alex begitu cerai, semua mereka bagi rata. Seperti tidak ada keterikaran yang pernah mereka lalui.
Alex dan Airin membawa barang belanjaan.
Mereka pun lega setelah menuju lift.
" Kita belanja kalap yaaang, " ujar Airin.
" Kulkas kita kosong, jadi wajar , semua kita beli, untung aja bumbu masakan kita bawa dari Indonesia, kalau disini sangat mahal yaaaang."
" Aku juga bawa mie instant 1 koper, hehehe."
" Tetapi gak boleh makan tiap hari, ingat ya yaaang."
Airin mengangguk.
__ADS_1
Airin hanya di ijinkan duduk ,sedangkan Alex mengiris beberapa sayuran, memasak 2 porsi mie kuah, menggunakan udang dan masakan Alex sangat wangi.
" Aku bantu ya Lex !".
" Gak usah Rin, biar aku aja."
Airin tersenyum saat memandang sang kekasih begitu cekatan dalam memasak, begitu memanjakannya.
" Sudah siap sayang, yuk makan, " ujar Alex membawa 2 porsi mie kuah mengepul dengan asapnya ke meja makan.
" Wanginya....." , puji Airin.
" Makanlah yaaang."
Aorin mengambil sumpit lalu perlahan meniup mie nya dan memakan mie buatan sang kekasih.
" Makan mie paling enak pakai sumpit Lex."
Airin berdiri ,mengajari Alex menggunakan sumpit.
Awalnya Alex masih sangat kaku menggunakan sumpit, lama kelamaan Alex mulai terbiasa.
" Kamu belajar sangat cepat sayaaang."
" Apalagi kalau kamu yang ngajari ," ujar Alex mengedipkan mata.
Airin menyeruput kuah mie , memakan udang dan bakso ikan yang digunakan Alex. Sungguh mie nya sangat enak.
" Belajar dari mana masak Lex ?".
" Dari mama angkat, dia sangat pintar memasak apapun."
__ADS_1
" Baik banget ngajarin kamu Lex ".
" Benar, dia selalu mengajari berbagai hal, katanya, jika kelak aku punya isteri, wajib menyayanginya, bisa masak saat dia gak sehat. bisa memanjakannya."
" Kalau pengen makan makanan rumahan, aku bisa buat sendiri."
" Benar Lex, kamu benar, karena bisa masak sendiri, jauh lebih mandiri, salut, " ujar Airin mengusap pipi wajah Alex.
Setelah makan , mereka menonton film komedi, Airin dan alex tertawa terbahak bahak karena lucunya.
Alex mendekap tubuh Airin.
" Rin, ada satu hal, yang ingin akunkagakan sama kamu, kamu jangan minder sama aku, kalau aku banyak di sukai orang lain, kamu ngerasa gak pantas, jangan yah Rin, aku gak mau hubungan kita menjadi berjarak, karena aku serius sama kamu, jika aku mau, aku bisa memilih mereka ,tetapi aku memilihmu, kenapa ? karena hatiku sedari kecil hanya buat kamu Rin, bukan yang lain."
" Aku hanya mau sama kamu Rin, kamu sangat berarti. Dan bukan dengan yang lainnya."
" Aku berjanji tidak akan menyakiti kamu, aku juga serius tidak akan menyia nyiakan kamu, apapun perkataan orang, mau baik, mau buruk tentang kita, aku gak peduli, yang aku pedulikan hati kamu ke aku, yang aku pedulikan ,kita kuat melalui badai atau apapun yang ada, saling percaya."
" Kamu mau kan Rin?".
Airin hanya menunduk.
π₯°ππ₯°ππ₯°ππ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1